Clickbank Products

Industri Pertahanan, Nasionalisme Setengah Hati


Warning: Illegal string offset 'disable_postoptin_global' in /home3/harmen/public_html/wp-content/plugins/premium-list-magnet/plm.php on line 1220

oleh harmen batubara

Bahwa Indonesia telah mampu mengekspor CN 235 jenis pesawat angkut militer VIP ke negara Senegal Afrika, para petinggi kita sudah tahu. Bahwa Indonesia juga mengirimkan pesawat yang sama ke negara Burkina Faso, Afrika Barat, mereka juga ngerti. Juga masih ada pengiriman pesawat CN 235 jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA) ke Korean Coast Guard itu juga mereka sudah tahu. Selain jenis pesawat, Indonesia juga mengekspor persenjataan dan peralatan militer lainnya ke sejumlah negara seperti Timor Leste, Korea Selatan dan beberapa negara Asean (Filipina, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam) (Kompas, 24/3/2011). Khusus Timor Leste mendapatkan kredit ekspor 40 juta dollar dari pemerintah Indonesia untuk pembelian dua kapal patrol cepat (fast patrol boat).

Tetapi tahukah mereka bagaimana “gelar kekuatan” pertahanan trimatra nasional kita di sekitar Laut Natuna kepulauan Riau? Padahal lokasi wilayah itu sangat rentan dengan luberan masalah konflik di kepulauan Spratly di Lait China Selatan. Untuk TNI-AD disana hanya ada 5 kodim, Kodamnya sendiri jauh di Sumut dan Pontianak di Kalbar sana. Disana tidak ada Meriam tidak Arhanudri,pendek ceritra TNI-AD serasa belum hadir di sana. Untuk AU wilayah ini termasuk Koops I yang pusatnya di Jakarta, dan juga tidak punya apa-apa untuk wilayah ini. Untuk AL dia termasuk daerah Armabar juga dengan pusatnya ada di Jakarta. Untuk kemampuan Patroli, ternyata kita tidak punya kapal Fast patrol boat yang cukup; kalaupun ada jumlah dan kecepatannya jauh dibawah kecepatan para kapal nelayan asing. Singkat kata AL juga serasa tidak hadir di sana.

LinkedTube

Wilayah itu membutuhkan pesawat dan kapal patrol yang sebenarnya bisa dibuat oleh Industri pertahanan nasional kita. Tetapi seolah tidak terpikirkan. Fakta ini memperlihatkan rendahnya dukungan atau political will pemerintah terhadap pengembangan industri strategis nasional. Keberpihakan ini penting yang meliputi kepastian pendanaan, aspek regulasi atau peraturan, pembinaan teknis serta membangun sinergi antara pihak-pihak atau lembaga yang terkait. Dan lebih disayangkan lagi, pemerintah seringnya membeli produksi buatan luar negeri. Jadi ketika TNI kemarin dapat dana 17 triliun untuk pembelian Alut Sista; fokus mereka malah ke produk negara lain. Padahal yang kita butuhkan, bukanlah peralatan perang  yang canggih tetapi semata-mata alat perang yang bisa kita manfaatkan untuk menjaga kedaulatan negara kita. Cobalah simak bagaimana pemberitaan dan ulasan media masa terkait Industri Pertahanan Nasional kita:

KSAD: Leopard Diharapkan Meningkatkan Kemampuan Industri

defense-studies.blogspot.com1/19/12

Menurutnya, kemampuan industri pertahanan nasional saat ini baru sampai pada retrovit tank tringan. Untuk tank sedang dan tank berat, KSAD menyatakan Indonesia belum mampu. “Sehingga kalau ada TOT, kami bisa

Berita HanKam: Menhan: Industri Pertahanan Nasional Makin Maju

beritahankam.blogspot.com1/18/12

Permintaan pembelian alutsista produksi dalam negeri ini, tutur Purnomo, menunjukkan ketahanan industri nasional sudah cukup maju. “Saya menyatakan apresiasi kepada teman-teman industri pertahanan dari BUMN dan

Industri Pertahanan Nasional Makin Maju Dan Diakui Dunia

indo-defense.blogspot.com1/19/12

Industri Pertahanan Nasional Makin Maju Dan Diakui Dunia Internasional. 09:11 IDB No comments. Timor Leste akan memesan kapal patroli PT PAL, Malaysia pesan Panser Anoa Pindad.

Wamenhan: industri perkapalan nasional harus berdaya saing

www.antaranews.com1/4/12

ANTARAnews.com – Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta industri pertahanan nasional, termasuk industri perkapalan agar membenahi sistem manajerialnya sehingga memiliki daya saing yang kuat dan

KOMPAS.com – Nasional: Indonesia Harus Serius Bangun Industri

utilitygratis.blogspot.com1/18/12

Indonesia Harus Serius Bangun Industri Pertahanan. M Suprihadi | Marcus Suprihadi | Rabu, 18 Januari 2012 | 16:38 WIB. KOMPAS/DWI BAYU RADIUS Indonesia juga sudah mengembangkan industri pertahanan nasional.

DPR akan Percepat Pembahasan RUU Industri Pertahanan

beritahankam.blogspot.com1/31/12

31 Januari 2012, Senayan: Guna mencapai penyerapan penggunaan alutsista produksi dalam negeri, DPR akan mempercepat pembahasan dan penyelesaian RUU Industri Pertahanan Nasional. “Dengan kehadiran UU

Strategi Jitu Merevitalisasi Industri Pertahanan

www.aviasista.com12/31/11

Industri pertahanan merupakan sektor strategis tetapi dalam beberapa tahun terakhir kinerjanya justru mandek, dan sempat kolaps pada 1997-1998. Akibatnya, persenjataan Tentara Nasional Indonesia nyaris tidak ada

Komisi I Berharap Pemerintah Mengalokasikan 25% Untuk Industri

www.mik-news.tk1/31/12

Jakarta – Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq menegaskan DPR mempercepat penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Industri Pertahanan Nasional. Langkah itu harus diambil DPR agar penyerapan anggaran

Kebangkitan Industri Pertahanan Indonesia – AVIASISTA

www.aviasista.com1/25/12

Beragam cerita pahit dimasa lalu kemudian menjadi pijakan pemerintah untuk menata kembali industri pertahanan nasional. Bisa dikatakan pemerintah kita sudah kapok dengan tingginya ketergantungan alutsista asing.

Siap Penuhi Kebutuhan Peralatan Militer Nasional, Pindad Perlu

www.aviasista.com12/31/11

Kami cukup optimis karena sinyal kebijakan pro industri pertahanan nasional sudah terlihat,” tegasnya. Selanjutkan, akan dilakukan upaya membenahi proses bisnis sehingga akan mampu meningkatkan kualitas produk dan

Senjata Asing Yes, Senjata Dalam Negeri Oke | NASIONAL | Jaya

www.jaya-terus.com2/3/12

Ini penting untuk merevitalisasi industri pertahanan nasional,” ujar Mahfudz kepada INILAH.COM, Jumat (3/2/2012). Jika hal ini dijalankan dengan penuh komitmen, Mahfudz menjamin Komisi I DPR tidak ragu untuk terus

PROUDLY WE SERVE STAND AND FIGHT: Pembangunan

damnthetorpedo-2.blogspot.com1/23/12

Pada sisi lain, harus diperhatikan pula kemampuan industri pertahanan nasional dalam mendukung kekuatan militer yang telah berkomitmen memakai sistem senjata buatan dalam negeri. Angkatan Laut negeri ini

ardava.com » Blog Archive » Industri Pertahanan Nasional Harus

ardava.com11/3/11

Industri Pertahanan Nasional Harus Didukung Kebijakan Pemerintah. 11 3rd, 2011 by Ardava. KRI Banjarmasin-592 PENGEMBANGAN industri pertahanan untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) harus

Kebijakan Industri Strategis Indonesia Masih Ala Kadarnya – Cyber

sabili.co.id1/30/12

“Pada 2011 dan 2012, pemenuhan alutsista dari industri pertahanan strategis nasional masing-masing hanya 13,7% dan 15,8%, kenaikannya 2,1%. Itu artinya jumlah anggaran alutsista yang dibeli dari luar negeri lebih dari

Soal Persenjataan, Indonesia Harus Tiru Vietnam – Nasional – Kompas

nasional.kompas.com1/17/12

Pemerintah harus serius membangun industri pertahanan nasional. Dengan pembangunan itu, akan lebih mudah memenuhi lima hal yang harus diperhatikan dalam modernisasi persenjataan. Wendy memaparkan, ada lima

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply