14x21 alutbekasD 60

Membangun Pertahanan Negara Kepulauan

TNI hingga saat ini masih melanjutkan paradigma pertahanan tentara Hindia Belanda yang tugas pokoknya memang relatif sama dengan tugas ABRI di era Orde Baru, yaitu mengawal pemerintahan serta menjaga industri dan obyek strategis mereka. Karena itu, pasukan TNI terpusat di Jawa dan sedikit di kota-kota besar luar Jawa. Kini peluang emas untuk kembali sebagai agen perubahan serta penyelamat bangsa dan negara untuk keluar dari belenggu realitas ada di tangan TNI. Salah satunya adalah dengan program redislokasi pasukan TNI yang selama ini menumpuk di Jawa ke seluruh wilayah, khususnya di perbatasan dan pedalaman. Dengan redislokasi pasukan TNI, otomatis akan terjadi pergeseran arus manusia dan barang dari semula terpusat di Jawa menjadi tersebar di seluruh wilayah. Dengan demikian, TNI akan tampil sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pelopor pembuka kawasan ekonomi baru.

Pertahanan Dengan Produk AlutSista Sendiri
Semua negara yang maju industrinya, termasuk industri pertahanan, pada tahap awal hampir pasti mengandalkan pasar dalam negeri. Tujuannya, mendapat kapasitas produksi yang memungkinkan industri tumbuh sehat berkelanjutan secara ekonomi tanpa tambahan investasi. Dikaitkan dengan persepsi ancaman dan khususnya tidaknya invasi terhadap RI dalam sepuluh tahun ke depan, maka saatnya Indonesia memperkuat kemampuan memproduksi Alut Sistanya sendiri. Karena itu, kita berharap kepada Pemerintah agar terus mendukung dan mewajibkan pengguna, yaitu TNI, Polri, dan instansi lainnya konsisten menggunakan produksi dalam negeri supaya kemandirian seperti yang dicita-citakan terwujud.
Lebih Detail
TNI Membutuhkan KoopsSus Separatisme
Selama ini hal seperti ini sepertinya berlalu begitu saja. Belum terlihat upaya konkrit dan terprogram dari Pemerintah Pusat dan Pemda untuk kembali memberdayakan kemampuan ekonomi warga eks KKSB ini. Karena itu kita senang dengan saran anggota Tim Kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elisabeth, berpendapat, penyerahan diri empat anggota Goliath di Puncak Jaya itu merupakan upaya jangka pendek untuk menciptakan perdamaian di Papua. ”Langkah ini merupakan salah satu upaya persuasif untuk mencegah konflik di Papua. Namun, diperlukan upaya jangka panjang untuk mencegah mereka kembali ke kelompok tersebut,” katanya. Ia menyebutkan, warga yang sudah menyerahkan diri kepada pemerintah harus mendapatkan jaminan kesejahteraan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan bagi keluarganya.
Lebih Detail
Tank Unggulan Untuk Medan Asia
PT Pindad butuh waktu hingga 3,5 tahun untuk membuat tank ukuran medium Tank Harimau ini. Pada tahun 2016 pihaknya baru bekerjasama dengan Turki untuk pengadaan dua prototype tank jenis medium. PT Pindad sepanjang proses pembuatan prototype tank mendapatkan transfer teknologi. Sebanyak 30 orang teknisi, desainer dan enginer Indonesia di awal tahun pembuatan tank ikut ke Turki untuk melihat sendiri permbuatan tank jenis medium. Kemudian pada tahun 2017 baru kemudian prototype kedua dibuat di Indonesia. Proses pembuatan tank ini tidak membutuhkan waktu lama karena prototype pertama sudah selesai dilakukan di Turki. Kerjasama pertahanan Indonesia dan Turki dimulai pada awal tahun 2015. Kerja sama ini dibuat untuk mengembangkan tank tempur dari nol. Berdasarkan kriteria spesifikasi dari TNI AD maka diabuatlah dua prototype Tank tersebut, satu dibuat di Turki dan satunya lagi di Indonesia.
Lebih Detail
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )