Posted on February 3rd, 2012 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Bahwa Indonesia telah mampu mengekspor CN 235 jenis pesawat angkut militer VIP ke negara Senegal Afrika, para petinggi kita sudah tahu. Bahwa Indonesia juga mengirimkan pesawat yang sama ke negara Burkina Faso, Afrika Barat, mereka juga ngerti. Juga masih ada pengiriman pesawat CN 235 jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA) ke Korean Coast Guard itu juga mereka sudah tahu. Selain jenis pesawat, Indonesia juga mengekspor persenjataan dan peralatan militer lainnya ke sejumlah negara seperti Timor Les...
Read More
Posted on January 30th, 2012 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Dalam kacamata keamanan nasional apa yang terjadi di FreePort dan terus jatuhnya korban di pihak kepolisian oleh penembak gelap, katakanlah begitu istilahnya; pertanyaan yang jadi mengemuka adalah sampai dimana sih kemampuan Polri mengontrol wilayah itu? Sementara bagi warga di sekitar lokasi kejadian melihat berbagai peristiwa itu hanya sebagai “sandiwara belaka”. Artinya semua itu bisa terjadi karena aparat menghendakinya (?). Bagi mereka, wilayah itu secara teknis pengamanan ter”cover...
Read More
Posted on January 22nd, 2012 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Hal ini dipertanyakan anggota Komisi I DPR, Salim Mengga, Mayjen (Purn dari Korps Kavaleri). Menurut Salim, MBT Leopard tidak sesuai dengan kondisi geografis di Indonesia. Dengan alam yang berbukit-bukit dengan sungai dan danau, MTB Leopard yang berat itu tidak cocok. MBT Leopard yang masuk kategori tank berat lebih cocok untuk kawasan gurun atau daerah yang rata.
Menurut dia, daripada membeli MBT, lebih baik membeli helikopter antitank karena akan lebih memiliki efek gentar. Alternatif lain, me...
Read More
Posted on January 13th, 2012 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Membangun industri tidak bisa dimulai dari industri itu sendiri karena industri tidak menentukan pasar, tetapi pasar yang menentukan industri. Produk tidak bisa mendikte pelanggan. Pelangganlah yang mendikte produk.
Kalau bangsa Indonesia tidak mau menggunakan produk milik bangsa sendiri, produk dalam negeri akan runtuh. Itulah yang terjadi hari ini sehingga jumlah pengusaha di Indonesia sangat kecil: hanya 0,28 persen (China 6 persen, Amerika Serikat 11 persen, Singapura 9 persen).
Kesediaan Wa...
Read More
Posted on January 6th, 2012 by
harmen in
Pertahanan,
wilayahpertahanan
Cobalah baca reportase Kompas 5 Januari terkait Indutri pertahanan Indonesia; Bunyi ribuan butir tabung logam berdenting meluncur dari mesin pembuat tabung peluru (brass cup) sepanjang pagi di pabrik amunisi PT Pindad di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, awal November 2011. Para pekerja dengan serius memilah tabung peluru yang tidak memenuhi standar produksi. Pada saat bersamaan, satuan pengamanan mengawasi lalu lalang pekerja dari dan ke kompleks pabrik yang membuat amunisi, grana...
Read More
Posted on January 2nd, 2012 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Pertanyaannya adalah bagaimanakah gelar kekuatan Trimatra TNI kita di wilayah tersebut? Wilayah yang meliputi Kepulauan Anambas, Kepulauan Natuna dan Laut China Selatan. Bukan apa-apa, dihadapkan dengan potensi SDA Laut Natuna yang demikian besar di satu sisi dan besarnya potensi konflik yang bakal mungkin meletup di kepulauan spratly dan parcel, maka bagaimanakah kemungkinan yang bisa diperankan oleh TNI kita dalam menjaga kedaulatan wilayah disamping menjaga “luapan” konflik yang terjadi ...
Read More
Posted on December 28th, 2011 by
harmen in
Pertahanan,
wilayahpertahanan
Wilayah perbatasan faktanya tidak termonitor dan tidak “terjaga” dan juga tidak punya kemampuan yang seharusnya dia punya. Kodam secara fakta tidak punya kemampuan untuk melakukan patroli udara di sepanjang perbatasan dan juga kemampuan untuk memproyeksikan kekuatannya ke dua trouble spots di wilayah perbatasan meski sebatas setingkat regu. Demikian juga untuk perimbangan kekuatan relative dengan negara tetangga, semestinya perlu juga di “gelar” kekuatan pertahanan berupa Meriam 155 khus...
Read More
Posted on December 21st, 2011 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Sesungguhnya TNI tidak pernah punya waktu untuk bisa membenahi dirinya sendiri. Berbagai konflik dan gejolak Politik di tanah air telah membuat mereka dimanfaatkan ke mana-mana. Tahun 60 an misalnya di saat negara masih menghadapi berbagai kemelut perpolitikan bangsa, TNI sudah terlibat diberbagai medan konflik; di sana ada Permesta ada PRRI dan berbagai konflik separatis lainnya. Di saat itu pula negara memutuskan untuk mengembalikan kembali Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi; pada zamannya di tenga...
Read More
Posted on December 15th, 2011 by
harmen in
Pertahanan,
wilayahpertahanan
Jika kita membahas isu perbatasan dari tinjauan konteks pertahanan, idealnya kita tidak hanya memandang dari pendekatan security (keamanan) saja, namun juga harus menyentuh aspek prosperity (kemakmuran). Dalam menyelesaikan permasalahan perbatasan, kedua aspek ini saling berkaitan. Jika masyarakat di wilayah perbatasan dikatakan aman secara fisik namun tidak sejahtera maka juga akan berimplikasi terhadap instabilitas keamanan itu sendiri. Kesejahteraan merupakan tangible factor yang juga sekalig...
Read More
Posted on December 13th, 2011 by
harmen in
Dialektika Pertahanan,
Pertahanan
Jika kita membahas isu perbatasan dari tinjauan konteks pertahanan, idealnya kita tidak hanya memandang dari pendekatan security (keamanan) saja, namun juga harus menyentuh aspek prosperity (kemakmuran). Dalam menyelesaikan permasalahan perbatasan, kedua aspek ini saling berkaitan. Jika masyarakat di wilayah perbatasan dikatakan aman secara fisik namun tidak sejahtera maka juga akan berimplikasi terhadap instabilitas keamanan itu sendiri. Kesejahteraan merupakan tangible factor yang juga sekalig...
Read More