Cart

Pertahanan

Post thumbnail

Pertahanan, TNI Menuju 70 Tahun Kedua

Pada satu sisi perintah Presiden Jokowi di atas menunjukkan konsistensinya dengan janji yang disampaikan pada masa kampanye dahulu. Bahwa, secara bertahap dan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi nasional, anggaran pertahanan TNI akan ditingkatkan hingga nantinya mencapai 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) dibanding 0,89 persen saat ini. Tetapi pada sisi lain, kondisi perekonomian kita sekarang pada situasi yang memerlukan kalkulasi keuangan yang hati-hati karena ruang fiskalnya yang lebih sempit dibanding masa sebelumnya. Padahal, setiap pesawat terbang atau peluru kendali yang maudibeli dihitung dalam mata uang dollar.
Ini terasa sekarang pada saat berbagai kementerian/lembaga (K/L) mulai membahas APBN 2016. Kementerian Pertahanan (Kemhan) salah satu dari sedikit kementerian yang selama lima tahun terakhir menikmati peningkatan anggaran cukup tinggi. Bahkan untuk pertama kali sejak 1962, anggaran pertahanan tahun 2012 jadi nomor satu, senilai Rp 64,4 triliun, mengalahkan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (Rp 61,2 triliun) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Rp 57,8 triliun). Setelah itu, hingga 2014 peningkatannya cukup signifikan sejalan dengan cita-cita membangun Minimum Essential Force (MEF).

Continue Reading

Menatap Tantangan TNI Memantapkan Sistem Keamanan

Keberadaan TNI dalam perspektif sistem politik nasional merupakan bagian yang sejajar dengan komponen bangsa lain, di mana TNI berfungsi sebagai alat pertahanan negara. Sementara dalam perspektif militer profesional melekat fungsi militer untuk membangun dan mengembangkan manajemen TNI yang kredibel dan kapabel Filosofi dan prinsip Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta yang diemban TNI hendaknya dipahami dinamis tak hanya pada negara dalam keadaan perang, tetapi juga efektif di masa damai. TNI memiliki juga kewajiban mendukung pembangunan dengan aplikasi manajemen pembinaan teritorial.
Insurjensi dan terorisme. Tantangan yang dihadapi TNI ke depan mengantisipasi pola rongrongan insurjensi terhadap negara. Tidak ada jaminan negara kita bebas dari rongrongan insurjensi, bahkan tak ada jaminan negara mampu menghapuskan insurjensi sampai orang terakhir, apalagi tipologi perang ke depan cenderung asimetris, dengan insurjensi sebagai fondasi dan teror sebagai modus operandi.

Continue Reading
Post thumbnail

Pertahanan, Sikap Teritorial TNI dalam Perspektif  Dikotomi Sipil-Militer

Di masyarakat kita sendiri ada keinginan besar dan berharap bahwa TNI itu polanya seperti militer Amerika, yang perannya hanya sebagai alat perang semata. Sementara para petinggi militer Amerika sendiri justeru sangat terkesan dengan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat. Dalam pandangan mereka tidak ada satu kekuatanpun yang mampu menghancurkan suatu Negara selama Militer dan rakyatnya bersatu. Seperti yang diperlihatkan oleh militer Vietnam dalam melawan kekuatan militer Amerika dalam suatu masa dahulu. Amerika memang memenangkan setiap pertempuran, tapi sama sekali tidak mampu memenangkan perangnya dengan Vietnam. Malah Amerika berikut kekuatan militernya terpaksa keluar dari Negara itu tanpa MUKA.

Continue Reading
Post thumbnail

Perkuat Pertahanan   Teritorial  dan Temukan Pos pos OPM secara Mudah

Prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perbatasan secara tidak langsung dapat ditugaskan untuk juga membinan teritorialnya dengan cara jadi apa saja yang bisa mereka lakukan untuk menolong warga agar bisa berubah dari masyarakat peramu-menjadi masyarakat yang punya sector produksi berupa kebun karet dan tanaman budi daya lainnya di sela-sela kebun karetnya. Prajurit itu bisa jadi penyuluh perkebunan, biasa jadi guru sekolah, guru senam dan banyak lagi. Yang ingin kita utarakan ada suatu simbiose kerja sama saling membesarkan antara para pihak untuk melahirkan masyarakat papua yang mampu mempunyai potensi berupa memiliki produk sendiri, berubah dari masyarakat peramu sebagaimana mereka adanya. Pola ini bisa dilakukan dimana saja, sesuai dengan kondisi wilayahnya. Kalau cocok karet ya petani karet, kalau kopi ya petani kopi dll. Idenya bukan kebun sawit, karena kebun sawit itu adalah kebun industry dan hanya cocok buat petani maju yang sudah punya disiplin tinggi. Warga papua biasa masih tergolong warga serabutan dan lemah dalam hal disiplin.

Continue Reading

Wilayah Pertahanan, Melihat Kekuatan Tiongkok Lebih Dekat

Kehadiran Tiongkok. Ketika banyak mata tertuju pada parade militer di Beijing, lima kapal perang negara itu, Rabu lalu, terlihat berlayar di Laut Bering, Alaska. Kehadiran kapal-kapal itu semakin mengukuhkan kemampuan AL Tiongkok menggelar kekuatan mereka secara global. Hal yang menarik, kehadiran kapal perang Tiongkok bertepatan dengan kunjungan Presiden AS Barack Obama di Alaska. Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan, pelayaran itu merupakan bagian dari latihan rutin yang dilakukan oleh AL Tiongkok.
Memahami sorotan dunia terhadap negaranya, Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidatonya sebelum parade militer mengatakan, kekuatan militer Tiongkok ditujukan untuk kepentingan damai. Tiongkok tidak tertarik menjadi penguasa dunia. Belajar dari kegetiran dan kehancuran dalam Perang Dunia II akibat invasi militer Jepang, Tiongkok ingin membangun perdamaian. “Perang adalah pedang Damocles (ancaman) yang masih menggantung di atas umat manusia. Kita harus belajar dari sejarah dan mendedikasikan diri untuk perdamaian,” kata Xi.

Continue Reading
Post thumbnail

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan, Membangun Theatre Command Pertahanan Mandiri

Secara fakta, Indonesia sebenarnya sudah dikelilingi oleh kekuatan militer dengan aliansi yang mendunia. Pertama Indonesia dikeliling oleh negara-negara Five Power Defence Arrangements yang terdiri dari Australia, Selandia Baru, Malaysia, Singapura, dan Inggris yang sudah lama eksis dan itu sudah operasional takkala Indonesia melakukan ganyang Malaysia ditahun 60an dahulu. AS sejatinya adalah pemegang supremasi kekuatan militer di kawasan ini yang terus memelihara dan terus mempererat persekutuannya dengan Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Australia dan Singapura. Dalam rangka menjaga Sustaining US Global Leadership khususnya bagi sepeuluh tahun kedepan, AS sudah menempatkan sekitar 60 persen kekuatan armadanya di Asia Pasifik, termasuk di antaranya 2.500 marinir di Darwin, Australia, dan pangkalan sementara bagi Littoral Combat Ships Armada Ketujuhnya di Singapura.
Ketegangan yang terjadi di Laut Tiongkok selatan, sesungguhnya dengan nyata memperlihatkan kepada kita bahwa aliansi kekuatan AS dan sekutunya berikut negara-negara Five Power Defence Arrangements berdiri di satu pihak, berhadapan dengan negeri Tiongkok dan sekutunya di sisi lain. Diatas kertas kita bisa mengatakan Amerika dan sekutunya tidak akan berbuat sebagaimana yang mereka lakukan di Timur Tengah, tidak ada imbalan yang pantas untuk melakukan konflik secara terbuka di kawasan ini. Imbalannya jauh dari memadai. Tetapi Amerika dipercaya tidak akan membiarkan kalau sekutunya diobok-obok oleh Tiongkok. Tiongkok sendiri sebenarnya sepanjang sejarahnya, justeru lebih banyak dijarah daripada dianggap sebagai negara yang kuat oleh negara Barat malah oleh Jepang sekalipun. Kalau saja kita misalkan Tiongkok berlaku nekat, maka saya juga percaya Amerika juga tidak akan berbuat sesuatu-dan kalaupun terpaksa hanya dalam skala terbatas.

Continue Reading

Wilayah Pertahanan, Realitas Pertahanan Perbatasan di Wilayah Flash Point

Pertahanan suatu negara adalah benteng utama dalam menjaga kepentingan Nasionalnya. Kepentingan Nasional itu terdiri dari kepentingan nasional Abadi dan termaktub dalam Konstitusi kita pada Pembukaan UUD 1945 yang meliputi Kedaulatan Nasional, Integritas Teritorial dan Keselamatan Bangsa, serta Kepentingan Nasional Dinamis yang muncul akibat perkembangan lingkungan strategis. Dalam perkiraan ancaman yang dihadapi Indonesia dalam kurun waktu 2010-2014 oleh Kemhan digambarkan sebagai Skenario Ancaman (2010-2014), dan berupa : kekuatan Militer asing Terlibat Dalam gerakan Separatisme; Penggunaan KEKUATAN MILITER DALAM KONFLIK PERBATASAN; Tekanan asing disertai kehadiran Militer dalam mengamankan akses terhadap sumber energi di Indonesia; Kehadiran Militer Asing di ALKI dalam mengamankan jalur ekonomi; Kehadiran Militer asing dalam kerangka memerangi Terorisme; Terorisme Internasionald dan Kejahatan Internasional; dan Intervensi Kemanusiaan dalam konflik horizontal dan vertikal.Lebih lanjut Kemhan juga mengidentifikasi bahwa Wilayah Flash Point itu, terdiri dari: Wilayah NAD, Selat Malaka, Riau dan Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur (Utara) atau sepanjang perbatasan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Lombok, NTT, Maluku, Papua dan Papua Barat dan ALKI.

Continue Reading