Kita kembali merasa senang dan bersemangat mendengarkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat mengatakan, TNI Angkatan Laut mendapatkan 14 kapal cepat rudal (KCR) untuk satuan-satuan patroli. Kapal-kapal tersebut dibuat oleh Industri dalam negeri secara bertahap pada 2010-214 dan didanai perbankan dalam negeri. Menurut beliay Pengadaan ini merupakan kebijakan untuk memajukan industri pertahanan dalam negeri,” ujar Purnomo, Kamis (16/2), di sela peresmian KRI Kujang 642 di Batam, Kepu...
Read More
Cobalah baca reportase Kompas 5 Januari terkait Indutri pertahanan Indonesia; Bunyi ribuan butir tabung logam berdenting meluncur dari mesin pembuat tabung peluru (brass cup) sepanjang pagi di pabrik amunisi PT Pindad di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, awal November 2011. Para pekerja dengan serius memilah tabung peluru yang tidak memenuhi standar produksi. Pada saat bersamaan, satuan pengamanan mengawasi lalu lalang pekerja dari dan ke kompleks pabrik yang membuat amunisi, grana...
Read More
Pertanyaannya adalah bagaimanakah gelar kekuatan Trimatra TNI kita di wilayah tersebut? Wilayah yang meliputi Kepulauan Anambas, Kepulauan Natuna dan Laut China Selatan. Bukan apa-apa, dihadapkan dengan potensi SDA Laut Natuna yang demikian besar di satu sisi dan besarnya potensi konflik yang bakal mungkin meletup di kepulauan spratly dan parcel, maka bagaimanakah kemungkinan yang bisa diperankan oleh TNI kita dalam menjaga kedaulatan wilayah disamping menjaga “luapan” konflik yang terjadi ...
Read More
Wilayah perbatasan faktanya tidak termonitor dan tidak “terjaga” dan juga tidak punya kemampuan yang seharusnya dia punya. Kodam secara fakta tidak punya kemampuan untuk melakukan patroli udara di sepanjang perbatasan dan juga kemampuan untuk memproyeksikan kekuatannya ke dua trouble spots di wilayah perbatasan meski sebatas setingkat regu. Demikian juga untuk perimbangan kekuatan relative dengan negara tetangga, semestinya perlu juga di “gelar” kekuatan pertahanan berupa Meriam 155 khus...
Read More
Sesungguhnya TNI tidak pernah punya waktu untuk bisa membenahi dirinya sendiri. Berbagai konflik dan gejolak Politik di tanah air telah membuat mereka dimanfaatkan ke mana-mana. Tahun 60 an misalnya di saat negara masih menghadapi berbagai kemelut perpolitikan bangsa, TNI sudah terlibat diberbagai medan konflik; di sana ada Permesta ada PRRI dan berbagai konflik separatis lainnya. Di saat itu pula negara memutuskan untuk mengembalikan kembali Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi; pada zamannya di tenga...
Read More