Industri Pertahanan dan Pemasaran Lintas Pejabat
Bandar Seri Begawan, Kompas 27/5/2010. Untuk mengeratkan hubungan baik yang sudah terjalin selama ini, dan memahami kebutuhan Indonesia, Brunei menghibahkan dua kapal patroli kepada TNI AL. Brunei juga menyatakan akan mempertimbangkan pembelian produk industri pertahanan Indonesia, seperti pesawat patroli dan senapan serbu. Hal itu disepakati dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke negara tetangga ASEAN di ujung utara Borneo ini, 24-25 Mei. Sjafrie menandatangani kesepakatan di atas bersama mitranya, Wakil Menteri Pertahanan Brunei Pehin Mohammad Yasmin Umar, di ibu kota Bandar Seri Begawan.
Dua kapal patroli yang dihibahkan Brunei merupakan Kelas Waspada, yakni KDB (Kapal Diraja Brunei) Waspada dan KDB Pejuang. Kapal yang dibuat oleh galangan Vosper Thornycroft Singapura tahun 1978-1979 ini dikategorikan sebagai kapal patroli berpeluru kendali. Memiliki bobot 210 ton, KDB Waspada memiliki dua tabung peluncur rudal antikapal Exocet MM-38, meriam antipesawat 30 mm buatan Oerlikon, dan dua senapan mesin kaliber 7,62 mm yang dimutakhirkan pada 1990-an.”Kita sekarang perlu mempersiapkan kapan dan bagaimana kedua kapal patroli tersebut dapat dialihkan ke Indonesia,” ungkap Sjafrie ketika membahas cara memindahkan kedua kapal yang masing-masing membutuhkan sekitar 40 awak itu bersama dengan perwira TNI AL yang menyertai lawatannya.
Mengomentari hibah Brunei, Wamenhan RI menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan wujud ketulusan Brunei dalam menjalin persahabatan dengan RI. Brunei bahkan menyatakan akan mempertimbangkan serius penambahan pesawat patroli CN-235. (Ninok Leksono dari Bandar Seri Begawan)
Pemasaran Ala Pejabat
Kita melihatnya justeru dari sisi lain yang lain dan positif, salah satu kebiasaan yang ada dalam budaya masyarakat kita adalah semangat bersilaturrahmi, dalam bahasa awamnya kunjungan kerja ke berbagai Negara; idenya adalah kalau dalam kunjungan kerja itu para pejabat kita justeru dibekali dengan oleh-oleh produk Indonesia, kalau dalam hal pertahanan maka yang jadi buah tangan ya senapan, atau prototype peralatan, kapal, pesawat, panser dari yang di produksi oleh industry nasional kita. Caranya ya jangan terlalu demostratif dengan melakukan pemaparan tentang kekuatan dan keistimewaan alat itu; yang ditonjolkan adalah kerjasama dua Negara dan pujian atas keberhasilan tuan rumah dalam berbagai proyek yang mereka tangani; hadiah tangan tersebut harus terlihat sebagai sebuah kenang-kenangan yang diikuti oleh ketulusan persahabatan sejati.
Disamping itu, tentunya pemerintah kita sendiri harus secara sungguh-sungguh memanfaatkan produk nasional secara nyata, bukan dengan slogan tetapi diwujudkan berupa adanya kontrak pembelian nyata antara Kementerian/Lembaga terkait dengan berbagai badan usaha nasional kita yang tertuang dalam kontrak kerja dalam rentang waktu “multi years”. Artinya kita melihat dengan adanya kontrak nyata tersebut, maka industri nasional kita akan memperoleh dana segar dan modal kerja untuk berbuat yang terbaik dalam bidangnya; dan dengan adanya modal seperti itu, maka kita berharap mereka bisa lebih memkuat atau meningkatkan kualitas dan juga melakukan pemasaran secara lebih berdaya guna. Demikian juga dengan pemanfaatan jejaring kelembagaan Penelitian Iptek nasional. Artinya adanya upaya nyata seperti itu, akan dapat memberikan sumber tenaga baru dalam perjuangan industry nasional dalam memperkuat diri dan menghadapi kompetisi yang lebih besar dengan Negara lain.









