Ikn Nusantara Kota BerSahabat Buat Amerika & China di Indo Pasifik

Ikn Nusantara Kota BerSahabat Buat Amerika & China di Indo Pasifik

oleh Harmen Batubara

Para Sahabat ….Dahulu kita dengan Sukarno sebagai negara anti-kolonial dan anti-imperialisme, sementara bersama Suharto kita menggalakkan anti-komunisme. Kini kita dengan Joko Widodo tentunya ingin agar menjadi sahabat bagi keduanya tanpa harus menjadi kolonial imperialism dan komunis. Kita tetap sebagai bangsa yang merdeka dengan identitas Negara pancasila yang mempromosikan bhinneka tunggal ika. Kita agar Ikn Nusantara bisa Sebagai Simbol Kota Persahabatan bagi dua kekuatan dunia Amerika Serikat dan China, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Ikn Nusantara secara meyakinkan telah menjadi tujuan Investasi yang menarik. Hal ini ditunjukkan oleh Negara-negara tetangga yang datang dan berjanji ikut berinvestasi di Ikn seperti Malaysia, Singapura, dan kini Korea Selatan.

Kerjasama dengan Korea Selatan ada dua hal yang sangat menonjol.

Pertama : Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam rangka perayaan 50 tahun hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan. Hubungan ekonomi dan antar-masyarakat kedua negara dinilai terus bertumbuh. Indonesia dan Republik Korea lebih dari sekadar teman dekat. Dalam acara Celebrating 50 Years of Friendship, Jakarta 26/1/2023. Menlu Retno mengungkapkan Korea Selatan turut berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru Nusantara dengan total investasi mencapai US$ 6,37 miliar atau sekitar Rp 94 triliun dan membuka hingga 58 ribu pekerjaan ujarnya.

Kedua : Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Won Hee-Ryong beserta rombongannya mengunjungi lokasi pembangunan Ibu Kota Negara 21 Maret 2023.Dalam kunjungan tersebut Won Hee-Ryong menyatakan berkomitmen untuk mendukung suskesnya pembangunan IKN.

Bebeberapa Program Dukungan itu meliputi : Pembangunan sistem penyediaan air bersih untuk IKN dengan kapasitas 350 liter/detik. Feasibility study untuk proyek pendukung Immersed Tunnel di Teluk Balikpapan (Jalan Tol Akses IKN). Pengiriman 25 pegawai muda PUPR untuk mengikuti pelatihan di Korea Selatan.Proyek hibah pipeline dari KOICA, dan proyek Korea City Network (KCN).

Ikn sendiri masih perlu didukung dengan berbagai infrastruktur khususnya yang terkait konektivitas, jalan darat, laut dan Udara. Untuk mendukung Ikn Nusantara diperlukan adanya jalan tol dari Ikn ke seluruh Ibu Kota Provinsi di Kalimantan. Bersamaan dengan itu memerlukan Bandara kelas internasional di masing-masing Propinsi dan juga Kabupaten pada lokasi-lokasi strategis.

Baca Juga : Menbangun Industri Pertahanan Negara Kepulauan 

Lokasi Ikn terletak di tengah tengah kawasan Negara-negara Indo-Pasifik yang meliputi Samudera Hindia, Samudera Pasifik, Benua Asia, Benua Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Asean atau Asia Tenggara, Amerika Serikat dan Kanada.

Di kawasan ini banyak Konsep yang ditawarkan baik itu Konsep kerja atau sebaliknya. Misalnya dari China dengan Belt and Road Initiative (BRI), Jepang dan AS dengan Free and Open Indo-Pacific. India dengan Security And Growth for All in the Region (SAGAR), dan Quadrilateral Security Dialogue (QUAD) antara AS, Jepang, India, dan Australia. Termasuk konsep Indo-Pacific Command milik Amerika Serikat, konsep Indo-Pasifik dalam Buku Putih Australia.

Indonesia juga menawarkan Konsepnya yakni melalui konsep “Indonesia’s Perspective For ASEAN Outlook on Indo-Pacific”. Indonesia menawarkan suatu cara pandang (outlook) terhadap kawasan Indo-Pasifik yang diarahkan untuk peningkatan kerjasama di bidang maritim, konektivitas, dan agenda pembangunan yang berkesinambungan.

Belt And Road Initiatif

BRI merupakan program Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 2013 dengan nama One Belt One Road (OBOR). Rencana besar Tiongkok untuk menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutra (Silk Road) di abad ke-21. Strategi ini melibatkan investasi dan pembangunan infrastruktur besar-besaran di 152 negara yang tersebar mulai dari Asia, Timur Tengah,  Afrika, Amerika Latin, dan  Eropa.

Untuk mengumpulkan pendanaan bagi proyek-proyek infrastruktur BRI, dibentuklah Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Bank tersebut memiliki modal disetor US$ 100 miliar pada Juni 2015. Sekitar 75% dari modal tersebut berasal dari negara-negara Asia yang menjadi anggotanya, sisanya dari negara-negara Oseania. Tiongkok memiliki saham terbesar di AIIB, yakni 26%. Indonesia menjadi donatur terbesar ke-8 untuk AIIB dengan setoran modal US$ 672 juta. Proyek-proyek infrastruktur di Indonesia yang mendapatkan pendanaan dari AIIB, antara lain proyek energi, manajemen air, pertanian, dan transportasi berbasis rel, baik light rail transit (LRT) maupun kereta cepat Bandung-Jakarta.

Kata belt atau sabuk mengacu pada jalur darat berupa jalan dan rel kereta. Adapun road lebih merujuk pada jalur laut atau Jalur Sutra Maritim di Abad ke-21. Bank Dunia menyebut BRI sebagai upaya ambisius untuk meningkatkan kerja sama regional dan konektivitas antarbenua. Inisiatif ini bertujuan memperkuat infrastruktur, perdagangan, dan investasi antara Tiongkok dengan 65 negara yang berkontribusi terhadap 30% Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Program ini juga menyentuh 62% populasi dan 75% cadangan energi global.

Untuk mengumpulkan pendanaan bagi proyek-proyek infrastruktur BRI, dibentuklah Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Bank tersebut memiliki modal disetor US$ 100 miliar pada Juni 2015. Sekitar 75% dari modal tersebut berasal dari negara-negara Asia yang menjadi anggotanya, sisanya dari negara-negara Oseania. Tiongkok memiliki saham terbesar di AIIB, yakni 26%. Indonesia menjadi donatur terbesar ke-8 untuk AIIB dengan setoran modal US$ 672 juta. Proyek-proyek infrastruktur di Indonesia yang mendapatkan pendanaan dari AIIB, antara lain proyek energi, manajemen air, pertanian, dan transportasi berbasis rel, baik light rail transit (LRT) maupun kereta cepat Bandung-Jakarta.

Menurut data statistik resmi, Tiongkok telah berpartisipasi dalam pembangunan lebih dari 6.000 km rel kereta api, 6.000 km jalan raya, hampir 20 pelabuhan, dan lebih dari 80 fasilitas listrik berskala besar di Afrika.

Free And Open Indo Pasifik

Disisi lain Jepang dan Amerika Serikat memperkenalkan adanya Free and Open Indo-Pasifik dengan Visi untuk meningkatkan “konektivitas” antara Asia dan Afrika dan dua wilayah laut, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, sebagai perairan yang mencerminkan kebebasan dan kesejahteraan melalui Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, dan mendorong stabilitas dan kemakmuran di seluruh kawasan ini.

Sebagaimana kita ketahui Kawasan Indo-Pasifik adalah kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kawasan ini mencakup 60 persen dari perekonomian dunia, dua pertiga dari total pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir. Kawasan ini merupakan tempat tinggal bagi lebih dari setengah penduduk dunia, dan tujuh dari 15 negara ekonomi maju.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga 21/10/2020 membantah tuduhan bahwa kerja sama Indo-Pasifik yang digagas oleh empat negara bertujuan untuk membentuk aliansi seperti Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) guna menghadapi pengaruh China. “Bagi Jepang, konsep Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka tidak ditujukan kepada negara-negara tertentu saja, tetapi kita terbuka dan bisa menjalin kerja sama dengan negara manapun yang memiliki konsep dan tujuan yang sama atau satu pemikiran.

“Jepang sangat yakin bahwa kerjasama Jepang-ASEAN memiliki banyak potensi untuk mencapai visi tersebut, dan dalam hal ini terlihat , Joint Statement atau pernyataan bersama Jepang-ASEAN terkait Kerjasama tentang ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang diadopsi tahun 2021adalah landasan kerjasama kami,” imbuhnya.

Baca Juga  :  TNI Harus Berani Tenggelamkan Kapal China di Natuna

Dirinya menyatakan, Jepang mendukung penuh AOIP, yang merupakan inisiatif ASEAN yang menjunjung tinggi nilai-nilai keterbukaan, transparansi, supremasi hukum dan inklusivitas serta prinsip yang mendasari ASEAN Centrality. “Dan dalam Joint Statement itu, Jepang dan ASEAN menegaskan kembali bahwa FOIP dan AOIP berbagi banyak prinsip dasar. Mengambil pernyataan sebagai pedoman, Jepang berjanji untuk bekerja sama dengan ASEAN untuk mendorong kerjasama yang akan berkontribusi pada prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam AOIP,” paparnya.

Tetapi dari pengamatan para pihak FOIP ini adalah suatu konsep yang digagas untuk menanggapi perkembangan di kawasan. Kita tahu kawasan  Indo-Pasifik  merupakan kawasan  yang  cukup strategis di dunia,  ada  banyak negara-negara yang  turut bermain di kawasan  ini. Ditengah banyaknya pemain, kawasan ini juga menghadapi berbagai macam tantangan dan ancaman, beberapanya  muncul  karena  adanya  rivalitas  dan  ketegangan  yang  terjadi  antara  dua kekuatan besar dunia saat ini yaitu AS dan China, selain itu karena kebangkitan China. Jepang merasa bahwa kebangkitan China dan rivalitas tersebut memberikan ancaman tersendiri pada negara-negara di sekitar kawasan sehingga hal ini yang memicu Jepang sebagai middle power untuk  mengeluarkan  kebijakan  FOIP  dan  turut  bermain  di  kawasan  Indo-Pasifik  dengan kapabilitas yang dimilikinya.

# iknnusantara  #nusantara  #ibu kota nusantara # Kotabersahabat #amerika&china # Indopasifik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *