Selasa, 24 Juni 2025

Raih Cuan Pertamamu dari YouTube: Panduan untuk Anak Muda

 Apakah Anda seorang anak muda yang memiliki ide-ide kreatif, bakat yang ingin dibagikan, atau sekadar keinginan kuat untuk mandiri secara finansial? Jika jawabannya ya, maka buku "Cuan Pertama YouTuber Pemula" hadir sebagai kompas yang akan menuntun Anda mengarungi samudra peluang di YouTube. Dalam 75 halaman yang ringkas dan padat, buku ini mengupas tuntas langkah-langkah esensial bagi Anda untuk memulai perjalanan menjadi seorang YouTuber yang sukses dan menghasilkan cuan.


Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang bisa mendapatkan penghasilan dari sekadar mengunggah video? Di sinilah letak keajaiban era digital dan kekuatan platform seperti YouTube. Dengan audiens global yang sangat besar, setiap konten yang Anda ciptakan memiliki potensi untuk menjangkau ribuan, bahkan jutaan mata. Melalui monetisasi iklan, kerjasama dengan merek (endorsement), penjualan merchandise, atau bahkan donasi dari penggemar setia, YouTube telah melahirkan generasi kreator konten yang sukses secara finansial.

Buku "Cuan Pertama YouTuber Pemula" hadir bukan untuk memberikan janji-janji muluk, melainkan untuk membekali Anda dengan pemahaman mendasar dan strategi praktis yang dibutuhkan untuk memulai. Anda akan diajak untuk memahami:

             Mengapa Sekarang Adalah Waktu yang Tepat: Era AI dan digital telah membuka pintu peluang yang lebih luas dari sebelumnya. Alat-alat canggih yang dulunya hanya tersedia untuk profesional kini semakin mudah diakses. Algoritma YouTube terus berkembang, memberikan kesempatan bagi konten-konten berkualitas untuk ditemukan oleh audiens yang tepat.

             Menemukan Niche dan Passion Anda: Langkah pertama yang krusial adalah menemukan topik atau tema yang benar-benar Anda kuasai dan sukai. Passion akan menjadi bahan bakar utama Anda dalam menghasilkan konten yang otentik dan menarik. Buku ini akan membantu Anda merenungkan minat dan keahlian Anda untuk menemukan ceruk pasar yang tepat di YouTube.

             Membangun Konten yang Menarik dan Berkualitas: Konten adalah raja. Buku ini akan memberikan panduan tentang bagaimana merencanakan, membuat, dan mengedit video yang menarik perhatian penonton. Dari pemilihan peralatan sederhana hingga teknik bercerita yang efektif, Anda akan mendapatkan wawasan praktis untuk menghasilkan konten yang layak ditonton.

             Memahami Dasar-Dasar Optimasi YouTube (SEO): Mengunggah video saja tidak cukup. Anda perlu memahami bagaimana algoritma YouTube bekerja dan bagaimana cara mengoptimalkan video Anda agar mudah ditemukan oleh pengguna lain. Buku ini akan mengenalkan Anda pada konsep-konsep dasar SEO YouTube seperti penggunaan kata kunci, deskripsi yang menarik, dan pembuatan thumbnail yangEye-catching.


•             Strategi Monetisasi untuk Pemula: Kapan dan bagaimana Anda bisa mulai menghasilkan uang dari YouTube? Buku ini akan mengulas berbagai cara monetisasi yang tersedia untuk pemula, mulai dari persyaratan monetisasi iklan hingga peluang kerjasama dengan merek yang relevan dengan niche Anda.

             Membangun Komunitas yang Solid: Interaksi dengan penonton adalah kunci keberhasilan jangka panjang di YouTube. Buku ini akan memberikan tips tentang bagaimana membangun komunitas yang loyal, merespon komentar, dan memanfaatkan fitur-fitur interaktif YouTube.

             Menghadapi Tantangan dan Tetap Termotivasi: Perjalanan menjadi seorang YouTuber tidak selalu mulus. Akan ada tantangan dan rintangan yang perlu dihadapi. Buku ini akan memberikan motivasi dan tips untuk tetap gigih dan pantang menyerah dalam meraih tujuan Anda.

"Cuan Pertama YouTuber Pemula" adalah panduan ringkas yang dirancang khusus untuk Anda, para anak muda yang siap memanfaatkan peluang emas di era digital ini. Buku ini tidak akan membebani Anda dengan teori-teori rumit, melainkan menyajikan informasi esensial dengan bahasa yang mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan.

Jangan biarkan potensi Anda terpendam. Inilah saat yang tepat untuk beraksi, mewujudkan ide-ide kreatif Anda, dan meraih cuan pertama Anda dari YouTube. Klik link di deskripsi sekarang juga dan mulailah perjalanan Anda menjadi seorang YouTuber sukses! Terima kasih.



Minggu, 02 Juli 2023

Mereka Yang Sedih Lihat Kereta Cepat Bandung-Jakarta Berhasil

 


Mau coba melihat para pengkritisi terkait Kereta Cepat Bandug Jakarta? Ini dia salah satunya.

Ekonom, yang juga Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono, mengkritik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Dia menilai KCJB menjadi pelajaran sangat mahal dari ambisi politik membangun proyek mercusuar tanpa perencanaan matang dan merugikan masyarakat.Yusuf merinci estimasi yang optimistis bagi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang baru akan balik modal di atas 40 tahun. Dia hanya melihat dari nilai balik modalnya. Dia tidak melihat hal seperti ini… Secara keseluruhan, kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek infrastruktur besar yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan bagi Indonesia.

Tetapi setelah proyek itu selesai dan di gratiskan selama tiga bulan? Mereka nggak habis pikir dan mereka bilang proyek itu gila-gilaan. Sebaliknya mereka yang mulai merasakan manfaat proyek ini kini merasakan benar apa manfaatnya. Sudah bikin bangga seluruh rakyat Indonesia, sisi perekonomiannya mulai terasakan. Kepercayaan Internasional terus tumbuh dan mengamini bahwa Visi Indonesia maju itu memang riel dan dirasakan kiprahnya.

Beberapa keuntungan yang diperoleh oleh proyek ini mencakup :

Penciptaan lapangan kerja: Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung diharapkan dapat menciptakan 40.000 pekerjaan per tahun, yang akan meningkatkan perekonomian dan membantu mengurangi pengangguran.

Pertumbuhan ekonomi: Kereta api cepat akan mengurangi waktu perjalanan antara Jakarta dan Bandung, yang akan memudahkan bisnis beroperasi dan memudahkan orang bepergian untuk bekerja atau bersantai. Hal ini akan mendorong peningkatan aktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Pariwisata: Kereta cepat akan memudahkan wisatawan untuk bepergian ke Bandung yang merupakan tujuan wisata populer. Ini akan meningkatkan industri pariwisata dan menciptakan lapangan kerja di sektor perhotelan.

Transfer teknologi: Pembangunan kereta cepat akan melibatkan transfer teknologi dari China ke Indonesia. Ini akan membantu meningkatkan keterampilan dan kemampuan Indonesia di sektor perkeretaapian.

Gengsi Nasional: Sebagai kereta cepat pertama di Asia Tenggara, kereta cepat Jakarta-Bandung akan memberikan rasa kebanggaan nasional bagi Indonesia. Hal ini juga akan membuat Indonesia menjadi tujuan yang lebih menarik bagi investasi asing.

Secara keseluruhan, kereta cepat Jakarta-Bandung berpotensi memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Ini akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempromosikan pariwisata, dan membantu mentransfer teknologi. Ini juga akan memberi Indonesia rasa kebanggaan nasional dan menjadikan negara ini tujuan yang lebih menarik untuk investasi asing.



Beberapa keuntungan tambahan kereta cepat Jakarta-Bandung:

Mengurangi kemacetan lalu lintas: Kereta cepat akan mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan antara Jakarta dan Bandung, yang akan meningkatkan kualitas udara dan menghemat waktu komuter.

Konektivitas yang lebih baik: Kereta cepat akan meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Bandung, yang akan mempermudah masyarakat untuk berbisnis dan mahasiswa untuk kuliah.

Manfaat lingkungan: Kereta cepat akan menggunakan lebih sedikit energi daripada mobil atau bus, yang akan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Secara keseluruhan, kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek infrastruktur besar yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan bagi Indonesia.

 

Minggu, 16 Januari 2022

Buku Perbatasan : Travel Ke Perbatasan Mencintai Ujung Negeri

 


Travel Ke Perbatasan Mencintai Ujung Negeri

 Travel ke perbatasan kini jadi menarik. Hal ini sejalan dengan pengembangan cross border tourism, meski belum popular, namun menunjukkan tren kenaikan kunjungan wisatawan setiap tahun. Pada sejumlah wilayah, di mana pemerintah tengah fokus mengeksplorasi pontesi wisata di perbatasan lewat beragam festival kebudayaan. Data BPS pada Juni 2019, menunjukkan bahwa turis terbanyak berasal dari ASEAN. Dari total akumulasi kedatangan pelancong per Januari-April 2019, wisman asal negara kawasan ASEAN dan Amerika masing-masing naik 16.77% dan 7.40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam kurun empat bulan tahun ini, jumlah turis mancanegara mencapai 5.22 juta, naik 3.22% atau 160.000 turis dibandingkan periode serupa tahun lalu sebanyak 4.96 juta. Dan, jumlah pelancong yang tercatat paling ramai berasal dari ASEAN melalui tiga pintu utama, yakni jalur udara, laut dan darat. Selama April 2019, total turis yang masuk ke Indonesia sebanyak 1.303 juta, sedikit naik dari 1.302 juta dibandingkan April 2018.

Tiga tetangga dekat ini, juga sebagai negara utama asal turis yang mengunjungi destinasi wisata melalui jalur darat di perbatasan (cross border tourism), seperti di Atambua, NTT, Aruk, Sambas, Kalbar. Dari lima jalur utama darat yang dicatat BPS yakni, Jayapura (Papua), Atambua (NTT), Entikong, Aruk, dan Nanga Badau (Kalimantan Barat), kedatangan turis terbanyak melalui jalur darat di Atambua (NTT), Aruk dan Nanga Badau (Kalbar).

Saat ini, di tiga jalur darat tersebut diketahui terjadi peningkatan kedatangan turis. Di Atambua, persentase kenaikan pelancong sebanyak 56.95% dari 19.221 menjadi 30.167 turis, di Aruk naik sebesar 118.21% dari 2.658 wisman menjadi 5.800 pelancong, dan di Nanga Badau naik sekira 65.68% dari 2.678 turis menjadi 4.437 wisman selama Januari-April 2018 ke periode yang sama tahun ini.

Kenaikan kunjungan turis di tiga pintu darat yang disebut di atas sinkron dengan upaya Kementerian Pariwisata yang terus memoles potensi destinasi wisata melalui beragam festival kebudayaan, produk kerajinan UKM dan kuliner lokal. Pada tahun ini, misalnya, pemerintah menargetkan secara ambisius kenaikan wisman cross border tourism dari 18% menjadi 20% atau sekitar 3.5 juta dari total target nasional 20 juta wisman (presidentpost.id). Tak bisa dimungkiri bahwa imbas dari menggeliatnya cross border tourism, yakni bertambahnya lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, khususnya di bidang akomodasi.

Berbagai kegiatan touris di perbatasan mendapat sambutan yang menyenangkan. Hal ini bisa kita lihat dari perhatian yang diberikan Sarawak Tourism Board (STB). STB Minta Festival Crossborder Digelar Tiap Bulan. Pada waktu itu, Event crossborder Festival Wonderful Indonesia baru akan digelar dua pekan lagi. Namun sikap antusias sudah diperlihatkan pihak Malaysia. Buktinya, Sarawak Tourism Board meminta event ini bisa digelar setiap bulan. Keinginan tersebut terungkap saat Konsulat Jenderal RI di Kuching, Yonny Tri Prayitno[1], melakukan koordinasi dengan Kementerian Pelancongan Sarawak, dan Direktur Sarawak Tourism Board (STB), Puan Sharzede Datu Hj Salleh Askor. Pertemuan dilangsungkan di Kuching, Malaysia, Kamis (14/2/2019). Yonny hadir didampingi Konsul Ekonomi Irhamna Fithriya.

“Pihak STB mengharapkan kegiatan Festival Wonderful Indonesia di border area dapat dilaksanakan setiap bulan. Terutama, di akhir bulan. Dan bila memungkinkan, tanggal pelaksanaannya sudah ditetapkan lebih awal, sehingga mereka bisa membuat perencanaan lebih baik mendukung event Festival Wonderful Indonesia,” tutur Yonny, Jumat (15/2). Dalam pertemuan tersebut, pihak Konjen RI juga menyampaikan undangan untuk Menteri Pelancongan Malaysia. Undangan untuk menghadiri Event Pariwisata di Kalbar, yaitu Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, dan Festival Wonderful Indonesia di Perbatasan Aruk dan Entikong.

“Sarawak dan Indonesia, khususnya Kalbar, dapat bekerjasama untuk mengembangkan pariwisata di perbatasan. Karena, akan menguntungkan kedua wilayah, dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke kedua wilayah. Sarawak secara geografis memiliki jarak yang lebih dekat ke Perbatasan. Sehingga, memudahkan para turis. Dan untuk wilayah border, Indonesia juga siap menyambut wisatawan dengan hiburan, rest area, centra UKM, perbelanjaan, dan objek wisata alam yang indah,” paparnya.

Direktur Sarawak Tourism Board (STB), Puan Sharzede Datu Hj Salleh Askor, menyambut baik tawaran tersebut. Festival Wonderful Indonesia dinilai menjadi awal yang baik dari kerjasama ini. STB akan mendukung event ini, dan siap membantu mempromosikan dan membawa stakeholders terkait dari Sarawak. Seperti agensi travel, pihak rumah sakit (Health Tourism), college, dan media dari Sarawak.

“Tahun 2019 juga merupakan Tahun Kunjungan Sarawak 2019 (Visit Sarawak Year). Sehingga, event-event ini, juga akan membantu meningkatkan jumlah wisatawan ke Sarawak dan ke Kalimantan Barat melalui perbatasan perbatasan yang ada,” katanya. Salah satu event yang paling menarik perhatian festival di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat (Kalbar), 23-24 Februari. Sebab, ada aksi penyanyi dangdut top Cita Citata dan Tika Zein. Selain itu, ada juga Tari Poco-Poco yang akan dibawakan secara massal.

“Dengan kehadiran, Cita Citata, kita sangat optimis mampu menarik banyak wisatawan perbatasan. Apalagi pihak Sarawak juga antusias menyambut event-event yang kita selenggarakan.  Ini sinyal yang sangat positif buat kita,” kata Sapto. Kita bersukur, ternyata Indonesia mempunyai daerah perbatasan yang unik dan menarik, baik itu dari keindahan alamnya maupun dari tradisi budayanya serta masyarakat yang ramah dan senang bersahabat. Beberapa Lokasi Perbatasan yang mearik itu seperti :

Cobalah Ke PLBN Yetetkun Tanah Merah, Papua


PLBN YetetKun Boven Digul Tanah Merah

Pemerintah kini tengah mengembangkan Wisata “Cross Border”, wisata yang menarik dan menjual keindahan Perbatasan. Perbatasan kini kian terbuka, di sinini anda akan menemukan Keindahan alam Indonesia yang dipadu dengan Kebanggan citra diri sebagai bangsa. Cobalah ke PLBN Yetetkun.

Pemerintah terus meningkatkan kualitas jalan perbatasan (Trans Papua) pada ruas Merauke-Boven Digoel, Tanah Merah untuk memperkuat konektivitas kawasan perbatasan. Di sana anda akan temukan PLBN Yetetkun , tujuannya, menjadikan kawasan perbatasan negara menjadi beranda depan terdepan yang dapat dibanggakan. PLBN ini dilengkapi dengan gedung utama PLBN, pos pemeriksaan, pos gerbang, power house, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), Peralatan X-Ray dan thermal detection, serta portal. Sedangkan untuk zona sub inti akan dibangun rumah pegawai dan zona pendukung seperti kios (pusat ekonomi), lanskap, dan infrastruktur lainnya seperti tempat pengolahan sampah dan penyediaan mandi, cuci, kakus (MCK).

Kalau sebut nama Boven Digoel Tanah Merah kita akan ingat tempat bersejarah, ingat Penjara Boven Digul.Tempat pembuangan dan pengasingan bagi pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa kolonial Belanda, seperti Wakil Presiden ke-1 RI Mohammad Hatta. Untuk diketahui, wilayah tersebut berjarak sekitar 422 kilometer dari Kota Merauke di Provinsi Papua.  Pengalaman penulis pada tahun 1994 jalan ini sudah ada dan berfungsi dengan baik. Masalahnya jarang ada kampung, jadi anda harus perhitungkan kebutuhan bensinnya, atau bawa sendiri semua keperluan yang dianggap perlu. Waktu itu jalannya meski sudah baik tetapi badan jalannya nyaris tertutup oleh pohon semak-semak dari  kiri kanan jalan, karena jarang dilalui kenderaan.

Di wilayah ini anda juga bisa menemukan Rumah Pohon.Wilayah Boven Digeol adalah lokasi wisata rumah pohon. Budaya masyarakat suku Korowai Papua. Masyarakat Suku Korowai. Mereka hidup di rumah pohon dengan ketinggian sekitar 12 sampai 35 meter dari permukaan tanah. Semakin tinggi rumah pohon, semakin aman keluarga yang tinggal di dalamnya dari ancaman “laleo” zombie hidup  pemangsa manusia, binatang buas, dan tidak terjangkau oleh nyamuk malaria.

Masyarakat Suku Korowai tak khawatir rumah pohon itu bakal runtuh tertiup angin karena sudah memperhitungkan diameter dan kekokohan pohon yang menjadi penopang. Yang penting, keluarga aman dari serangan  'laleo'. Dalam bahasa Suku Korowai, laleo adalah iblis yang kejam. Makhluk ini berjalan seperti mayat hidup dan berkeliran pada malam hari untuk mencari kerabat mereka. Menurut kisah turun-temurun, anggota Suku Korowai yang bersekutu dengan lalelo akan dibunuh dan dagingnya boleh dimakan. Suatu kegiatan Wisata Perbatasan yang menarik.



 



[1] https://kabar.sanggau.go.id/2019/02/15/kuching-event-crossborder-festival-wonderful-indonesia/


Jumat, 30 Juli 2021

Papua Adalah Milik Warga Asli Papua Pro Nkri

 


Papua Adalah Milik Warga Asli Papua Pro Nkri

Para pejuang KKB atau OPM selama ini selalu berdalih bahwa kaum elit terdidikPapua telah merencanakan penentuan nasib sendiri melalui pembentukan Nieuw Guinea Raad yang diresmikan pada April 1951. Maksudnya adalah bahwa Ketua Nieuw Guinea Raad  yaitu Nicolaas Jouwe  membentuk KOMITE NASIONAL dalam rangka mempersiapkan alatalat dan simbol kelengkapan negara. Negara Bangsa Papua. Negara bangsa Papua yang dipersiapkan itu dinamai Papua Barat (West Papua). Pada 1Desember 1961, Bintang Kejora, bendera nasional negara Papua Baratdikibarkan sejajar dengan bendera Belanda, dan lagu kebangsaan “HaiTanahku Papua”

Dalam perjuangannya yang anti Indonesia  sejak tahun 1960-an Nicolaas Jouwe[1] berjuang agar hak-hak orang Papua untuk menentukan nasibnya sendiri sebagai bangsa  merdeka yang dihormati. Perjuangan itu sudah dilakukannya hingga 1969. Menurut Nicolaas Jouwe, setelah 2/3 negara anggota dalam Sidang Umum PBB menerima hasil Pepera 1969, tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Suka atau tidak suka, bangsa Papua telah menjadi bagian resmi dari negara-bangsa Indonesia. Baginya, dia harus menerima secara realistis keadaan ini dan menghabiskan sisa hidupnya untuk membantu pemerintah Indonesia menyejahterakan rakyat Papua. Dia kembali kepangkuan NKRI.

Masih ingat  Nick Messet adalah  mantan Menteri Luar Negeri Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang juga memilih pulang setelah 40 tahun berjuang demi Papua Merdeka. Sebagai putra asli Papua, Nick Messet adalah seorang pilot berdarah Papua pertama, lulusan Cessnock, New South Wales, Australia yang bekerja untuk maskapai Papua Nugini. Ayahnya adalah Bupati Jayapura periode 1976-1982.  Setelah kembali ke NKRI, Nick Messet ditugasi membangun hubungan antara Indonesia dan negara-negara di Pasifik.Peran Nick Messet dahulu sebagai Menlu OPM dalam merangkul negara-negara di kawasan Pasifik kini diminta  untuk mendukung kepentingan diplomasi Indonesia. Tak heran sejak pertengahan 2018, Nick Messet ditetapkan sebagai Konsul Kehormatan dari Indonesia untuk Nauru. Selama ini negara-negara di Pasifik seperti Nauru, Kepulauan Marshall, Solomon, Vanuatu, Tuvalu dan Tonga serta Papua Nugini dipandang menjadi target untuk meraih dukungan bagi ide kemerdekaan Papua melalui referendum karena kesamaan ras yakni Melanesia. Dalam wawancara dengan BBC News Indonesia, Nick Messet melontarkan alasannya kembali ke NKRI.

Nick Messet meninggalkan Papua di tahun 1960-an. ”Saya tinggalkan Papua untuk berjuang dari luar negeri, dan selama lebih dari 40 tahun tapi hasilnya tidak ada. Setiap Negara yang saya minta dukungannya untuk Papua Merdeka. Mereka selalu bilang kalau Papua itu bagian yang sah dari Indonesia. Lalu saya kembali ke Indonesia dan  membangun Papua di dalam bingkai NKRI. Karena saya lihat hal seperti itu sudah jalan. Satu-satunya itu harus kerjasama dengan Indonesia untuk memperbaiki kehidupan, kesejahteraan sosial Papua,” kata Nicholas Messet.

OPM Mempermasalahkan New York Agreement

Para penggiat OPM itu sering menyebut bawa New York Agreemeny pada 15 Agustus 1962. Sebagai kesepakatan antara pemerintah Belanda dan pemerintah Indonesia itu berisi: (1) Belanda menyerahkan tanggung jawab administratif pemerintahan Papua Barat kepada PBB melalui UnitedNations Temporary Executive Authority (UNTEA); (2) Terhitung 1 Mei 1962 UNTEA menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia; (3) Pada akhir 1969, di bawah pengawasan PBB, dilakukan  Act of Free Choice  bagi rakyat Papua untuk dapat menentukan sendiri nasib atau kemerdekaannya sendiri.“The Act of self-determination will be completed before the end of 1969,” Pada 14 Juli hingga 2 Agustus 1969,  Act of Free Choice  bagi rakyat Irian Barat digelar lewat PEPERA (PenentuanPendapat Rakyat). PEPERA diwakili 1,025 warga Papua, menurut OPM itu  Act of self-determination  mengkaidahkan satu orang satu suara (One Man One Vote).

OPM tidak menerimanya, mereka tetap menuntut One Man One Vote. Mereka lupa, mereka seolah atau pura-pura Buta. Bahwa yang jadi pilihan waktu itu adalah “  Mau melilih Ikut Indonesia atau Bergabung Dengan Belanda”? Ternyata Orang Papua memilih Ikut Indonesia. Mereka juga lupa bahwa pada saat itu kondisi Papua masih sangat tertutup, sarana transportasi nyaris belum ada.  Semua serba terbatas. Mereka juga lupa bahwa cara pemilu di Papua yang memakai sistem NOKEN. Artinya suara warga dipercayakan penuh pada KEPALA SUKU. Padahal para penggiat OPM itu juga melihat bahwa bentuk Pemilihan Umum di Papua ya Sistem Noken itu. Hingga tahun 2021 ini di Papua kalau PEMILU ya masih dengan sistem “Noken”. Sistem NOKEN itu dalam pengertian budaya masih menganut asas musyawarah untuk mufakat. Dimana Noken dipakai sebagai simbol kebersamaan Suku atau keluarga besar yang diwakilkan oleh para kepala Suku. Jadi secara Hukum dan sesuai sejarahnya Papua itu adalah bagian syah dari NKRI. Apa yang dilakukan Belanda melalui UNTEA ini sebetulnya hanyalah pengulangan sejarah pengakuan kedaulatan wilayah NKRI. Karena jauh sebelum 1 Mei 1963, yaitu pada 27 Desember 1949 Belanda secara resmi telah menyerahkan KEDAULATAN atas seluruh wilayah jajahannya kepada Pemerintah Indonesia. Hal ini sejalan dengan menggunakan azas hukum internasional UTI POSSIDETIS JURIS : batas wilayah negara bekas jajahan yang kemudian merdeka, mengikuti batas wilayah sebelum negara tersebut merdeka, maka konsekuensi logisnya status politik wilayah Papua  menjadi bagian wilayah Republik Indonesia sejak saat proklamasi 17 Agustus 1945 itu dikumandangkan. Jadi sangat logis bagi mereka yang tidak suka NKRI ya sebaiknya jangan tinggal di wilayah itu. Jangan tinggal di Papua. Tetapi pergilah ke wilayah lain yang bisa menerima mereka.

Pembangunan Papua Masih Perlu Perjuangan

Papua dilihat dari segi territorial memang besar dan kaya akan sumber daya alamnya, tetapi kalau dilihat dari Sumber Daya Manusianya Papua justeru sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan daerah Indonesia lainnya. Sebagai informasi, jumlah penduduk di Tanah Papua[2] diperkirakan mencapai 4,3 juta jiwa pada 2019. Angka tersebut terdiri atas 963.600 jiwa penduduk Papua Barat dan 3,34 juta jiwa penduduk Papua dengan Perkiraan warga asli Papua tidak lebih dari 3 Juta jiwa. Jadi bisa dibayangkan seberapa besar perhatian pemerintah yang bisa diberikan ke wilayah ini, sementara Indonesia masih mempunyai 240 jutaan di daerah lainnya. Jadi secara logika pemerintah “ kedederan” dalam memperhatikan dan membangun Papua. Apalagi pembangun pemerintahan sebelum era Jokowi memang masih lebih fokus pada Pulau Jawa dan sekitarnya.

Tahun 2021 adalah tahun ahir masa berlakunya Otsus, berbagai pihak mengutarakan harapannya agar sebelum memperpanjang Otsus perlu terlebih dahulu Evaluasi menyeluruh terkait Otsus, suatu harapan yang sebenarnya sangat baik. Kini Otsus sudah selesai. Kini di lapangan serta bila dihadapkan dengan fakta di lapangan justeru banyak hal juga tengah berjalan kea rah yang lebih baik. Khususnya Gubernur dan Bupati, Pangdam dan Kapolda sudah dari warga Papua Asli. Harapan kita setelah pimpinannya dari warga asli Papua mestinya segala sesuatunya akan jauh lebih baik dan itu perlu waktu. Meski ada yang mengatakan untuk apa adanya Otsus sementara kekerasan masih terjadi?  Ya kita harus realistik dan melihat bahwa kekerasan yang terjadi itu adalah atas adanya kegiatan “kekerasan” yang dilakukan oleh KKB atau OPM diberbagai daerah. Pemerintah sudah mereseponnya sesuai dengan UU yang ada, serta melakukannya secara baik dan terbatas dilakukan oleh Polri dan TNI secara terkendali. Harapan kita demikian juga terhadap ASN, Lingkungan Pendidikan Tinggi Dll agar Pemda lebih fokus memberikan kesempatan kepada warga papua Asli yang pro NKRI. Sebaliknya terus mengeliminasi warga papua yang tidak pro NKRI. Papua memang adalah milik Orang Papua Asli Yang Pro NKRI. 





[1] https://www.wilayahperbatasan.com/nicolaas-jouwe-nick-messet-kembali-ke-nkri-membangun-papua/

[2] https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/08/22/jumlah-penduduk-di-tanah-papua-diproyeksi-mencapai-578-juta-jiwa-pada-2045