Posted on January 22nd, 2012 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Hal ini dipertanyakan anggota Komisi I DPR, Salim Mengga, Mayjen (Purn dari Korps Kavaleri). Menurut Salim, MBT Leopard tidak sesuai dengan kondisi geografis di Indonesia. Dengan alam yang berbukit-bukit dengan sungai dan danau, MTB Leopard yang berat itu tidak cocok. MBT Leopard yang masuk kategori tank berat lebih cocok untuk kawasan gurun atau daerah yang rata.
Menurut dia, daripada membeli MBT, lebih baik membeli helikopter antitank karena akan lebih memiliki efek gentar. Alternatif lain, me...
Read More
Posted on January 13th, 2012 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Membangun industri tidak bisa dimulai dari industri itu sendiri karena industri tidak menentukan pasar, tetapi pasar yang menentukan industri. Produk tidak bisa mendikte pelanggan. Pelangganlah yang mendikte produk.
Kalau bangsa Indonesia tidak mau menggunakan produk milik bangsa sendiri, produk dalam negeri akan runtuh. Itulah yang terjadi hari ini sehingga jumlah pengusaha di Indonesia sangat kecil: hanya 0,28 persen (China 6 persen, Amerika Serikat 11 persen, Singapura 9 persen).
Kesediaan Wa...
Read More
Posted on January 2nd, 2012 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Pertanyaannya adalah bagaimanakah gelar kekuatan Trimatra TNI kita di wilayah tersebut? Wilayah yang meliputi Kepulauan Anambas, Kepulauan Natuna dan Laut China Selatan. Bukan apa-apa, dihadapkan dengan potensi SDA Laut Natuna yang demikian besar di satu sisi dan besarnya potensi konflik yang bakal mungkin meletup di kepulauan spratly dan parcel, maka bagaimanakah kemungkinan yang bisa diperankan oleh TNI kita dalam menjaga kedaulatan wilayah disamping menjaga “luapan” konflik yang terjadi ...
Read More
Posted on December 21st, 2011 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Sesungguhnya TNI tidak pernah punya waktu untuk bisa membenahi dirinya sendiri. Berbagai konflik dan gejolak Politik di tanah air telah membuat mereka dimanfaatkan ke mana-mana. Tahun 60 an misalnya di saat negara masih menghadapi berbagai kemelut perpolitikan bangsa, TNI sudah terlibat diberbagai medan konflik; di sana ada Permesta ada PRRI dan berbagai konflik separatis lainnya. Di saat itu pula negara memutuskan untuk mengembalikan kembali Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi; pada zamannya di tenga...
Read More
Posted on December 13th, 2011 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Jika kita membahas isu perbatasan dari tinjauan konteks pertahanan, idealnya kita tidak hanya memandang dari pendekatan security (keamanan) saja, namun juga harus menyentuh aspek prosperity (kemakmuran). Dalam menyelesaikan permasalahan perbatasan, kedua aspek ini saling berkaitan. Jika masyarakat di wilayah perbatasan dikatakan aman secara fisik namun tidak sejahtera maka juga akan berimplikasi terhadap instabilitas keamanan itu sendiri. Kesejahteraan merupakan tangible factor yang juga sekalig...
Read More
Posted on November 20th, 2011 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Dengan duduknya Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN, sekilas saya melihat besarnya peluang bagi Industeri strategis Nasional dari perhelatan KTT Asean kemarin dan bisa jadi untuk even-even yang sama di kemudian hari. Sebuah pemandangan sederhana tapi sungguh membanggakan muncul di sela keriuhan Konferensi Tingkat Tinggi Ke-19 ASEAN dan KTT Ke-6 Asia Timur di Nusa Dua, Bali, 13-19 September 2011. Karena hadirnya sejumlah kendaraan tempur baja 6 x 6 Anoa buatan PT Pindad diposisikan di sejumlah tit...
Read More
Posted on November 15th, 2011 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Mengikuti “debat Politik” di Papua tidak akan pernah selesai. Tetapi pada dasarnya Politik Papua adalah dagang “kekuasaan” yang dibungkus dalam format sesuai ritme pemerataan kesejahteraan di Papua. Otonomi khusus misalnya, dalam porsi yang luar biasa telah memberikan “rezeki” yang melimpah kepada jajaran aparat Pemda Papua, tetapi sebaliknya tidak mampu dan kurang memanusiakan jajaran non formal atau jajaran tetua adat. Korupsi dan penyalah gunaan dana pembangunan terus terjadi kare...
Read More
Integrasi Sosial
Kepala UP4B Akui Papua memang baru Terintegrasi secara Teritorial (Kompas,12/11/2011) Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat Bambang Dharmono menegaskan, UP4B mendorong integrasi sosial di Papua dan mengesampingkan pendekatan keamanan. Warga Papua belum terintegrasi secara sosial dengan bangsa Indonesia sampai saat ini.
”Papua baru terintegrasi secara teritorial, tidak secara sosial. Papua harus setara dengan bagian lain dari Indonesia. Kalau integrasi sosial tidak terjadi, bisa mengancam integrasi teritorial,” ungkap Bambang di Jakarta, Jumat (11/11).
Untuk langkah pertama, Bambang menggelar sosialisasi di Papua. Selanjutnya, UP4B mendorong penguatan kapasitas lembaga dan masyarakat di Papua serta memerangi korupsi yang membuat pelbagai program dan inisiatif pemerintah pusat belum mencapai hasil yang diharapkan selama ini.
Bambang, dalam jumpa pers di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, juga berjanji akan mendorong pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) yang bertugas menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia di Papua pada masa silam. Pembentukan komisi itu akan membuat pelaksanaan otonomi khusus menjadi lebih efektif.
Click here for more >>
Posted on November 4th, 2011 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
UP4B segera menyempurnakan otonomi khusus dengan mendorong penerbitan peraturan-peraturan pemerintah dan peraturan daerah khusus, sebagaimana diamanatkan UU No 21/2001. Peraturan daerah khusus harus dihasilkan oleh masyarakat Papua serta mengatur pengalokasian dana otonomi khusus dan pengawasan sosial, hukum, dan politik terhadap penggunaan dana otonomi khusus.
...
Read More
Posted on October 25th, 2011 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Masalah MOU Tanjung Datu dan semua Garis Batas RI-Malaysia di Pulau Kalimantan sama sekali belum di ratifikasi oleh DPR-RI dan sesuai dengan UURI maka wilayah Tanjung Datu dan semua garis batas yang ada di sana masih belum ditetapkan statusnya. Secara teknis penetapan garis batas yang mengikuti Watershed di daerah itu juga menyalahi esensi Traktat 1891;1915 dan 1928 sebab pada Traktat itu garis batas bukan hanya bercorak “watershed” tetapi ada juga tipe “ Garis Lurus” dan “Sisi Kanan ...
Read More
Posted on October 17th, 2011 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Masalah Dana kerja dan keterbatasan kemampuan manajemen merupakan persoalan mendasar dalam industri strategis pertahanan dan BUMN
...
Read More