Kemampuan Pertahanan Negara

Pembangunan pertahanan negara sampai saat ini baru menghasilkan postur pertahanan negara dengan kekuatan yang masih terbatas, terutama perimbangan gelar kekuatan TNI dengan kemampuan Pemerintah bila dihadapkan dengan tugas, luas wilayah, jumlah penduduk dan nilai kekayaan Nasional yang harus dijamin keamanannya. Kekuatan personil sebagai salah satu komponen utama TNI, pada saat ini berjumlah 376.375 prajurit yang terdiri dari 288.857 prajurit TNI-AD, 59.189 prajurit TNI-AL dan 28.329 prajurit TNI-AU.
Lebih Lanjut

Tantangan Pertahanan RI

Belum terpenuhinya minimum Essential Force TNI, menyebabkan tugas-tugas TNI dalam rangka penegakan kedaulatan dan keutuhan NKRI masih terbatas. Kurang memadainya kondisi dan jumlah alat utama system persenjataan (alutsista), sarana dan prasarana, serta rendahnya tingkat kesejahteraan anggota TNI merupakan permasalahan dalam upaya meningkatkan profesionalisme TNI. Peralatan militer yang dimiliki kebanyakan sudah usang dan ketinggalan jaman dengan rata-rata usia lebih dari 20 tahun. Dengan wilayah yang sangat luas baik darat, laut maupun udara, maka kondisi kuantitas, kualitas serta kesiapan operasional alutsista yang kurang memadai sangat muskil untuk dapat menjaga integritas dan keutuhan wilayah yurisdiksi secara oftimal
Lihat Juga

Pengamanan Perbatasan

Telah dilakukan dan dikembangkan berbagai kerjasama bilateral dengan negara tetangga baik darat maupun batas laut dan diwadahi dalam lembaga Joint Border Committee ( JBC ) antara RI-PNG, RI-RDTL(Timor Leste) dan Genderal Border Committee ( GBC ) antara antara lain. Kerjasama pengamanan, mempererat pertahanan, pertukaran informasi intelijen, Latihan, patroli bersama dan menggelar Pos-pos pengamanan bersama. Demikian pula kerjasama dalam bidang sosial ekonomi, imigrasi serta kerjasama penyelesaian penegasan batas antar negara. Semua itu untuk memastikan daerah perbatasan sebagai daerah yang aman dan punya potensi ekonomi bagi kesejahteraan bersama.
Info Lebih Jauh
Image

Hambatan Pertahanan di Perbatasan

Pertahanan Kedaulatan Di Perbatasan. Kawasan perlintasan perdagangan dunia yang begitu strategis, sampai saat ini baru bisa dimanfaatkan oleh negara Singapura dan sebentar lagi Malaysia, dua negara tetangga yang mampu menyuguhkan layanan, sarana dan prasarana kelas dunia dengan cita rasa dan keramah tamahan dari timur. Padahal dari segi apapun, kalau Indonesia bisa menata diri, dan bersolek rupa maka dibandingkan dengan negara manapun di sekitarnya pastilah tetap jauh lebih unggul. 
Dalam kondisi seperti itulah maka penulisan buku ini. Buku dengan judul PERTA HANAN KEDAULATAN DI PERBATASAN. CATATA BLOG SEORANG PRAJURIT PERBA TASAN dilakukan. Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan negara diselenggarakan secara terpadu dan bertahap sesuai dengan kemampuan negara serta diarahkan untuk mewujudkan pertahanan yang professional, modern yang mampu menindak dan menanggulangi setiap ancaman. 

Info Lanjut

Artikel Blog Pertahanan

Terus terang wilayah perbatasan dan ppkt adalah serambi depan negara kita. Sebagai ketua Asean (2011) jelas sekali bahwa kita menginginkan agar di kawasan ini selalu damai dan ada rasa damai. Ya kadang-kadang sebagai negara bertetangga pastilah ada friksi, terlebih lagi kalau di tunggangi oleh kepentingan politik “sesaat” Informasi seperti itu Jadi Menarik Untuk di sharing bersama

Post thumbnail

AgustaWestland, TNI dan Bisnis Koruptif

Oleh : Dedi Haryadi Transaksi bisnis koruptif antara AgustaWestland, Irfan, dan TNI dalam pengadaan helikopter AW 101 memang tidak ideal. Ada tiga hal yang membuat
Read more
Post thumbnail

50 Tahun ASEAN, Kedamaian di Kawasan Laut China Selatan, Rakhine dan Marawi

Oleh harmen batubara Dalam usia 50 tahun, Seperti apa sih maknanya dengan rasa damai di Kawasan ?  Terus terang di wilayah ini keberadaan ASEAN sepertinya
Read more
Post thumbnail

Pertahanan Kedaulatan Dan Kemandirian Industri Pertahanan

Oleh harmen batubara Rencana dan keinginan pemerintah mandiri dalam produksi persenjataan dan memajukan industri pertahanan nasional tentu harus dilaksanakan konsisten. Konsistensi tersebut menjadi tuntutan karena
Read more
Image

Hambatan di Perbatasan Laut

Sesungguhnya gagasan poros maritim adalah upaya nyata untuk kembali mengangkat kembali identitas bangsa sebagai suatu kekuatan maritim di antara Samudra India dan Samudra Pasifik. Gagasan ini, menghendaki agar bangsa Indonesia untuk secara optimal memanfaatkan potensi geografis, geostrategis, dan geoekonomi yang merupakan faktor penting bagi dinamika hubungan internasional di kedua samudra. Hal ini sejalan dengan keberhasilan Indonesia dalam memperkenalkan konsep negara kepulauan (archipelagic state) sebagai jati diri bangsa bahari. Melalui Deklarasi Djuanda tahun 1957, Indonesia berhasil memasukkan konsep negara kepulauan dalam Konvensi Hukum Laut tahun 1982.

Info Berikutnya

Bisa Hubungi Kita

Get in Touch