Warning: Illegal string offset 'post_thumb' in /home3/harmen/public_html/wp-content/themes/profitstheme_11/lib/layouts/html.php on line 48

Keamanan dan Sistem Pertahanan Semesta


Warning: Illegal string offset 'disable_postoptin_global' in /home3/harmen/public_html/wp-content/plugins/premium-list-magnet/plm.php on line 1220

Oleh : Desk Pertahanan

Keamanan nasional Indonesia pada hakekatnya adalh suatu kondisi dan perasaan aman dan damai dari bangsa Indonesia yang bernegara dalam wadah negara Kesatuan RI.

Maka kepentingan keamanan nasional Indonesia hakekatnya merupakan segala daya dan upaya untuk menjaga dan memelihara konsidi dan rasa aman dan damai bangsa Indonesia yang bernegara dalam wadah negara Kesatuan RI sehingga cakupannya meliputi Pertahanan Negara, keamanan negara, keamanan publik dan keamanan individu. Oleh karena itu kepentingan nasional tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan dan startegi nasional yang terpadu, maka kebijakan dan strategi keamanan nasional berkaitan erat dengan kebijakan dan strategi ekonomi nasional maupun kesejahteraan nasional.
Kebijakan dan strategi keamanan nasional itu sendiri merupakan kebulatan kebijakan dan strategi dibidang politik luar negeri, politik dalam negeri, pertahanan negara, keamanan negara, keamanan publik dan keamanan individu sehingga kebijakan dan strategi pertahanan negara selain merupakan bagian dari kebulatan dari kebijakan dan startegi keamanan nasional, juga terkait dan memerlukan partisipasi aktif dari sekumlah departemen lain yang menangani ekonomi nasional dan kesejahteraan nasional seperti departemen Industri,
Departemen ESDM, departemen Keuangan, departemen Pendidikan dan Kebudayaan, departemen PU, departemen perhubungan, kementeriaan riset dan teknologi dan lain-lain.

Dalam rangka menjaga, melindungi dan memelihara keamanan nasional menurut pasal 30 UUD 1945 disusun system pertahanan dan keamanan rakyar semesta oleh TNI dan Kepolisian negara RI sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

Sishankamrata terdiri dai sishanrata dan siskamrata yang merupakan system kesemestaan terpadu untuk mencapai tujuan keamanan nasional Indonesia. Sishanrata disusun untuk menjaga, melindungi dan memelihara Pertahanan negara Kesatuan RI, merupakan strategi penangkalan yang bersifat kerakyatan, kewilayahan dan kesemestaan, suatu pertahanan negara secara total dengan menggunakan segenap kekuatan dan keampuan komponen Militer dan Nir Militer.

Siskamrata disusun untuk menjaga, melindungi dan memelihara keamanan negara, keamanan publik dan keamanan individu, menggunakan strategi pencegahan yang komprehensif, integrative, prepentif dan transformatif dengan menggunakan segenap kekuatan dan keampuan para pemegang peranan.

Geopolitik dan Geostrategi Indonesia
Menyadari letak dan kondisi geografi Indonesia maka disusun dan dikembangkan pandangan geopolitik RI yaitu wawasan Nusantara (archipelagic state) dan implementasinya berupa ketahanan nasional (nasional resilience) yang sekarang secara bertahap dikembangkan dalam konteks yang lebih luas yaitu wawasan regional dan wawasan supra regional, sekaligus implementasinya berupa stategi ketahanan regional dan ketahanan supra regional.

Geopolitik RI ditingkat regional adalah ASEAN 10 sedangkan ditingkat supra regional adalah ASEAN + 3 (Jepang, Korea, China) + 3 (India, New Zealand, Australia). Geostrategi ditingkat regional melalui konsep Asean Security Community (ASC), Asean Economic Community (AEC) dan Asean Cultural Community (ACC) bahkan pada Asean summit di kuala Lumpur (Desember 2005) telah meningkat menjadi Asean identity. Konsep ASC juga semakin dikukuhkan dengan terselenggaranya ASEAN defence minister’s meeting (ADMM) yang pertama kali di Kuala Lumpur (9Mei 2006).

Ditingkat supra regional juga semakin mekar dengan penandatangan Asean treaty of amity an cooperation (TAC) oleh China, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia dan Australia. Dengan cara tersebut praktis dilingkungan Asean sejak dibentuknya tidak pernah muncul komplik antar negara secara terbuka. Diharapkan ditingkat supra regional juga akan terjadi kondisi serupa dan dengan demikian baik dilingkungan ASEAN bahkan ASEAN + 6 semua negara didalamnya akan memperoleh kesempatan untuk bersama-sama saling Bantu-membantu membangun negerinya. Bagi RI juga menguntungkan karena tidak perlu terburu-buru melakukan pengadaan Alutsista yang mahal-mahal sementara ekonomi RI belum pulih sepenuhnya. Hal ini tidak berarti RI tidak membangun kekuatan militernya tetapi membangun secara terukur. Mungkin RI sebaiknya baru membangun kekuatan militernya secara besar-besaran sesudah pendapatan perkapita mencapai USD 4000. Pada kondisi tersebut dengan anggaran pertahanan diperkirakan antara 3 sampai 4 % produk domestik bruto maka akan tersedia anggaran antara USD 25,2 M sampai dengan 33,6 M setiap tahun.

Mengingat besaran geografis dan karakteristik geografis RI pandangan geopolitik Indonesia yaitu wawasan nusantara juga harus dikembangkan kedalam (domestik). Maka perlu dikembangkan wawasan sub nusantara (Nusbar, Nusteng, dan Nustim) serta wawasan wilayah khusus (perbatasan, wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar). Sebagai implementasinya juga perlu dikembangkan geostrateginya berupa ketahanan sub nusantara (Nusbar, Nusteng, dan Nustim) serta ketahanan wilayah khusus (perbatasan, wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply