pertahanan militer dan nir militer

Memberdayakan Papua, menggalang kebersamaan

Bagi banyak orang melihat Papua, tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Termasuk di dalamnya tentang penyelesaian masalah Papua; orang sering melihatnya sebagai sesuatu yang kompleks, dengan latar belakang sejarah yang panjang. Minimal hal seperti itu membutuhkan dialog yang berlandaskan rasa saling percaya. Selain itu juga perlu dilakukan implementasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Demikian benang merah rapat dengar pendapat Komisi I DPR dengan tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (18/1). Tim LIPI yang hadir terdiri dari Syamsuddin Haris, Muridan S Widjojo, Andriana Elisabeth, dan Amirudin Al Rahab.

Menurut kajian LIPI, salah satu akar konflik Papua adalah masalah kepercayaan. Masalah yang bersumber pada sejarah ini tidak hanya menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat Papua kepada pemerintah pusat di Jakarta, tetapi juga adanya ketidakpercayaan pemerintah kepada masyarakat Papua yang selalu dianggap memendam semangat separatis. Dalam konstek kesejarahan ini, sebenarnya ada satu hal yang perlu di ingat, dan hendaknya LIPI juga perlu memperhatikan. Bahwa dalam Hukum Kepemilikan suatu wilayah dikenal apa yang disebut prinsip “UTI POSSIDETIS JURIS” atau pewarisan wilayah pemerintah colonial kepada Negara baru selepas penjajahannya. Jadi secara hukum kepewarisan Internasional, Papua adalah bagian yang sah dan harus diwariskan oleh Belanda kepada Indonesia.

Tentang pembangunan Papua, LIPI menawarkan Papua suatu Road Map atau Peta Jalan Papua.

Dalam Papua Road Map tersebut, LIPI menawarkan penyelesaian Papua dengan memecahkan empat sudut masalah. Keempat masalah itu adalah kegagalan pembangunan, marjinalisasi dan diskriminasi, sejarah dan status politik, serta kekerasan negara dan pelanggaran hak asasi manusia. Dilihat dari sudut pandang LIPI, khususnya dalam pengelopokan masalah, maka kesan yang muncul adalah adanya gambaran yang kurang pas dalam melihat masalah di Papua. Karena sesungguhnya, masalah Papua adalah persoalan keterbelakangan, tidak adanya tokoh/pemimpin sentral yang mendapat pengakuan serta mau memberikan bimbingan, besarnya tantangan/hambatan dan gangguan bagi keberlangsungan kehidupan, dan banyaknya pihak yang memanfaatkan semua keterbatasan tersebut bagi kepentingannya sendiri-sendiri.

Tidak Sungguh-sungguh

Banyak pihak tadinya percaya bahwa UU “otonomi khusus” adalah solusi yang sampai saat ini masih dianggap merupakan penyelesaian yang tepat. Masalahnya, keterbatasan dalam pelaksanaannya di lapangan. Keterbatasan kemampuan SDM telah membuat UU ini, hanya sebagai macan diatas kertas. Pada kenyataannya, tidak ada tokoh yang tumbuh dan mampu mengemban tujuan dari Otonomi Khusus di maksud. Nyatanya yang selalu dikemukaan adalah tiadanya, maslahat langsung yang dapat dirasakan warga. Sementara dana yang dikeluarkan untuk mendukung kebijakan ini sudah lebih dari cukup. Ke depan, yang paling utama adalah menemukan pemimpin yang mampu mengelola kebijakan UU Otonomi Khusus tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

Pada kenyataannya sembilan tahun sejak diberlakukannya otonomi khusus, serta diikuti sejumlah dana yang sudah mencapai triliunan rupiah ke Papua, namun pada kenyataannya tidak banyak kemajuan di bidang pendidikan dan kesehatan. Padahal pada saat yang sama, otonomi khusus ini juga sebenarnya, telah melahirkan putra daerah yang jadi pejabat politik, pejabat yang seharusnya melayani kepentingan umum, namun faktanya justeru lebih cenderung memperkuat diri pribadi dan golongannya sendiri.

Oleh karena itu, yang diharapkan dewasa ini adalah adanya suatu jaringan kebersamaan; masalahnya apakah ada jaringan yang seperti itu? Atau dapatkah hal seperti itu dilewatkan Jaringan Damai Papua? Dapatkan jaringan ini menggalang dan menyatukan kelompok-kelompok di Papua, yang nantinya bisa diharapkan dapat dan bisa menentukan agenda dan perwakilan di antara mereka. Kalau hal seperti itu dapat tumbuh dan berkembang, maka dapat diharapkan mereka inilah nantinya yang dapat memberikan bimbingan, menunjukkan jalan yang benar, menuju ke masyarakat yang sejahtera. Bukan malah sebaliknya, melahirkan benih-benih konflik demi konflik yang tidak berkesudahan. Yang membuat sengsara, kawan dan lawan.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

  • RSS WilayahPerbatasan.com

    • Grand Design Pembangunan Papua February 3, 2012
      oleh harmen batubara Sejak menjadi bagian dari Indonesia, sampai kini Papua terus bergejolak. Kemduain banyak yang iktu bermain ada satu masa dahulu pemerintah mempercayakan “keamanan” kepada TNI dan Polri dengan dana “tanpa batas” dan hingga kini efeknya masih terasa. Begitu juga dengan persoalan sosial yang terus mengemuka, berbentuk penyerangan atau tuntu […]
      harmen batubara
    • Perdagangan di Perbatasan, Kata Kuncinya Infrastruktur dan Kerjasama January 30, 2012
      by harmen batubara Sebenarnya kalau infrastruktur dan aturannya nya dibangun dan berkualitas, maka geliat ekonomi akan mencari jalannya sendiri. Hal seperti itu terlihat jelas dalam perdagangan antara Indonesia dan Malaysia di wilayah perbatasan, pulau Kalimantan. Malaysia dengan kesiapan infrastrukturnya, ternyata telah jadi “pendikte” pasar di perbatasan, […]
      harmen batubara
    • Potret Perbatasan, Melihat Geliat Kehidupan di Pulau Sebatik January 21, 2012
      Berikut adalah gambaran kehidupan masyarakat di Pulau Sebatik, sketsa kehidupan yang dicuplik dari hasil penelitian Pusat Kajian Perbatasan Unhan terkait “Sebatik Social Mapping-2011).  Hal yang sangat penting dan menarik untuk dipelajari adalah pada sistem mata pencaharian hidup masyarakat pulau Sebatik karena sangat berkaitan dengan peningkatan kesejahtera […]
      harmen batubara
  • RSS HarmenBatubara.com

    • CurationSoft Review of the Full Version February 4, 2012
      In a simple manner lets me asking you a question. Have you ever created a “roundup”, “mash up” or some sort, or a “resource list” in your website or blog? But remembers not just scrapping it. In another word, choose a topic, research for the best articles out there, combine them into a post, publish, and share it to the world. That’s curating content! Bear i […]
      batubara
    • The Revolving Commissions product on Review January 29, 2012
      What is Revolving Commissions Any way? First you must remember. These products not products that give you money just of a matter push of button. This is a system that you can use as a part of money machine. The basic idea behind Revolving Commissions is leveraging social platforms to generate massive traffic to generate massive online commissions. For exampl […]
      batubara
    • Marketing With Anik review and $5000 Worth Of Bonuses, January 20, 2012
      Anik has also put together some amazing bonuses himself which gives the bonuses + the course a total value of nearly $5000 dollars even though you can get access to everything for just $37 dollars. These bonuses consist of some of his best products and you’ll get them 100% free when you take up the coaching offer from Anik: Best Affiliate Training – $997 Val […]
      batubara
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline