Persepsi ancaman

Post thumbnail

Membuka Potensi Ekonomi dan Memperkuat Pertahanan Di Natuna

Indonesia yang luas, memerlukan system pertahanan yang kuat dan terintegrasi. Sekarang ini, kemampuan negara baru sebatas bisa membiayai personilnya saja. Dalam arti yang sebenarnya, gelar kekuatan TNI kita itu masih bagian dari masalah. Menjadi masalah karena sarana dan prasarananya tidak bisa mendukung. Seperti pasukan TNI kita yang digelar di sepanjang perbatasan. Pos nya sangat sederhana, tidak ada sarana penunjang berteknologi. Posko posko itu tidak beda jauh dari Pos hansip yang kita kenal. Untuk drop logistik mereka saja masih persoalan utama. Untunglah sekarang jalan parallel perbatasan sudah dibangun.Untuk melahirkan TNI yang professional, membutuhkan negara yang kuat secara ekonomi dan terbebas dari korupsi. Kesadaran kearah itu harus ada pada setiap lini kehidupan anak bangsa, khususnya TNI.

Continue Reading
Post thumbnail

Menjaga Marwah Perbatasan

Dalam konteks Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 km dan memiliki wilayah perbatasan dengan 10 negara, perbatasan darat dengan Malaysia, Papua New Guinea dan Timor Leste. Sementara perbatasan laut dengan India, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Kepulauan Palau. Filipina, Papua New Guinea. Australia dan Timor Leste dari semua Negara tetangga itu belum satupun masalah perbatasannya yang sudah selesai. Dalam hokum internasional perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah negara, dimana mempunyai nilai penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan, pemanfaatan sumber daya alam,  peningkatan keamanan dan keutuhan wilayah.

Continue Reading
Post thumbnail

Melanjutkan Reformasi TNI-Polri, Birokrasi Era Pilkada

Beberapa jenderal militer/ polisi dan birokrat provinsi rela melepas jabatan untuk menjadi calon gubernur atau wakil gubernur pada Pilkada 2018. Demikian juga sejumlah dandim, kapolres, dan sekda kabupaten/kota mau menanggalkan jabatan demi memburu kursi bupati/wali kota atau wakil bupati/wakil wali kota. Pelepasan jabatan penting di lingkungan TNI/Polri dan aparatur sipil negara (ASN) tersebut sebetulnya bukan gejala baru. Pada Pilkada 2015, misalnya, terdapat delapan perwira TNI/ Polri dan 176 petinggi ASN yang ikut berkompetisi merebut jabatan kepala daerah atau wakil kepala daerah. Malah pada Pilkada 2017 masyarakat dikejutkan oleh mundurnya perwira moncer, Mayor Agus Harimurti Yudhoyono, dari dunia militer demi mengikuti Pilkada DKI Jakarta.

Continue Reading
Post thumbnail

Natuna, Klaim Tiongkok dan Laut Natuna Utara

Dalam pandangan awam, klaim Tiongkok atas Natuna dan kemudian tindakan Indonesia yang mengganti nama Laut China Selatan di utara Natuna dengan nama Laut Natuna Utara adalah bagian dinamika hidup Negara bertetangga. Padahal, Indonesia dan Tiongkok dalam bahasa batas sesungguhnya bukanlah dua Negara yang berbatasan. Bahkan kalaupun dikaitkan dengan “Nine Dash Line China” Indonesia tidak terkait apa-apa dengannya. Tiongkok sejak 12 November 2015 secara terbuka telah mengakui kedaulatan Kepulauan Natuna sepenuhnya berada pada Indonesia.

Continue Reading
Post thumbnail

Tol Laut Jokowi Dalam Membuka Isolasi Perbatasan

Di era pemerintahan SBY sebetulnya semangat dan rencana untuk menjadikan Perbatasan sebagai Halaman Depan Bangsa sudah sangat kencang. Hal itu ditandai dengan dibuatnya UU No 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara yang didalamnya ada terkandung untuk membentuk BNPP., yang waktu itu diidentifikasi sebagai suatu Badan “ super body” yang akan mengentaskan pembangunan Perbatasan. Juga sudah ada konsep pembangunan infrastruktur MP3EI yang terdiri dari 6 koridor. Masalahnya dan ternyata MP3EI dengan enam koridor tersebut, pembangunan infrastruktur perbatasan tidak ditemukan di dalamnya, maka praktis perbatasan tetap terisolasi. Akibatnya meski BNPP lahir dan berkembang tetapi dihadapkan dengan kondisi perbatasan yang masih terisolasi, maka praktis BNPP hanya seperti macan diatas kertas. Hanya bisa membuat kebijakan, membuat grand design pembangunan perbatasan tetapi tidak bisa di implementasikan

Continue Reading
Post thumbnail

Semangat Reformasi dan Redislokasi TNI

Di negara mana pun keterlibatan tentara dalam urusan kekuasaan dalam keadaan darurat adalah hal yang lazim. Bahkan, untuk negara tertentu seperti Thailand, kudeta militer bukanlah hal yang luar biasa. Sangat disayangkan makna kedaruratan yang membenarkan tentara terlibat dalam urusan kekuasaan oleh Orde Baru kemudian dilanggengkan dengan konsep Dwifungsi ABRI. Melalui Tap MPR dan perundang-undangan lainnya, keterlibatan ABRI dalam politik praktis menjadi sah secara yuridis formal. ABRI kemudian mengemban tugas mengontrol rakyat yang tak sepaham, apalagi yang menentang Orde Baru. ABRI dalam hal ini TNI lebih khusus lagi TNI AD juga difungsikan sebagai lembaga skrining ideologi dan politik, layaknya peran lembaga Polit Biro Partai Komunis di negara komunis.

Continue Reading
Post thumbnail

AgustaWestland, TNI dan Bisnis Koruptif

Transaksi bisnis koruptif antara AgustaWestland, Irfan, dan TNI dalam pengadaan helikopter AW 101 memang tidak ideal. Ada tiga hal yang membuat transaksi itu tak ideal.
Pertama, pilihan TNI AU untuk berbisnis pengadaan helikopter dengan AgustaWestland tampaknya pilihan yang keliru. AgustaWestland sebagai produsen peralatan militer atau alat utama sistem persenjataan (alutsista) sebenarnya punya problem integritas. Perusahaan ini pernah terlibat dalam skandal suap penjualan 12 helikopter senilai 466 juta poundsterling kepada militer India. Petinggi militer India diduga menerima suap sampai 10 juta dollar AS

Continue Reading