pertahanan militer dan nir militer

Clickbank Products

Kemampuan vs Bisnis Industri Pertahanan


Clickbank Products

Dalam berbagai media selalu disebutkan bahwa Potensi dan kemampuan Industri pertahanan Indonesia cukup membanggakan, banyak kemampuan yang dimiliki tetapi sayangnya semua itu baru dalam ungkapan angan-angan atau seperti semangat pembangunan nasional “ baru akan”; sahabat dari Malaysia dengan enteng bilang Indon itu jago hanya dalam kata-kata dan semua pembangunannya baru sebatas “akan”. Malaysia beza, media kita hanya bicara telah selesai dibangun dan pesta peresmiannya; konkrit dan ada.

LinkedTube

Cobalah baca reportase Kompas 5 Januari terkait Indutri pertahanan Indonesia;  Bunyi ribuan butir tabung logam berdenting meluncur dari mesin pembuat tabung peluru (brass cup) sepanjang pagi di pabrik amunisi PT Pindad di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, awal November 2011. Para pekerja dengan serius memilah tabung peluru yang tidak memenuhi standar produksi. Pada saat bersamaan, satuan pengamanan mengawasi lalu lalang pekerja dari dan ke kompleks pabrik yang membuat amunisi, granat tangan, peluru mortir, dan granat (peluru meriam) untuk pasar domestik dan internasional tersebut.

”Kita mengekspor ke Amerika Serikat, Thailand, Singapura, dan sejumlah negara lain. Tetapi, tentu saja prioritas produksi Pindad digunakan untuk memenuhi kebutuhan TNI. Kalau ada kelebihan produksi, baru kita mengekspor,” kata Kepala Divisi Amunisi Untung Purnomo saat menerima kunjungan wartawan ke pabrik amunisi Pindad di Turen.

PT Pindad berpotensi mengekspor amunisi ringan seperti kaliber 5,56 milimeter (mm), 7,62 mm, hingga 9 mm. Sayang, banyak mesin pembuat peluru tersebut sudah tua dan perlu biaya hingga ratusan miliar rupiah untuk dimodernisasi. Kebutuhan amunisi ringan tiap tahun di dalam negeri mencapai 120 juta butir, belum lagi peluang ekspor amunisi. Entah mengapa pembiayaan dinilai menjadi kendala untuk mengembangkan industri senjata yang sebetulnya menguntungkan tersebut?

Potensi menjadi pemain kelas dunia juga dimiliki PT PAL Surabaya dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang membangun kemampuan maritim dan dirgantara bangsa Indonesia. Saat rombongan mengunjungi PT PAL, sejumlah kapal tanker kimia pesanan Eropa sedang menjalani tahap penyelesaian di dok kering (dry dock) PT PAL. PT PAL berulang kali menerima pesanan dari Jerman, Italia, dan sejumlah negara Asia.

”Aneh justru 80 persen pesanan dari dalam negeri untuk pengguna sipil tidak terlalu banyak. Kita justru dipercaya pelanggan dari negara Eropa dan Asia. Padahal, tenaga ahli di PT PAL memiliki kemampuan menggarap kapal sipil dan militer. Beberapa waktu lalu, teknisi Rusia juga terkejut melihat kemampuan insinyur PAL menyiapkan platform penembakan Rudal Yakhont dari KRI Oswald Siahaan,” kata Direktur Sumber Daya Manusia PT PAL Sutedjo.

Bahkan, PT PAL memiliki lebih banyak perancang kapal dibandingkan dengan India. Saat ini, India sudah mengembangkan kapal induk dan pelbagai armada sipil dan militer. Bangsa yang memiliki kekuatan maritim berupa armada kargo, perikanan, dan militer memang tidak ada yang dipandang enteng di dunia. Demikian juga di PT DI. Manajer Penjualan PT DI Eka Wahyono mengatakan, meski terkesan ”mati suri”, pesawat penumpang terbesar di dunia milik Airbus A380 yang mampu mengangkut 600 penumpang pada bagian kerangka utama pesawat itu dibuat di Bandung, di PT DI.

”Sekarang kita tinggal memegang lisensi untuk merakit dua jenis pesawat. Padahal, insinyur kita masih dipercaya ikut dalam pengembangan pesawat tempur KFX dengan Korea Selatan yang memiliki kemampuan setara F-35. Tanpa pesanan baru akan sulit bagi PT Dirgantara Indonesia bertahan,” kata Eka. Direktur Teknik dan Pengembangan PT DI Dita Ardoni Jafrie menambahkan, CN-235 buatan Bandung sebetulnya sudah dibeli Pakistan, Korsel (termasuk sebagai pesawat kepresidenan), Malaysia, Brunei, dan Uni Emirat Arab. Dia justru menyayangkan, hanya sedikit yang digunakan di dalam negeri dan Presiden Indonesia pun tak ada yang menumpang CN-235 buatan Bandung tersebut.

Pemain atau penonton

Saat ditelusuri lebih lanjut, banyak pakar di bidang maritim, dirgantara, dan kesenjataan (ordnance) Indonesia yang kini berkiprah di luar negeri. Ada ahli drone (pesawat mata-mata tanpa awak) yang kini bekerja di Belanda yang mengembangkan teknologi canggih untuk Uni Eropa. Di dalam negeri, sebutlah kemampuan rancang bangun yang dimiliki para ahli di PT Pindad, PT DI, dan PT PAL tidak bisa dipandang sebelah mata.

”Kita sedang memodifikasi tank BTR-50 sebagai wahana tank amfibi. Uji coba sedang dilakukan dengan saksama,” kata Kartiko Adi Widodo, insinyur di PT PAL. Indonesia memang memiliki kemampuan termasuk di sektor industri pertahanan oleh swasta. Semisal Ricky Egam yang mengembangkan bom latih dan bom ledak untuk pesawat tempur Sukhoi kini terus mengembangkan usaha. ”Ada insinyur di Malang yang berhasil mengembangkan serat rami sebagai bahan pelindung antipeluru yang memiliki kemampuan setara Kevlar buatan Dupont, Amerika Serikat. Entah kenapa hingga sekarang temuan karya bangsa sendiri tersebut tidak bisa diproduksi massal,” kata Ricky.

Selain itu, produk lain seperti drag chute (parasut pengerem) hingga flotation gear (alat pelampung bagi helikopter agar dapat mendarat di air) buatan dalam negeri juga sudah berhasil dibuat, tetapi lagi-lagi tidak bisa diproduksi massal. Tentu hal ini bukan karena masalah teknis.

Selain itu, ada persoalan dalam wajah diplomasi politisi dan elite politik Indonesia di mata negara maju yang terkesan kurang bersahabat dan anti Barat sehingga tentu dianggap berbahaya jika Indonesia membangun industri pertahanan berbasis dan menguasai teknologi maju. Contohlah Jepang, Korsel, dan Thailand yang mampu berdiplomasi low profile sehingga negara-negara maju tidak merasa terancam dengan kemajuan mereka.

Anton Aliabas, dosen Universitas Pertahanan Indonesia, yang dihubungi, berharap Pemerintah Indonesia dengan bijak dapat meyakinkan negara maju tentang kemajuan Indonesia yang tidak akan menjadi ancaman bagi mereka serta memanfaatkan peluang ekspor industri strategis sehingga perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjadi profit centre dan tidak sekadar mengandalkan pesanan dari dalam negeri.

Kondisi itu tentu membangun percaya diri bangsa Indonesia. Rasa percaya diri adalah salah satu senjata dalam memenangi persaingan global bagi suatu bangsa! (Iwan Santosa)

Keraguan Sendiri

Saya mencoba mencari dimana sebenarnya permasalahan yang bisa jadi merupakan penghambat bagi Indonesia berkiprah. Dari  pemberitaan media terkait Industri pertahanan, saya mencoba mengangkat dua hal  yang jadi semacam keraguan dan jadi penghalang itu; pertama dari ungkapan Wamenhan, menurutnya saat ini pengadaan kapal untuk TNI dari dalam negeri tidak ada monopoli lagi. Perusahaan-perusahaan swasta diminta menyampaikan kemampuannya dalam produksi kapal kepada TNI Angkatan Laut. PT PAL Indonesia pun diminta memperbaiki manajemen. Secara jelas beliau memperlihatkan bahwa PT PAL harus lebih memantapkan  manajemennya. Bisakah hal itu dijadikan sebagai gambaran manajemen BUMN ? Bisa jadi ya, dan keraguan itu ada dalam pandangan seorang wamenhan.

Kemudian yang menarik lainnya adalah dalam persoalan Diplomasi; ada persoalan dalam wajah diplomasi politisi dan elite politik Indonesia di mata negara maju yang terkesan kurang bersahabat dan anti Barat sehingga tentu dianggap berbahaya jika Indonesia membangun industri pertahanan berbasis dan menguasai teknologi maju. Bisa jadi Dunia memang belum mengenal Indonesia, kecuali yang jelek-jeleknya saja. Malah dianjurkan untuk mencontoh  Jepang, Korsel, dan Thailand yang mampu berdiplomasi low profile sehingga negara-negara maju tidak merasa terancam dengan kemajuan mereka.

Seperti kata Anton Aliabas, dosen Universitas Pertahanan Indonesia, yang dihubungi Kompas, berharap Pemerintah Indonesia dengan bijak dapat meyakinkan negara maju tentang kemajuan Indonesia yang tidak akan menjadi ancaman bagi mereka serta memanfaatkan peluang ekspor industri strategis sehingga perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjadi profit centre dan tidak sekadar mengandalkan pesanan dari dalam negeri.

Kalau kedua hal itu dianggap mewakili realitas yang ada, maka memang perjuangan Indonesia untuk bisa jadi pemain di dalam Industri pertahanan masih sangat jauh; yang konkrit perlu di tingkatkan saat ini ya kemampuan jadi sub kontraktor saja; biar semua part dan kerangka Ranpur itu dikerjakan di Indonesia, karena lebih murah dan bagi Indonesia hitung-hitung untuk lebih mengasah ketrampilan anak negeri.

 

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

  • RSS WilayahPerbatasan.com

    • Garda Batas Malaysia, Askar Wataniah February 17, 2012
      Askar Wataniah (AW) telah diorganisasikan dan distrukturkan dalam komponen-komponen berikut: Elemen Tempur melekat pada satuan Tempur Elemen Bantuan Tempur melekat pada bantuan tempur Elemen Bantuan Pelayanan melekat pada satuan admin Elemen Pakar Pasukan Latihan Perwira Cadangan (PALAPES). Pasukan AW Kerahan (Mobilisasi). Elemen Tempur.     Yaitu Seri 500 A […]
      harmen batubara
    • Askar Wataniah, Garda Batasnya Malaysia February 10, 2012
      Kita turut gembira, Pemerintah membentuk Garda Batas yang terdiri dari para tokoh masyarakat dan pemuda di kawasan perbatasan. Pem bentu kan Garda Batas ditujukan sebagai bagian dari pengembangan manajemen lintas batas negara. Ditargetkan, hingga 2014 mendatang anggota Garda Batas akan mencapai dua ribu orang yang tersebar di 111 kecamatan lini terde pan pri […]
      harmen batubara
    • Grand Design Pembangunan Papua February 3, 2012
      oleh harmen batubara Sejak menjadi bagian dari Indonesia, sampai kini Papua terus bergejolak. Kemduain banyak yang iktu bermain ada satu masa dahulu pemerintah mempercayakan “keamanan” kepada TNI dan Polri dengan dana “tanpa batas” dan hingga kini efeknya masih terasa. Begitu juga dengan persoalan sosial yang terus mengemuka, berbentuk penyerangan atau tuntu […]
      harmen batubara
  • RSS HarmenBatubara.com

    • Cash Bullets Software Review February 17, 2012
      Who will benefit from Cash Bullets? Basically anybody who wants to make a site as an affiliate business would love this software. Let’s take a look and face it; as affiliate marketing you need to know how to optimize your website; you need to make sure that you know how it all works, honestly, by using this software it can help you out without wasting your m […]
      batubara
    • Armageddon Paydays review February 11, 2012
      Armageddon Paydays is software that helping you automates making money online, especially for newbie’s. It utilizes social media Face book and blogs as target. So whatever Armageddon Paydays is? Believe me it is a value added tool that you can take advantage of. With this software you can makes the largest social networking site and most visited website Face […]
      batubara
    • CurationSoft Review of the Full Version February 4, 2012
      In a simple manner lets me asking you a question. Have you ever created a “roundup”, “mash up” or some sort, or a “resource list” in your website or blog? But remembers not just scrapping it. In another word, choose a topic, research for the best articles out there, combine them into a post, publish, and share it to the world. That’s curating content! Bear i […]
      batubara
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline