prioritas pertahanan

Perbatasan RI-Timor Leste, Benarkah Kementerian/Lembaga Hanya Memproyekkan Batas

Yang sering terjadi, hasil “Tim Perunding” batas itu seolah tidak disosialisasikan. Misalnya Tim Perunding Batas kedua negara belum menemukan Solusi. Itu artinya belum ada kesepatakan terkait batas di suatu daerah tertentu. Kemudian mereka membuat kesepakatan. Bahwa selama di daerah sengketa belum ditemukan kesepakatan, maka warga kedua belah pihak tidak boleh mengolah tanah tersebut. Tetapi apa yang terjadi?. Idealnya hasil kesepakatan itu, juga dijadikan kesepakatan bagi aparat Pertahanan negara yang juga hadir di saat itu. Dalam artian kedua perwakilan TNI dan UPF juga punya kesepakatan akan menjaga posisi “status quo” wilayah sengketa dengan melarang warganya masing-masing untuk melakukan sesuatu kegiatan di daerah tersebut. Kenapa hal ini kita kemukakan? Karena rumusan teknis itu nyaris tidak berbunyi apa-apa.

Continue Reading

Pertahanan Mengawal Pembangun Kawasan Bisnis Kupang , Timor Leste  dan Darwin

Pengembangan Kawasan Bisnis Kawasan
Timor Leste sejak tahun 2014 sudah bertekat akan mengembangkan Oecussi menjadi Zona Pasar Khusus atau Special Social Market Economy Zone (ZEESM) yang bisa menarik para penanam modal dari wilayah sekitarnya. Karena itu mereka harus memulainya dengan membangun sarana jalan, jembatan, pelabuhan mulai dari Sacato-Lifau, pusat pembangkit listrik, hotel dan sarana perumahan direncanakan akan dimulai pada tahun 2015. Saat penulis ke Winni sudah ada 4 BUMN Indonesia yang ikut ambil bagian dalam pembangunan Infrastruktur tersebut.

Continue Reading
Post thumbnail

Pertahanan Indonesia Di Tengah Perubahan Lingkungan Strategis Laut Tiongkok Selatan

Eskalasi ketegangan di Kawasan Asia Pasifik diisebabkan oleh munculnya kekuatan baru Tiongkok baik secara ekonomi, politik, dan militer. Modernisasi militer yang dilakukan Tiongkok dengan visi BLUE WATER NAVY seolah menganggu eksistensi Amerika Serikat dan sekutunya yaitu Australia, Jepang, dan Korea Selatan. Kemunculan Tiongkok sebagai kekuatan baru telah direspon oleh Amerika Serikat. Pada tahun 2011, Amerika dibawah kepemimpinan Obama tidak punya pilihan dan meningkatkan kekuatannya di kawasan Asia Pasifik. Dalam dua puluh tahun kedepan, 2/3 kekuatan Amerika Serikat akan dikonsentrasikan di kawasan Asia Pasifik. Amerika Serikat mulai membangun pangkalan-pangkalan militer baru di Darwin dan Pulau Cocos, Australia. Artinya, kepentingan dua negara besar di kawasan ini, sepenuhnya dikendalikan Washington DC dan Beijing yang mempunyai berbagai kepentingan yang berseberangan. Tetapi masalahnya kian mengkristal dan dipercaya penyelesaian sengketa wilayah makin menitikberatkan peran kekuatan militer.

Continue Reading
Post thumbnail

Operasi Pembebasan Sandra Abu Sayyaf, Membangun Daya Tempur TNI

Postur dan Gelar TNI
Daya tempur TNI diwujudkan dalam suatu postur yang unsurnya terdiri dari kekuatan, kemampuan, dan gelar. Kekuatan dapat diukur dari jumlah divisi, satuan kapal perang, dan skuadron udara yang dimiliki. Kemampuan merupakan kualitas SDM sesuai uraian di atas, sedangkan gelar merupakan penyebaran taktis yang bertujuan memperoleh daya gerak dan daya tembak yang maksimal. Pembinaan postur TNI harus dilakukan secara berimbang terhadap ketiga unsurnya dan harus bertitik berat pada pembinaan unsur kemampuan/SDM.

Continue Reading
Post thumbnail

Pertahanan, Membangun Semangat Profesionalisme TNI

Penilaian terhadap kinerja para prajurit TNI, umumnya kita dapatkan dari para Pimpinan Militer asing yang pernah membawahi satuan TNI. Misalnya Komandan Sektor Timur Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon), Brigadir Jenderal Juan Carlos Medina Fernandez tahun 2008.Saat akan mengakhiri masa tugasnya di Lebanon. Medina secara khusus datang ke markas Indonesia Battalion di UN POSN 7-1, Adshit al Qusayr, untuk berpamitan. Kedatangan Medina disambut meriah oleh prajurit Kontingen Garuda XXIII-C dengan nyanyian dan tepuk tangan. Sambutan dan sekaligus ciri khas prajurit Indobatt (Indonesian Battalion) dalam menyambut kedatangan para petinggi Unifil.

Continue Reading

Pertahanan, Menjadikan Natuna Kapal Induknya Armada Barat

Tiongkok tidak main-main, niatnya untuk menjadikan Kepulauan Spratly dan Pracel jadi “Kapal Induk” sudah jadi kenyataan. Sengketa kepulauan di Laut Tiongkok Selatan telah menjadikan wilayah tersebut jadi ajang rebutan wilayah dari empat negara Asean (Malaysia, Vietnam, Pilifina dan Brunei), Taiwan dan Tiongkok. Tiongkok juga ingin memperkuat klaimnya lewat “Nine Dash Line” dengan mengklaim perairan Natuna sebagai kawasan “Traditional Fishing Ground” nya. Semua ini membuat Indonesia sadar bahwa pada suatu saat akan terjadi “perang terbatas” di wilayah tersebut. Indonesia harus dengan cepat mempersiapkan pertahanan kedaulatan di wilayah tersebut sesuai amanat UU.

Continue Reading

Pertahanan Perairan Natuna, Menjaga Kedaulatan Bangsa

Indonesia hanya mempunyai Lapangan terbang di Ranai, dan itupun tidak bisa di darati oleh pesawat tempur. Karena Lanudnya masih tipe C. Sama sekali tidak mampu melayani kepentingan pesawat tempur. Untungnya di sana sudah ada Lanal Ranai di bawah komando Lantamal IV Belitung dan telah ditingkatkan dari tipe C ke tipe B. Ini berarti di sana ada penempatan kapal TNI AL di Lanal tersebut, termasuk penempatan kapal kombatan secara reguler dari Mako Armabar di Jakarta. Lanal Ranai tidak hanya sebagai pusat pengendali lalu lintas laut, tetapi juga sebagai bunker logistik dan amunisi, sebagai suplai perbekalan bagi kapal-kapal TNI AL yang berlayar di sekitar perairan tersebut. Tipe kapal yang beroperasi di sana adalah kapal yang mempunyai kemampuan deteksi dini, cepat, bersenjatakan rudal anti kapal, dan mampu melakukan peperangan udara.

Continue Reading