Cart

konlik etnis

Post thumbnail

Panglima Baru Kesejahteraan Prajurit dan Penanganan Saparatisme

Panglima TNI juga kita percaya akan memperjuangkan upaya peningkatan kesejahteraan prajurit demi terciptanya tentara yang profesional. Juga memiliki komitmen mendukung dan tidak resisten terhadap agenda reformasi TNI yang akan diselesaikan oleh otoritas sipil, termasuk agenda reformasi peradilan militer. Panglima TNI juga perlu mengevaluasi kebijakan TNI terkait berbagai pelibatan TNI dalam ranah sipil melalui berbagai nota kesepahaman (MOU) TNI dengan kementerian dan instansi sipil lainnya. Panglima TNI baru perlu merealisasikan agenda visi presiden terkait lautan Nusantara sebagai bagian dari Tol Maritim Dunia dengan membangun kekuatan pertahanan maritim yang dapat memperkuat pertahanan kekuatan AL, AD dan AU dan memastikan semua Flash Point dan jalur ALKI terproteksi dengan baik.

Continue Reading

Perompak Di Perairan Sabah, Sorganya Penculik Sandra Abu Sayyaf

Untuk ke sekian kalinya warga Indonesia di culik atau jadi Sandra di perairan Sabah, Malaysia. Bagi kelompok Abu Sayyaf, warga Negara Indonesia adalah Sandra yang empuk dan gampang di jadikan uang. Beda kalau menyandra warga Malaysia, mana urusannya bisa bertele-tele, sudah itu banyak warga “Filipina” di Sabah yang ikut kena imbasnya. Warga Indonesia? Sungguh beda, culik tunggu dua minggu, uang masuk, selesai. Kejadian terahir ini, kurang lebih kronologinya begini. pada pukul 16.00, Sabtu 19 November, kapal ikan Malaysia diawaki 13 ABK yang seluruhnya WNI disergap. Sejumlah perompak naik ke kapal dan meneliti mana calon Sandra yang empuk

Continue Reading

Timur Tengah, Tirani, khilafiah, Adu Domba Sukuisme dan Pertahanan Negara

Setelah keruntuhan Kesultanan Usmani akibat kalah dalam Perang Dunia I, dunia Islam Arab mengalami krisis kepemimpinan politik dan peradaban. Wilayah Arab dikapling-kapling oleh Inggris dan Perancis dengan batas wilayah yang tidak solid karena kebanyakan merupakan padang pasir. Namun, setelah tahun 1930-an ditemukan ladang-ladang minyak, perbatasan antarnegara berubah menjadi sangat penting. Meskipun mayoritas masyarakat Arab berbicara dengan bahasa yang sama, memeluk agama yang sama, ternyata kesamaan bahasa, agama, dan daratan tidak bisa menjadi pemersatu. Kabah di Mekkah yang menjadi kiblat sembahyang dan pusat umrah serta haji seluruh umat Islam belum mampu menjadi pemersatu masyarakat Arab. Fanatisme etnis dan kepentingan dinasti tetap saja memunculkan persaingan sengit.

Continue Reading