<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Wilayah Pertahanan. Com</title>
	<atom:link href="http://www.wilayahpertahanan.com/comments/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wilayahpertahanan.com</link>
	<description>Forum Kajian dan Diskusi Wilayah Pertahanan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Aug 2010 02:08:31 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on JUWONO SUDARSONO,Jangan Sampai Indonesia Dilecehkan by harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/juwono-sudarsonojangan-sampai-indonesia-dilecehkan/comment-page-1#comment-59</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 02:08:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wilayahpertahanan.com/?p=260#comment-59</guid>
		<description>Juono Sudarsono, adalah pencetus ide MEF Minimal Essensial Force, sistem pertahanan yang tetap optimal dalam keterbatasan dana pertahanan,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Juono Sudarsono, adalah pencetus ide MEF Minimal Essensial Force, sistem pertahanan yang tetap optimal dalam keterbatasan dana pertahanan,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Faktor Pertahanan dalam Pembangunan Perekonomian by harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/faktor-pertahanan-dalam-pembangunan-perekonomian/comment-page-1#comment-55</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 05:03:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wilayahpertahanan.com/?p=256#comment-55</guid>
		<description>Pengembangan perekonomian tanpa mempertimbangkan faktor pertahanan, niscaya dia akan rapuh, daya tahannya akan lembah...tetapi sebaliknya penguatan faktor pertahanan dan keamanan tanpa mempertimbangkan sisi pengembangan perekonomian, jelas akan tidak bisa jalan...menurut anda bagaimana? Berikan komentar anda?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengembangan perekonomian tanpa mempertimbangkan faktor pertahanan, niscaya dia akan rapuh, daya tahannya akan lembah&#8230;tetapi sebaliknya penguatan faktor pertahanan dan keamanan tanpa mempertimbangkan sisi pengembangan perekonomian, jelas akan tidak bisa jalan&#8230;menurut anda bagaimana? Berikan komentar anda?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Industri Pertahanan dan Pemasaran ala Pejabat by harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/dialektika-pertahanan/industri-pertahanan-dan-pemasaran-lintas-pejabat/comment-page-1#comment-45</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 08:10:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wilayahpertahanan.com/?p=243#comment-45</guid>
		<description>Kalau semangat membangun kemampuan teknologi nasional, diwujudkan secara total, dalam artian, pemerintah secara konkrit melakukan pembelian dengan jalan mewajibkan kementerian/lembaga nasional memakai produk nasional, yang tertuang dalam kontrak kerja multi years; dengan cara seperti ini, posisi industri nasional kita akan lebih punya potensi untuk mengembangkan kemampuannya terlebih lagi kalau di tambah dengan kesediaan para pejabat terkaitnya melakukan pemasaran antar para pejabat dengan negara sahabat..menurut anda bagaimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau semangat membangun kemampuan teknologi nasional, diwujudkan secara total, dalam artian, pemerintah secara konkrit melakukan pembelian dengan jalan mewajibkan kementerian/lembaga nasional memakai produk nasional, yang tertuang dalam kontrak kerja multi years; dengan cara seperti ini, posisi industri nasional kita akan lebih punya potensi untuk mengembangkan kemampuannya terlebih lagi kalau di tambah dengan kesediaan para pejabat terkaitnya melakukan pemasaran antar para pejabat dengan negara sahabat..menurut anda bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hak dan Masalah Penangkapan Ikan Tradisional di Pulau Pasir by harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/dialektika-pertahanan/wilayahpertahanan-dialektika-pertahanan/hak-dan-masalah-penangkapan-ikan-tradisional-di-pulau-pasir/comment-page-1#comment-42</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 01:27:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wilayahpertahanan.com/?p=238#comment-42</guid>
		<description>terkait hak nelayan tradisional ini, Indonesia juga mempunyai komplain juga terhadap RRC, nelayan mereka sering melakukan penangkapan ikan di sona ZEE Indonesia di utara Natuna; RRC juga mengklaim bahwa nelayan mereka sudah melakukan penangkapan ikan jauh sebelum Indonesia merdeka; susahnya lagi, para nelayan China itu justeru di kawal oleh Armada militernya; sesuai praktek bernegara Indonesia sudah melakukan protes, mereka juga protes; nampaknya hal-hal seperti ini masih perlu ada kajian yang lebih luas dan sungguh-sungguh sehingga masing-masing negara bisa saling bekerjasama...menurut anda bagaimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terkait hak nelayan tradisional ini, Indonesia juga mempunyai komplain juga terhadap RRC, nelayan mereka sering melakukan penangkapan ikan di sona ZEE Indonesia di utara Natuna; RRC juga mengklaim bahwa nelayan mereka sudah melakukan penangkapan ikan jauh sebelum Indonesia merdeka; susahnya lagi, para nelayan China itu justeru di kawal oleh Armada militernya; sesuai praktek bernegara Indonesia sudah melakukan protes, mereka juga protes; nampaknya hal-hal seperti ini masih perlu ada kajian yang lebih luas dan sungguh-sungguh sehingga masing-masing negara bisa saling bekerjasama&#8230;menurut anda bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menhan Prihatin,  Sarana Pertahanan Pulau Rondo by harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/menhan-prihatin-sarana-pertahanan-pulau-rondo/comment-page-1#comment-39</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 04:03:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wilayahpertahanan.com/?p=233#comment-39</guid>
		<description>Secara akal sehat, menempatkan satu pleton marinir untuk menjaga pulau terluar pulau Rondo, adalah sesuatu yang menggembirakan, minimal dalam sejarahnya nanti akan tercatat bahwa pulau tersebut pernah di jaga marinir; tetapi dari segi pertahanan, penempatan itu sendiri sebenarnya hanya membuat masalah; khususnya bagi mereka yang bertugas di sana, apalagi tunjangan bagi prajurit perbatasan yang oleh pemerintah telah di upayakan sejak tahun 2009 lalu, dan meski semua setuju, nyatanya para prajurit itu masih dengan tunjangan lama; uang berlayar rp2600/hari ( ingat satu bungkus rokok saja sudah sepuluh ribu) dan tunjangan pisah keluarga masih Rp50 ( baca: limapuluh rupiah ) perhari; ya teman saya bilang ga ada bedanya dengan masa kerja paksa jamannya Daendels tempo doeloe. Ya, semoga saja; negara kita tidak makin korup, dimana golongan tiga-A saja bisa korupsinya sebesar 100 milyar lebih; lha gimana kalau pangkatnya yang lebih tinggi lagi? Sementara prajuritnya hanya diberi 50 rupiah/hari? Gimana menurut anda; masihkah itu manusiawi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Secara akal sehat, menempatkan satu pleton marinir untuk menjaga pulau terluar pulau Rondo, adalah sesuatu yang menggembirakan, minimal dalam sejarahnya nanti akan tercatat bahwa pulau tersebut pernah di jaga marinir; tetapi dari segi pertahanan, penempatan itu sendiri sebenarnya hanya membuat masalah; khususnya bagi mereka yang bertugas di sana, apalagi tunjangan bagi prajurit perbatasan yang oleh pemerintah telah di upayakan sejak tahun 2009 lalu, dan meski semua setuju, nyatanya para prajurit itu masih dengan tunjangan lama; uang berlayar rp2600/hari ( ingat satu bungkus rokok saja sudah sepuluh ribu) dan tunjangan pisah keluarga masih Rp50 ( baca: limapuluh rupiah ) perhari; ya teman saya bilang ga ada bedanya dengan masa kerja paksa jamannya Daendels tempo doeloe. Ya, semoga saja; negara kita tidak makin korup, dimana golongan tiga-A saja bisa korupsinya sebesar 100 milyar lebih; lha gimana kalau pangkatnya yang lebih tinggi lagi? Sementara prajuritnya hanya diberi 50 rupiah/hari? Gimana menurut anda; masihkah itu manusiawi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TNI Kaji Hak Pilihnya by harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/tni-kaji-hak-pilih-tni/comment-page-1#comment-36</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 04:41:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wilayahpertahanan.com/?p=228#comment-36</guid>
		<description>Ada orang yang menanyakan, kenapa sih negara kita selalu terbawa oleh berbagai gelombang pemberitaan-demi pemberitaan; padahal sejatinya, secara nasional berbagai persoalan bangsa itu sebenarnya sudah ada agendanya; sudah ada waktunya, tetapi di negara kita selalu ada berita-berita &quot;heboh&quot; yang sebenarnya berada di luar jadwal pemberitaan, ada kesan media kita terlalu banyak unsur provokasinya...sehingga kalau pemerintah dan DPR tidak mawas diri, bisa-bisa mereka hanya akan jadi pimpongan para provokator dari media masa...menurut anda bagaimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada orang yang menanyakan, kenapa sih negara kita selalu terbawa oleh berbagai gelombang pemberitaan-demi pemberitaan; padahal sejatinya, secara nasional berbagai persoalan bangsa itu sebenarnya sudah ada agendanya; sudah ada waktunya, tetapi di negara kita selalu ada berita-berita &#8220;heboh&#8221; yang sebenarnya berada di luar jadwal pemberitaan, ada kesan media kita terlalu banyak unsur provokasinya&#8230;sehingga kalau pemerintah dan DPR tidak mawas diri, bisa-bisa mereka hanya akan jadi pimpongan para provokator dari media masa&#8230;menurut anda bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on 45 tahun kompas,  Pilar Batu  Bangun Nusantara by harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/45-tahun-kompas-pilar-batu-bangun-nusantara/comment-page-1#comment-34</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:19:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wilayahpertahanan.com/?p=224#comment-34</guid>
		<description>Kalau anda mengetahui harian kompas dan kebetulan mempunyai kenagan tersendiri, silahkan berikan komentar anda; tetapi pengalaman saya yang sulit saya lupakan adalah nilai Honor menulis di harian kompas tahun 70 an, kala itu sebagai mahasiswa saya bandingkan honor sebuah artikelnya senilai 27.5000 sampai 30.000. rupiah, atau setara dengan harga satu ton beras kualitas sedang; sekarang honor tulisannya berkisar antara 300-500 ribu  atau setara dengan 90-100 kg beras kualitas rendah; beda bangatkan? Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau anda mengetahui harian kompas dan kebetulan mempunyai kenagan tersendiri, silahkan berikan komentar anda; tetapi pengalaman saya yang sulit saya lupakan adalah nilai Honor menulis di harian kompas tahun 70 an, kala itu sebagai mahasiswa saya bandingkan honor sebuah artikelnya senilai 27.5000 sampai 30.000. rupiah, atau setara dengan harga satu ton beras kualitas sedang; sekarang honor tulisannya berkisar antara 300-500 ribu  atau setara dengan 90-100 kg beras kualitas rendah; beda bangatkan? Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MEF dan Efek Deteren Dalam Sistem Pertahanan by harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/pertahanan/mef-dan-efek-deteren-dalam-sistem-pertahanan/comment-page-1#comment-19</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 14:59:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wilayahpertahanan.com/?p=188#comment-19</guid>
		<description>Setuju banget,,meski terbatas dengan anggarannya,, tetapi karena strategi tertentu, maka efek deterennya juga punya wibawa..setuju..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju banget,,meski terbatas dengan anggarannya,, tetapi karena strategi tertentu, maka efek deterennya juga punya wibawa..setuju..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MEF dan Efek Deteren Dalam Sistem Pertahanan by hanuar jamal</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/pertahanan/mef-dan-efek-deteren-dalam-sistem-pertahanan/comment-page-1#comment-18</link>
		<dc:creator>hanuar jamal</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 00:32:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wilayahpertahanan.com/?p=188#comment-18</guid>
		<description>MEF sendiri sebenarnya sudah merupakan respon yang di ketengahkan saat anggaran pertahanan negara sangat terbatas, tetapi namun demikian masih perlu dicarikan solusi atau strategi yang pas agar dalam serba keterbatasan anggaran tersebut, ia masih memberikan efek deterence yang baik...suatu konsep yang perlu dipikirkan...kalau anda bagaimana ? Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MEF sendiri sebenarnya sudah merupakan respon yang di ketengahkan saat anggaran pertahanan negara sangat terbatas, tetapi namun demikian masih perlu dicarikan solusi atau strategi yang pas agar dalam serba keterbatasan anggaran tersebut, ia masih memberikan efek deterence yang baik&#8230;suatu konsep yang perlu dipikirkan&#8230;kalau anda bagaimana ? Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pimpinan Yang Menodai Pengabdiannya by harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/pertahanan/pimpinan-yang-menodai-pengabdiannya/comment-page-1#comment-9</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 01:46:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wilayahpertahanan.com/?p=152#comment-9</guid>
		<description>Kalau melihat cara-cara pimpinan lembaga atau departemen dalam mengelola kewenanganya, yang terkesan adalah masih jauhnya kita dari semangat untuk membangun Indonesia yang bersih, efisien dan adil, yang ada justeru masih dengan pola-pola lama yang masih mengutamakan kepentingan pribadi, golongan dan kkn serta korupsi  ...jadi kapan kita akan mulai membangun Indonesia yang kuat, sejahtera dan adil itu ? Ya kapan ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau melihat cara-cara pimpinan lembaga atau departemen dalam mengelola kewenanganya, yang terkesan adalah masih jauhnya kita dari semangat untuk membangun Indonesia yang bersih, efisien dan adil, yang ada justeru masih dengan pola-pola lama yang masih mengutamakan kepentingan pribadi, golongan dan kkn serta korupsi  &#8230;jadi kapan kita akan mulai membangun Indonesia yang kuat, sejahtera dan adil itu ? Ya kapan ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
