Bangsa Yang Tidak Mampu Menjaga Kebudayaannya
Filed under: Dialektika Pertahanan, Forum Pertahanan, Uncategorized

Oleh Yudhistira ANM Massardi
Bangsa besar adalah yang juga berjiwa besar dan berpikir besar. Bukan yang selalu reaktif, tetapi yang kreatif dan proaktif.Untuk menegakkan martabat dan mempertahankan kualitas kebudayaan bangsa yang besar, pemerintah bersama seluruh pewaris, pemilik, dan pelaku kebudayaan harus berani membuat rencana dan kerja besar, sekarang juga. Seluruh energi nasional diperlukan untuk menyalakan apinya agar kerja bisa terus terjaga dan cahayanya semarak di langit luas.
Pokok besar
Sebagai negara-bangsa yang selalu mengaku (sambil enggan kerja) merupakan bangsa besar, kaya, dan berbudaya adiluhung, kita sudah terlalu lama terlena dan berlupa. Sebagai pokok kayu besar dengan seribu akar serabut, kita terlalu lama membiarkan banyak bagiannya melapuk.
Sementara pokok kecil yang tumbuh di seberang—sebagaimana galibnya pokok kecil yang ingin besar—begitu bersemangat mencari zat hara untuk menguatkan akarnya. Meski, dia tahu belaka, bijinya berasal dari pokok induk di sebelah, dan dia tidak bisa mengingkari DNA biologis-historis-kulturalnya. Untuk itu, sebagai pokok yang besar, bolehlah kita berbelaskasihan kepadanya. Sebab, dia memerlukan evolusi berbilang abad dan protein dari sel punca untuk bisa bermutasi menjadi sebuah spesies baru.
Hal yang lebih penting dilakukan adalah bikin perhelatan besar kebudayaan berjangka panjang dan berkesinambungan. Untuk itu, pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendirian, tetapi harus bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten, dengan melibatkan perguruan-perguruan tinggi setempat, serta menggairahkan masyarakat di setiap lokus dan situs untuk peduli dan terlibat. Karena, sesudah itu, kelak merekalah yang akan lebih banyak memetik manfaatnya. Read more















