Dalam pengembangan pertahanan matra laut tindak lanjutnya diperlukan:

1) Melanjutkan program multiyear dan bertahap dalam pengadaan korvet kelas Sigma, kapal perusak rudal, Sewaco kelas Sigma, kapal selam diesel electyrik (Kilo/amur), tank amfibi BPM-3F, pemasangan FCS dan rudal C-182, serta pengadaan rudal excocet MM-40 dan mistrak. 2) Pembangunan bidang materil pengadaan DG KRI kelas parchim, peralatan senjata elektronik korviet kelas Sigma, batteray torpedo SUT, rudal Yakont, pemeliharaan tingkat Depo, re-engine, reforing dan overhaul sejumlah KRI, penghapusan Pesud yang suda grounded, pemeliharaan harla pesud dan pengadaan suku cadang untuk mendukung pemeliharaan tingkat Depo pesud dan helly. 3) Pemabngunan dan renovasi pangkalan dengan fasilitas pendukungnya disesuaikan dengan tingkat/kelas pangkalan, pembentukan pangkalan Marinir dipangkalan Brandan, Pare-pare dan Sorong, peningkatan kelas pangkalan yang berada diwilayah perbatasan serta penambahan jumlah pangkalan melalui pembentukan pangkalan baru (LantamaL) di Marauke dan Teluk Bayur, menata kembali gelar pangkalan dengan merelokasi beberapa Lantamal sehingga lebih ideal dalam mendukung geostrategis pendekatan pertahanan.

Click here for more >>

Peningkatan Kemampuan Pertahanan Negara(3)


Ads By CbproAds

Oleh: Harmen Batubara.

III. TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN

Dalam rangka meningkatkan hasil-haisl yang telah dicapai serta mengatasi permasalahn yang dihadapi, maka dipelukan tindak lanut sebagai berikut :

Pelaksanaan percepatan pembangunan kekuatan TNI meliputi pembangunan dan pengembangan pertahanan integrative, pengembangan pertahanan matra darat, laut dan udara. Dalam hal pengembangan pertahanan integrative, tindak lanjut yang diperlukan meliputi :

1) Pembangunan gelar pasukan/kekuatan yang berimbang antara kekuatan TNI dihadapkan kemampuan dan karakter wilayah pemeruintah daerah, sehingga dapat mendukung tuas, memenuhi kebutuhan keamanan luas wilayah, jumlag penduduk dan memenuhi kebutuhan keamanan terhadap nilai kekayaan nasional yang harus dijamin.

2) Kekuatan integrative terdiri dari (a) Melaksankan revisi peranti lunak guna meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas organisasi melalui penyempurnaan peraturan/keputusan sesuai dengan UU No. 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI);

  • Peningkatan pembangunan personil TNI dan PNS dalam rangka mempertahankan kekuatan yang ada sebagai upaya memenuhi standar TOP/DSPP dan meningkatkan kesejahteraan prajurit untuk memuhi kebutuhan perumahan, kesehatan dan jaminan kesejahteraan serta meningkatkan profesionalisme prajurit TNI melalui pembinaan, pendidikan dan latihan agar tugas pokok seorang prajurit dapat terlaksanakan dengan baik;
  • Pembangunan materiil yang meliputi :
  • - Pemeliharaan alutsista terdiri dari senjata, amunisis , rantis dan rampur;
  • - Pemeliharaan non alutsista yang terdiri dari atas randis/ransus, alkom K41, Alpasus, alkes, alkomputer, mesin stationer dan alsintor;
  • - Pengadaan pesawat tanpa awak;
  • - Pembangunan fasilitas yang meliputi pembangunan pos pengamanan perbatasan dan pos pengamanan pulau-pulau terluar/terdepan secara bertahap.

3) Peningkatan kesejahteraan prajurit yang diupayakan dapat ditempuh melalui kenaikan Uang Lauk Pauk (ULP) prajurit dan pemberian uang makan PNS.

4) Pemberdayaan ipertahanan nasional dengan mendorong penggunaan produk industri dalam negeri dalam pengadaan alutsista/materiil TNI seperti Panser APS, KKAL 36, KAL-40, pesawat angkut ringan, semua jenis senjata ringan beserta amunisinya, truk angkut pasukan, sarana angkut laut dan sungai dari jenis inflatable boat dan jenis hovercraft, paying udara orang (PUO).
Disamping itu perlu dilakukan rekayakasa engineering bidang system control yang merupakan bagian yang sangat penting dalam system senjata teknologi yang digunakan TNI.

5) Peningkatan kerjasama militer luar negeri dengan mewujudkan pengendalian kebijakan satu pintu dalam kerja sama internasional dan terbinannya kerjasam internasional dengan Negara-negra sahabat.

Dalam pengemabngan matra darat dintak lanjut yang diperlukan antara lain :

!) Melanjutkan penataan validasi organisasi TNI AD, terdiri dari

(a) Penyusunan 6 (enam) organisasi baru yaitu ; Pussenarmed, Pusenarhanud, Yonarmed-155/Tarik, Denhubrem, Denkes dan Denpa Divif/K;
(b) Validasi 17 (tujuh belas) organisasi baru yaitu; Kodam, Korem, Kodim, Koramil, Denintelpam, Infolahtadam, Seskoad, Secapa AD, Denma Mabessad, Puskodal TNI AD, Pekas, Yonwalprotneg, Denrudal, Bintal Kostrad, Pom kostrad dan Kum Kostrad;

(c) Pengesahan 20 (dua puluh) oranisasi hasil uji coba yaitu : Zidam, Hubdam, Paldam, Bekangdam, Ajendam, Topdam, Kudam, Kumdam, Pomdam, Itjenad, RSGS Ditkesad, Dislitbangad, Drom Hellly 21/Sena, Dron hellly-11/serbu, Lanud Ahmad Yani, Denintel, Kostrad, Puslatpur Kodiklat TNI AD, Satdik Seraider Pusdikpasus dan Puspomad.

2) Pengemabangan dan pembangunan alutsista, melalui ;

(a) Pengadaan alutsista untuk memenuhi TOP/DSPP satuan secara bertahap yaitu modifikasi SMB 12,7 mm HBFL ke QCB sebanyak 35 pucuk, peralatna oftik sebanyak 322 buha, Alpernika sebanyak 8 set, pesawat terbang sebanyak 1 unit, sucad psawat terbang sebanyak 7 paket, MKK sebanyak 660 ribu butir dan kapal apung KMC V-24 sebanyak 9 unit;

(b) Pengadaan non alutsista untuk menenuhi TOP DSPP satuan secara bertahap brupa ranmor berbagai jenis sebanyak 435 unit, alkes sebayak 137 unit, altop sebnyak 74 set, alhub//alkomplek sebanyak 1.422 set alberzi sebanyak 7 unit, alzicil sebanyak 415.928 MT/BH/unit/set.

Dalam pengembangan pertahanan matra laut tindak lanjutnya diperlukan:

1) Melanjutkan program multiyear dan bertahap dalam pengadaan korvet kelas Sigma, kapal perusak rudal, Sewaco kelas Sigma, kapal selam diesel electyrik (Kilo/amur), tank amfibi BPM-3F, pemasangan FCS dan rudal C-182, serta pengadaan rudal excocet MM-40 dan mistrak.

2) Pembangunan bidang materil pengadaan DG KRI kelas parchim, peralatan senjata elektronik korviet kelas Sigma, batteray torpedo SUT, rudal Yakont, pemeliharaan tingkat Depo, re-engine, reforing dan overhaul sejumlah KRI, penghapusan Pesud yang suda grounded, pemeliharaan harla pesud dan pengadaan suku cadang untuk mendukung pemeliharaan tingkat Depo pesud dan helly.

3) Pemabngunan dan renovasi pangkalan dengan fasilitas pendukungnya disesuaikan dengan tingkat/kelas pangkalan, pembentukan pangkalan Marinir dipangkalan Brandan, Pare-pare dan Sorong, peningkatan kelas pangkalan yang berada diwilayah perbatasan serta penambahan jumlah pangkalan melalui pembentukan pangkalan baru (LantamaL) di Marauke dan Teluk Bayur, menata kembali gelar pangkalan dengan merelokasi beberapa Lantamal sehingga lebih ideal dalam mendukung geostrategis pendekatan pertahanan.
4) Pengadaan senjata ringan, kendaraan bermotor, kendaran tempur, alat komunikasi, peralatan navigasi, amunisi dan peralatan pernika, Launcher anti tank, rudal arhanud dan meriam Howizcer, kapsatlap, alsus dan rantis secara bertahap untuk mendukung Yonif, saharlan dan Yon Taifob Marinir.

Adapun tindak alnjut yang perluk ditempuh dalam pengembangan pertahanan matra udara adalah :

1) Pengembangan organisasi melalui : pembentukan Sjuadron Hely VIP/VVIP, validasi organisasi Lanud Eltari Kupang, Peningkatan Lanud Tarakan, Lanud Palangkaraya, dan peningkatan Lanud Hang Nasdim Batam. Disamping itu dilakukan pula pembentukan skuadron teknik di lanud Supadio Pontianak, Suryadharma di Kalijati, satuan pemeliharaan (Sathar) 34 di lanud Abdul Rachman Saleh, satuan radar (Satrad) Marauke, sastrad Saum Laki dan Timika, serta pembentukan skaodron Paskhas 467 di Medan.

2) Pembangunan materiil yang meliputi : (a) Pengadaan pesawat Sukhoi dan Helicopter NAS-332, upgrade dan retrofit pesawat C-130 Hercules; (b) Pengadaan suku cadang/engine//avionic pesawat tempur, angkut, latih dan helly (Sukhoi 27/30, F-16, Hawk 109/209, C-13-/CN-235, dan Puma/Twin pack; (c) Pengadaan armament dan amunisi pesawat tempur Sukhoi, F-16, F-5, KT-1B dan OV-10; (d) Pengadaan radar GCI/EW dan soc Kosek I/IV; (e) Pengadaan penangkis serangan udara (PSU); Pengadaan dan perbaikan simulator maintenance (SAMT) F-16 dan Hawk 209; (g) Melanjutkan program pengadaan pesawat CN-235 MPA, pesawat latih KT-1B; (h)Upgrade mission equipment pesawat Boing 737 SIP;

(i) Refurbisment dan re-engine pesawat SA-330; (j) Check ā€œdā€ Overhoul engine dan sucad kritis B-737-200; (k) Pengadaan CAD/PAD [pesawat tempur Hawk 109/209/MK-53/OV-10 dan KT-IB; (i) Pengadaan alpal fashar, suku cadang dan test bench radar; (m0 Pengadaan paracit troop MCI-IC; (N) Pengadaan peralatan pemotretan udara, instalasi CCTV diIswahyudi (Madiun), Pekanbaru, Rumkit dan alat instruksi/alat penolong instvruksi (Alins/alongin).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply