Blog

Pertahanan, Peran TNI dalam Mengambil Hati Rakyat Papua

Oleh harmen batubara

Peran TNI dalam Mengambil Hati Rakyat Papua. Secara nyata TNI sebenarnya sudah dilibatkan oleh pemerintah dalam membuka jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Nduga dengan Kabupaten Wamena ± 300 km. Pekerjaan ini diharapkan sudah dapat diselesaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dibantu TNI pada 2016. Peran TNI disini sangat vital dan sebenarnya menentukan; tetapi dari segi penglihatan toh ia tidak lebih dari pekerjaan konstruksi pembuatan jalan biasa. Kalau Kementerian PU&PR sudah jelas, karena itu Tugas Pokoknya; nah kalau TNI? Pasti dia punya tugas Operasi militer selain perang. Minimal dia harus bisa menghadirkan peran bahwa mereka juga adalah tentara pengayom rakyat. Hal seperti itu jelas sudah dalam protap mereka. Berkarya dan sekaligus mengambil hati rakyat.

Dari kacamata TNI patut kiranya dikedepankan. Bagaimana  strategi pembangunan Papua yang bisa melahirkan rasa ke Indonesiaan. Untuk Papua maka pembangunan bermakna membangun Papua sepenuhnya bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Papua.Kita ingin pelibatan TNI itu juga diikuti oleh peran TNI sebagai upaya mengambil hati rakyat. Misalnya membuka juga pelayanan medis kalau di daerah itu belum ada sarana pelayanan medisnya. Jadi kita hanya mengingatkan TNI yang ditugaskan itu, jangan hanya terfokus pada membangun jalan semata.Pada zaman dahulu setahu saya hal itu sudah jadi protap. Semoga masih terus terpelihara.

Dilihat dari kacamata UU. Pada Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Pada ayat (2) nya, tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang.

Dalam kendali operasi TNI sepenuhnya ada pada fungsi eksekutif tetapi sekaligus atas seijin dan sepengetahuan dari pihak Legislatif. Dalam kerangka ini TNI berada pada posisi sebagai “alat perjuangan” dan disini TNI terlihat ada pada posisi siap untuk diperintah. Meski dalam banyak hal tentu TNI juga dapat memberikan saran dan masukan untuk menjadikan TNI yang kuat dan teruji.

Dalam hal pembangunan Papua, terlihat jelas bahwa pemerintahan Jokowi-JK bertekat untuk membuak isolasi dan memperbaiki konektivitas darat, laut dan udara di Papua dengan tujuan untuk memperkuat peningkatan kesejahteraan rakyat.

Dalam tahap awal, Presiden menargetkan membuka jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Nduga dengan Kabupaten Wamena; jalur tranportasi ini harus sudah diselesaikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dibantu TNI pada 2016. “Di Nduga juga akan dibuka PELABUHAN BESAR agar KAPAL 300 GT bisa masuk sehingga nantinya semua bahan kebutuhan bisa masuk dan harganya bisa lebih murah,” katanya. Presiden juga menyebutkan Kabupaten Nduga adalah salah satu contoh yang baik untuk memperlihatkan cara untuk membuka isolasi dengan membangun jalan agar transportasi dan distribusi lancar dan secara langsung akan bermanfaat bagi masyarakat. Di sisi lain Bupati Nduga Yairus Gwijangge menjelaskan proyek jalan tembus Nduga-Wamena yang tengah dikerjakan antara lain ruas Jalan Kenyam-Mugi. Menurut Yairus, Nduga merupakan daerah persinggahan bagi kabupaten lain seperti Kabupaten Lani Jaya, Tolikara dan Puncak Jaya.

Langkah berikutnya Jokowi untuk Papua sudah jelas, yakni membuka isolasi dengan melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi darat yang bisa menghubungkan seluruh wilayah Papua-papua pesisir-papua pegunungan dan papua perkotaan. Gubernur Papua Lukas Enembe, berharap dan mudah-mudahan tahun 2018 akses jalan semua sudah terbuka. Tinggal peningkatan pengaspalan. Bila akses jalan dibuka, akan membuka kegiatan perekonomian sekitar pegunungan tengah dan pesisir jadi sinergi. Keseriusan Pemerintah  terlihat dari pembangunan sebanyak 12 Ruas Jalan. Menurut situs resmi kepresidenan, terdapat 12 ruas jalan sepanjang 4.325 kilometer yaitu MERAUKE-TANAH MERAH-WAROPKO, WAROPKO-OKSIBIL, DEKAI-OKSIBIL, KENYAM-DEKAI, WAMENA-HABEMA-KENYAM-MAMUGU, WAMENA-ELELIM-JAYAPURA, WAMENA-MULIA-HAGA-ENAROTALI, WAGETA-TIMIKA, ENAROTALI-WAGETA-NABIRE, NABIRE-WINDESI-MANOKWARI, MANOKWARI -KAMBUAYA-SORONG DAN JEMBATAN HAMADI-HOLTEKAMP.

Peran TNI dalam Mengambil Hati Rakyat

Secara nyata TNI sebenarnya sudah dilibatkan oleh pemerintah dalam membuka jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Nduga dengan Kabupaten Wamena. Pekerjaan ini diharapkan sudah dapat diselesaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dibantu TNI pada 2016. Peran TNI disini sangat vital dan sebenarnya menentukan; tetapi dari segi penglihatan toh ia tidak lebih dari pekerjaan konstruksi pembuatan jalan biasa. Kalau Kementerian PU&PR sudah jelas, karena itu Tugas Pokoknya; nah kalau TNI? Pasti dia punya tugas Operasi militer selain perang. Minimal dia harus bisa menghadirkan peran bahwa mereka juga adalah tentara pengayom rakyat. Hal seperti itu jelas sudah dalam protap mereka. Berkarya dan sekaligus mengambil hati rakyat.

Dari kacamata TNI patut kiranya dikedepankan. Bagaimana  strategi pembangunan Papua yang bisa melahirkan rasa ke Indonesiaan. Bagi pemerintahan Jokowi-JK Programnya satu jangan membuat kebijakan yang “mencelakakan” orang Papua, pen titik. Kita juga ingin mengatakan bahwa memanfaatkan TNI dalam pembangunan nasional; juga harus difasilitasi dengan kemampuan TNI untuk melakukan pengabdian bagi rakyat; misalnya mereka bisa menggandeng Korps Medis untuk membuka layanan kesehatan. Khususnya di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh Puskesmas. Artinya memanfaatkan TNI juga harus dilengkapi dengan perangkat TNI lainnya yang bisa menjalin tali asih antara TNI dan rakyat di sekitarnya. Jadi jangan hanya sekedar memanfaatkan kemampuan TNI nya semata.

Tingkatkan Rasa Solidaritas Malanesia.

Membangun Papua tanpa memelihara semangat  rasa solidaritas Spearhead Group Melanesia (MSG),  jelas akan terasa hampa. Membangun rasa solidaritas MSG adalah sesuatu yang semestinya dilakukan. Langkah ke arah itu sudah dimulai. Menkopolhukam melakukan kunjungan resmi diplomasi berdasarkan  koordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (31 Maret-2 Appril 2016) ke PNG dan Fiji termasuk di dalamnya  penyerahan bantuan senilai US$ 5 juta kepada Fiji, serta rencana pengiriman 1 kompi Zeni TNI-AD untuk membangun kembali sebagian wilayah Fiji yang porak poranda akibat bencana topan Winston bulan lalu.  Juga terkait dalam hal membangun kebersamaan semangat Melanesian Spearhead Group (MSG) dengan pemerintah kedua negara tersebut; Menko juga membawa serta Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara, Wagub Papua, serta perwakilan pemda Papua Barat dan NTT. Terkandung maksud untuk menunjukkan bahwa keturunan Melanesia di Indonesia tidak hanya berada di Papua tapi juga di daerah-daerah lain yang justeru jumlahnya jauh lebih banyak.

Rasa kebersamaan MSG ini perlu terus dikembangkan dan sudah waktunya Indonesia lebih memperhatikan kebersamaan ini lewat berbagai kegiatan diplomasi dan kerja sama atau lewat pemberian bantuan yang mencerminkan rasa persahabatan. Salah satu peluang bagus adalah merealisasikan rencana pengiriman 1 Kompi Zeni AD dalam pembangunan kembali wilayah Fiji dari amukan Topan Winston. Dapat kita lihat dari hasil kunjungan Menko tersebut seperti responnya sangat positif, menlu Fiji, Kubuabola menyatakan akan mengusulkan peningkatan status Indonesia di MSG dari Associate Member menjadi Full Member. Status ini akan memperkuat posisi Indonesia di kelompok negara-negara Melanesia. Sementara Menteri Luar Negeri dan Imigrasi PNG, Kimbink Pato, mengutarakan dukungannya untuk meningkatkan keanggotaan Indonesia menjadi anggota penuh MSG. Sebagai catatan, PNG akan menjadi tuan rumah pertemuan MSG tahun depan. Kita ingin mengingatkan pelibatan satuan TNI jangan hanya putus pada satuan itu sendiri tapi pada satuan ikutannya, agar peran TNI dapat lebih dirasakan oleh masyarakat sekitarnya. Kita ada baiknya berkaca pada Australia. Khususnya dalam mengambil hati rakyat MSG.

Leave a Reply