MEF, Strategi Memantapkan Pertahanan Di Tengah Keterbatasan
Saat membuka Rapat Pimpinan TNI di Jakarta, (25/1), Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menyatakan pada 2010, TNI akan memfokuskan diri pada pembangunan kekuatan dan organisasi TNI. “Tahun 2010 merupakan titik awal bagi TNI untuk memantapkan pembangunan kekuatan dan pengembangan organisasi”.
Panglima TNI menjelaskan, tahun 2010 merupakan titik awal pelaksanaan Rencana Strategis TNI Tahap II (2010-2014), khususnya pengembangan dan pembangunan TNI menuju terwujudnya MEF (minimum essential force) kekuatan pokok minimum.
“Salah satu realisasi pengembangan dan pembangunan kekuatan serta organisasi adalah pembentukan Kodiklat, pemekaran Kodam serta peningkatan status satuan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara di Kalimantan.”
Seminggu sebelumnya (22/1), Wakil Menhan Letjen Sjafrie Sjamsuddin di Jakarta mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan (sebelumnya Departemen Pertahanan) akan merestrukturisasi organisasi sebagai wujud dari reformasi birokrasi. Kementerian saat ini sedang menunggu dasar hukum perubahan struktur tersebut yang berbentuk peraturan presiden. Proses ini, semua telah di rampungkan secara administrasi dan telah dajukan ke setneg untuk selanjutnya mformulasikan kelayakannya untuk menjadi peraturan presiden maupun peraturan pemerintah,”
Perubahan yang menonjol dari restrukturisasi tersebut adalah perampingan struktur direktur jenderal. Jumlah dirjen yang semula lima disederhanakan menjadi empat dirjen. Pertama adalah Dirjen Perencanaan Pertahanan yang mengurus anggaran pertahanan. Kedua adalah Dirjen Strategi Pertahanan dan bertugas mengurus strategis pertahanan negara secara keseluruhan sebagaimana diketahui bahwa pertahanan negara yang terdiri dari pertahanan militer dan non militer.
Ketiga adalah Dirjen Potensi Pertahanan yang betugas mengurusi bela negara, termasuk komponen cadangan dan komponen pendukung. Terakhir, dirjen baru yang bertugas untuk mengurusi manajemen dan administrasi komponen utama yakni TNI. Sementara, pengadaan alutsista akan oleh badan sarana pertahanan dan kedudukannya tidak setara dengan dirjen. ”
Dalam hal pengadaan alutsistan, sesuai dengan petunjuk presiden, agar memantafkan koordinasi antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI dalam pengadaan alutsista sesuai petunjuk presiden, hal seperti ini bukan sebagai bentuk intervensi, tetapi untuk keterpaduan alutsista TNI, apalagi, hak kewenangan untuk menentukan spesifikasi alustsista tetap berada di tangan angkatan. Karena itu, pimpinan TNI mengambil kebijakan dengan membentuk Dewan Kebijakan Penentu (Wanjaktu) Alutsista TNI. Tugasnya, melakukan penilaian yang mendalam tentang efektifitas dan integrasi pengoperasian alustsista. “Dengan demikian, setiap alutsista peralatan dan perlengkapan militer yang kita pilih, dipastikan dapat dioperasikan secara integratif, sinergis dan terpadu, antara yang satu dengan lainnya, baik interim angkatan maupun gabungan.
Panglima TNI menambahkan, pengembangan organisasi itu tentu diikuti pengembangan sarana dan prasarana termasuk pemenuhan kebutuhan dan modernisasi alat utama sistem senjata. Ia mengemukakan, pengembangan dan pembangunan kekuatan serta organisasi itu disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis dan persepsi ancaman. “Semua program yang akan kita laksanakan pada 2010 tentunya didasarkan pada evaluasi pada 2009, salah satunya menurunkan angka kecelakaan.”
Di sisi lain Wamenhan, Sjafrie Samsudin menambahkan struktur TNI juga akan ikut dipertajam. Dan salah satu yang menonjol adalah adanya efisiensi untuk struktur organisasi perkoperasian. Perpres 43/2009 tentang pengambilalihan aktivitas bisnis TNI memperbolehkan prajurit untuk berkoperasi sesuai haknya sebagai warga negara. Namun, hal itu tidak akan lagi dijadikan bagian pembinaan karir prajurit.
Comments
One Comment on MEF, Strategi Memantapkan Pertahanan Di Tengah Keterbatasan
-
harmen on
Mon, 1st Feb 2010 12:44 pm
MEF adalah suatu strategi mensiasati keterbatasan anggaran dalam bidang pertahanan, istilah ini di populerkan oleh mantan Menhan Yuwono Sudarsono; harus diakui bahwa pendekatan minimal essesial Force ini, bisa memberi perubahan mendasar dalam cara pandang TNI dalam melihat Alutsistanya, dan juga bagaimana mengoptimalkan peran nir militer dalam memperkuat pertahanan dalam keterbatasan alutsistanya.
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!
















