Blog

Kebijakan dan Postur Pertahanan Negara di Tahun 2015

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, postur pertahanan Indonesia semakin kokoh dalam 10 tahun terakhir. Hal ini ditunjukkan dengan alat utama sistem persenjataan yang kian lengkap dan modern, tingginya kemampuan dan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia, serta tuntasnya reformasi TNI. ”Kita patut bersyukur pembangunan kekuatan dan modernisasi dapat kita laksanakan dengan baik. Selama 10 tahun terakhir, saya telah bekerja keras untuk mengembalikan kejayaan TNI,” ujar Presiden Yudhoyono dalam pidato amanatnya di puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-69 TNI di Pangkalan Komando Armada RI Kawasan Timur (Armatim) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014).

Presiden mengatakan, dalam lima tahun awal periode kepemimpinannya (2004-2009), pembangunan kekuatan difokuskan untuk mengisi kebutuhan dan penggantian alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sudah tidak berfungsi. Pada saat yang sama, mendorong keterpaduan doktrin dan alutsista matra darat, laut, dan udara.

Kemudian dalam lima tahun terakhir, pembangunan TNI difokuskan dengan meningkatkan jumlah dan modernitas alutsista. Sampai dengan Oktober 2014, terdapat 24 jenis alutsista modern yang mulai berdatangan, seperti dua helikopter serang Apache, tiga kapal perang jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) buatan Inggris, tank Leopard, pesawat tempur Sukhoi, T-50, dan F-16.
Unjuk kekuatan alutsista dalam peringatan HUT TNI terbesar ini mempertontonkan sailing pass, flying pass, demonstrasi serangan udara langsung, terjun statik laut, peperangan anti kapal selam, dan operasi pembebasan sandera. Selain itu, ada demonstrasi bela diri militer, defile dan parade pasukan, serta manuver dari Jupiter Aerobatic Team serta memperagakan keberadaan alut sista seperti tank Leopard, tank Marder, panser Tarantula, panser Anoa, tank Scorpion, meriam 155 MM Caesar, 42 kapal perang, tank amfibi, 12 pesawat Sukhoi, serta 10 F-16 Fighting Falcon, F5 Tiger, Super Tocano, CN-235, dan Boeing 737.

Kebijakan Pertahanan 2015

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memaparkan kebijakan pertahanan negara tahun 2015 dalam rapat pimpinan Kemenhan di Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014). Terdapat enam kebijakan yang dikeluarkan Kemhan terkait pertahanan di tahun 2015.
Pertama adalah membangun pertahanan negara yang diselenggarakan agar negara dapat mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan segenap bangsa Indonesia. Selain itu, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan. “Semua itu akan diarahkan pada pembangunan postur pertahanan negara, pengintegrasian sistem pertahanan negara, pembangunan kelembagaan, pembangunan industri pertahanan, pembangunaan berbasis teknologi, kerjasama internasional, pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan wilayah pertahanan,” papar mantan Kepala Staf TNI AD tersebut.

Kedua, pemberdayaan pertahanan negara akan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh warga negara. Begitu juga dengan pemanfaatan seluruh sumber daya nasional dan seluruh wilayah negara, guna menghadapi ancaman yang datang.
Ketiga, pengerahan kekuatan pertahanan negara akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Terutama yang menyangkut tataran kewenangan dan tanggung jawab pengerahan.
“Keempat pembangunan legislasi melalui percepatan proses pelaksanaan program legislasi nasional bidang pertahanan,” kata pria kelahiran Kota Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950 itu.
Kelima, pelaksanaan anggaran pertahanan negara secara tepat dan komprehensif terhadap semua kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan kemampuan pertahanan negara.
Keenam, pengawasan sebagai fungsi manajemen akan diberdayakan secara sinergis dalam bentuk pengawasann internal dan eksternal yang sudah melembaga sesuai dengan prosedur dan mekanisme serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Leave a Reply