<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menhan Prihatin,  Sarana Pertahanan Pulau Rondo</title>
	<atom:link href="http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/menhan-prihatin-sarana-pertahanan-pulau-rondo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/menhan-prihatin-sarana-pertahanan-pulau-rondo</link>
	<description>ForumKajiandanDiskusiWilayahPertahanan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 00:34:08 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: harmen</title>
		<link>http://www.wilayahpertahanan.com/forum-pertahanan/menhan-prihatin-sarana-pertahanan-pulau-rondo/comment-page-1#comment-39</link>
		<dc:creator>harmen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 04:03:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wilayahpertahanan.com/?p=233#comment-39</guid>
		<description>Secara akal sehat, menempatkan satu pleton marinir untuk menjaga pulau terluar pulau Rondo, adalah sesuatu yang menggembirakan, minimal dalam sejarahnya nanti akan tercatat bahwa pulau tersebut pernah di jaga marinir; tetapi dari segi pertahanan, penempatan itu sendiri sebenarnya hanya membuat masalah; khususnya bagi mereka yang bertugas di sana, apalagi tunjangan bagi prajurit perbatasan yang oleh pemerintah telah di upayakan sejak tahun 2009 lalu, dan meski semua setuju, nyatanya para prajurit itu masih dengan tunjangan lama; uang berlayar rp2600/hari ( ingat satu bungkus rokok saja sudah sepuluh ribu) dan tunjangan pisah keluarga masih Rp50 ( baca: limapuluh rupiah ) perhari; ya teman saya bilang ga ada bedanya dengan masa kerja paksa jamannya Daendels tempo doeloe. Ya, semoga saja; negara kita tidak makin korup, dimana golongan tiga-A saja bisa korupsinya sebesar 100 milyar lebih; lha gimana kalau pangkatnya yang lebih tinggi lagi? Sementara prajuritnya hanya diberi 50 rupiah/hari? Gimana menurut anda; masihkah itu manusiawi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Secara akal sehat, menempatkan satu pleton marinir untuk menjaga pulau terluar pulau Rondo, adalah sesuatu yang menggembirakan, minimal dalam sejarahnya nanti akan tercatat bahwa pulau tersebut pernah di jaga marinir; tetapi dari segi pertahanan, penempatan itu sendiri sebenarnya hanya membuat masalah; khususnya bagi mereka yang bertugas di sana, apalagi tunjangan bagi prajurit perbatasan yang oleh pemerintah telah di upayakan sejak tahun 2009 lalu, dan meski semua setuju, nyatanya para prajurit itu masih dengan tunjangan lama; uang berlayar rp2600/hari ( ingat satu bungkus rokok saja sudah sepuluh ribu) dan tunjangan pisah keluarga masih Rp50 ( baca: limapuluh rupiah ) perhari; ya teman saya bilang ga ada bedanya dengan masa kerja paksa jamannya Daendels tempo doeloe. Ya, semoga saja; negara kita tidak makin korup, dimana golongan tiga-A saja bisa korupsinya sebesar 100 milyar lebih; lha gimana kalau pangkatnya yang lebih tinggi lagi? Sementara prajuritnya hanya diberi 50 rupiah/hari? Gimana menurut anda; masihkah itu manusiawi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

