Minggu, 26 Mei 2013

Moeldoko, Kepala Staf TNI AD yang Baru | WilayahPertahanan.Com



Moeldoko, Kepala Staf TNI AD yang Baru | WilayahPertahanan.Com

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyetujui usulan Panglima TNI dan mengangkat Letjen TNI Moeldoko sebagai Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo. Perwira militer asal Kediri ini lahir 8 Juli 1957, lulus Akademi militer pada 1981. Presiden mengatakan pelantikan KSAD yang baru dilakukan pada Rabu, 22 Mei 2013 menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang memasuki akhir masa baktinya pada Mei 2013.
Presiden berharap KSAD baru mampu mencegah terulangnya kasus kekerasan oleh oknum prajurit TNI AD. Seperti yang terjadi pada kasus penyerangan di Lapas Cebongan dan Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU). Ia juga berpesan agar Moeldoko lebih mengerti terkait persoalan-persoalan sosial, apalagi jika berkaitan dengan para prajurit TNI AD.
“Tindakan-tindakan indisipliner dan aksi main hakim sendiri melawan premanisme itu tidak boleh terulang, kalau ini terjadi artinya komandannya tidak didengar atau tidak dipercaya oleh bawahannya,” Buatlah agar tentara tumbuh menjadi tentara yang profesional dan dekat dengan rakyat, capable dan kian dekat dengan rakyat Indonesia,”
Kami rundingkan kesepakatan khusus dengan HostGator, hanya untuk pembaca kelompok www.Wilayahpertahanan.com Jadi Bila Anda Membeli Hosting Gunakan gatorarKode Kupon “SPRING30″ Ini adalah kupon untuk Diskon 30% biaya web hosting dan $ 1 dari domain (dengan hosting). Selain itu Anda tetap mendapatkan jaminan uang kembali 45-hari, jika karena alasan apapun Anda tidak merasa puas. Kupon ini berlaku sampai 30 Mei 2013.
Letnan Jenderal TNI Moeldoko yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat dan peraih Adhi Makayasa di Akademi Militer 1981 dan juga perwira terbaik pada Susreg 32 Seskoad 1995 yang juga teman satu susreg dengan mantan Kasad Edi Pramono dan Komandan Kodiklat TNI AD Letjen Gatot Nurmantyo. Anggota Komisi I DPR Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berpendapat ditunjuknya Letjen TNI Moeldoko sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo karena intelektualnya sebagai tentara.
“Letjen TNI Moeldoko seorang tentara intelektual yang diharapkan dapat menjadi pimpinan Angkatan Darat dan mampu berkomunikasi dengan baik kepada prajuritnya,” kata Susaningtyas ketika menanggapi ditunjuknya Wakil KSAD Letjen TNI Moeldoko sebagai KSAD, di Jakarta, Ia juga berharap Letjen TNI Moeldoko mampu memajukan AD sehingga terlatih dan profesional, sehingga siap menghadapi tantangan modern seperti halnya kemungkinan perang asimetrik.
“KSAD yang baru harus piawai menjadikan prajurit memiliki kearifan lokal dan kemahiran komunikasi antar budaya. Karena sekarang bukan zamannya perang otot. Perang urat syaraf menuntut seseorang memiliki kemampuan pikir yang tajam,” kata Nuning sapaan Susaningtyas.
KSAD juga dituntut mampu melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kesejahteraan prajurit. Selain itu hubungan antar institusi juga harus dibenahi, lanjut Susaningtyas.
“Kemampuan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) bukan hanya alutsista saja yang dikembangkan, tapi juga kesejahteraan dan kemampuan serta pendidikan SDM,” tutur politisi Partai Hanura tersebut.

Perwira Terbaik Susreg 32 Seskoad

Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat adalah sekolah kebanggaan angkatan Darat, sekolah ini menyeleksi seluruh Perwira AD terbaiknya secara tranparan, sekolah yang jadi dambaan Perwira AD. Sekolah ini berdiri sejak 17 Februari 1953, Presiden Ri Ir Soekarno Meresmikan Gedung Sskad Dengan Nama“Grha Wiyata Yudha” Beralamat  Di Jalan Papandayan Yang Sekarang Jalan Gatot Subroto No. 96 Bandung. Tugas Pokok Seskoad adalah untuk mendidik Para Perwira Tni AD, yang Akan Diarahkan Untuk Menduduki Jabatan Staf Umum Dan Komando Satuan Operasional Tingkat Komando, Serta Tingkat Resimen Tim Pertempuran Ke Bagian Atas.
Bisa dikatakan hampir semua lulusan Sekolah ini kelak menjadi pimpinan TNI dan salah satu diantaranya adalah Susreg 32 tahun 1994/1995. Beberapa pimpinan TNI-AD dari Susreg 32 yang tengah berada di putaran pimpinan TNI AD saat ini adalah mantan Kasad Edhi Pramono, Kasad Muldoko, Gatot Nurmantyo, Hudawi Lubis, Waris dan masih banyak lagi. Yang jadi Danseskoad pada Susreg 32 waktu itu adalah Mayjen Tni E.E. Mangindaan (Menteri Perhubungan) dan juga Mayjen Tni Arifin Tarigan yang saat itu sudah memprediksi bahwa Pimpinan TNI dari Susreg 32; inilah kelak yang menjadi titik balik bagi sejarah TNI AD; apakah TNIAD akan jadi prajurit professional dan dicintai Rakyat atau malah akan jadi hujatan rakyat pada zamannya.
Beberapa bulan silam, 11 prajurit Kopassus menyerang LP Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta, dan membunuh empat tahanan titipan Polda DI Yogyakarta. Keempat tahanan itu merupakan tersangka pengeroyokan dan pembunuhan seorang anggota Kopassus. Sebelumnya puluhan tentara menyerang dan membakar markas Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Pesan kedua (Mangindaan dan Tarigan) Komandan Seskoad itu sangat terasa bagi penulis, takkala peristiwa penjara Cebongan terjadi. Pesan itu tetap mengiang di telinga, karena penulis sendiri adalah salah satu dari Perwira Susreg 32 waktu itu; dan ternyata benar Kasad Pramono Edhi langsung dan secara tegas berjanji akan mengungkapkan dan menegakkan hukum pada siapapun yang ada dibalik kejadian itu. Dalam hati penulis seolah berbisik pastilah pa Kasad masih ingat akan pesan Mayjen Mangindaan dan Tarigan sepuluh tahun yang lalu; dan juga gembira karena Kasad Baru sudah berkomitmen untuk menjadikan TNI AD sebagai prajurit professional yang dicintai rakyat.
Pesan lain yang juga sangat strategis adalah terkait dengan Gelar Pasukan dan Sinergitas TNI dan Polri ( waktu itu Polri masih bagian dari TNI dan Susno Duaji juga adalah salah satu prajurit Susreg 32). TNI dan Polri hanya akan jadi “singa dimeja” kalau sinergitasnya lemah, kalau sistem komando dan gelar pasukannya tidak mencerminkan antisipasi terhadap ancaman nyata NKRI.

Semangat Kasad Yang Baru

”Kami sudah melakukan evaluasi internal. Segera akan saya lihat kembali apakah ada proses pendidikan yang kurang baik atau kurang benar. Ini perlu penelitian. Kami akan evaluasi untuk pembenahan ke depan,” kata Moeldoko, Kompas Senin (20/5), di Kantor Presiden, Jakarta. Hal senada dan menurut Moeldoko, terkait pengadaan alutsista, dia bersikap terbuka kepada seluruh jajaran. ”Tidak ada lagi, istilahnya, ini orangnya Moeldoko atau siapa,” kata Wakil KSAD itu.
Dalam jumpa pers, Pramono menyampaikan, Presiden meminta agar TNI AD menjaga kekompakan internal dan kekompakan dengan rakyat, TNI AU, TNI AL, serta Polri. ”Hal ini perlu agar tidak ada kendala dalam memberikan bantuan kepada kepolisian sehingga bisa cepat mengatasi kejadian yang dapat merobek persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Ada enam pesan lain yang diberikan Presiden kepada TNI AD. Presiden meminta kepada TNI AD untuk meneruskan pola kepemimpinan dan manajemen TNI AD yang selama ini dinilai sudah baik. ”Presiden juga menyatakan bahwa TNI yang diharapkan oleh rakyat adalah TNI yang profesional. Karena itu, agar dilanjutkan modernisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan),” ujar Pramono.
TNI AD diminta pula untuk terus meningkatkan kesejahteraan prajurit, menjalin kedekatan dengan rakyat, tidak terlibat politik praktis menjelang Pemilu 2014, dan tertib dalam urusan keuangan pengadaan alutsista. ”(Pengadaan alutsista) harus dilaksanakan secara transparan, terbuka, sehingga tidak ada kesan penggunaan anggaran yang kurang tepat,” kata Pramono.
Sebelum diangkat sebagai Wakasad, Moeldoko duduk sebagai Wakil Gubernur Lemhanas. Jabatan itu diemban sejak 2011. Sebelumnya, pada tahun 2010, Moeldoko mengalami tiga kali rotasi yaitu Pangdiv 1/Kostrad, Pangdam XII/Tanjungpura, dan Pangdam III/Siliwangi. Kita berharap Kasad yang baru akan membawa angin segar bagi peningkatan sinergitas TNI ke depan, alut sista adalah sarana dibalik semua itu yang utama adalah system komando TNI itu sendiri. Selamat Bertugas.

Riwayat Jabatan 


  • Wadan Yonif 202/Tajimalela
  • Danyonif 201/Jaya Yudha
  • Dandim 0501 BS/Jakarta Pusat
  • Sespri Wakasad
  • Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad
  • Dan Brigif-1 Pengamanan Ibu Kota
  • Asops Kasdam VI/TPR
  • Dirbindiklat Pussenif
  • Danrindam VI/TPR
  • Danrem 141/TP Dam VII/WRB
  • Pa Ahli Kasad Bidang Ekonomi
  • Dirdok Kodiklat TNI AD
  • Kasdam Jaya (2008)
  • Pangdivif 1/Kostrad (2010)
  • Pangdam XII/Tanjungpura (2010)
  • Pangdam III/Siliwangi (2010)
  • Wagub Lemhannas (2011)
  • Wakasad (2013)

Jumat, 10 Mei 2013

Memahami Persaingan Politik Malaysia | KawasanPerbatasan.com



Memahami Persaingan Politik Malaysia 



Oleh Hamdan Daulay[1]
Pada 5 Mei 2013, Malaysia telah melaksanakan pemilu untuk menentukan pemimpin politik lima tahun ke depan. Sejak merdeka pada tahun 1957 hingga saat ini, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) selalu menjadi partai pemenang dan berkuasa di Malaysia. Namun, pada Pemilu 2008 yang lalu, UMNO dikejutkan koalisi partai oposisi—Democratic Action Party, Parti Islam Se-Malaysia (PAS), dan Partai Keadilan Rakyat (PKR)—yang mampu meraih 82 kursi dari total 222 kursi di parlemen.
Sebelumnya, UMNO selalu dominan dengan menguasai lebih dari dua pertiga kursi parlemen. Keberhasilan oposisi meraih 82 kursi parlemen dan menang di 5 negara bagian (Selangor, Kelantan, Kedah, Terengganu, dan Penang) itu merupakan pukulan telak bagi UMNO. Hal tersebut tidak lepas dari ketokohan Anwar Ibrahim yang mampu menghimpun kekuatan oposisi.
Persaingan politik di Malaysia tidak bisa lepas dari pengaruh budaya Melayu dan Islam yang begitu dominan. Budaya Melayu dan pengaruh kerajaan yang masih eksis membuat politik Malaysia menjadi lebih santun dan jarang terjadi demonstrasi yang anarki. Masyarakat Malaysia yang majemuk, baik dari segi agama, budaya, maupun etnis, tidak menjadi penghalang untuk membangun negara yang kuat dan rukun. Budaya Melayu dan nilai-nilai Islam yang dominan menjadi semakin kuat karena faktor kesultanan yang memberi dukungan kepada eksistensi Islam dan budaya Melayu.

Potensi konflik

Potensi konflik politik di Malaysia memang tidak bisa dihindari, khususnya antara UMNO yang dianggap sekuler dan PAS sebagai partai Islam. Kedua partai sama-sama memperebutkan pemilih dari massa Melayu dan Islam. Lebih-lebih pada masa kampanye politik, potensi konflik itu semakin nyata. UMNO sebagai partai sekuler berbasis etnis Melayu mengklaim berkomitmen kuat mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dan menuduh PAS sebagai partai tradisional yang menghambat kemajuan. PAS sebagai partai Islam mengklaim lebih Islami dan menuduh UMNO banyak menyimpang dari nilai-nilai Islam.
Sumber konflik kedua partai tersebut adalah isu-isu Islam dengan penafsiran masing-masing. Strategi politik itu wajar mengingat suara pemilih yang mereka perebutkan adalah masyarakat Melayu yang berkomitmen kuat kepada Islam. Bagi masyarakat Melayu, budaya mereka tak bisa dipisahkan dari Islam. Itu sebabnya, partai-parti yang berbasis Melayu, baik UMNO, PAS, maupun PKR, selalu membawa isu Islam dalam strategi politik mereka.
Bahkan, UMNO—baik di bawah kepemimpinan Mahathir Mohamad, Abdullah Ahmad Badawi, maupun Najib Razak—memunculkan gagasan baru Islam Hadhari. Konsep Islam Hadhari adalah menegaskan peran utama pengetahuan dalam Islam dan berupaya mencapai sepuluh prinsip utama mulai dari keimanan, keadilan, hingga kehidupan yang berkualitas.
UMNO sebagai partai penguasa memiliki kesempatan yang lebih luas untuk menjawab berbagai kritik yang dilontarkan PAS terkait dengan kemajuan Islam di Malaysia. Meskipun UMNO sebagai partai sekuler, kebijakan politik UMNO banyak yang mendukung kemajuan Islam. Pemerintah mendirikan Bank Islam, Universitas Islam Internasional, Asuransi Islam, hingga mendukung kemajuan dakwah lewat berbagai dukungan dana dari tingkat desa hingga nasional.
Sejumlah tindakan nyata UMNO selama ini tetap dalam bingkai pluralisme sehingga tidak memicu gejolak. Sebagai partai penguasa, UMNO bisa lebih leluasa membuat sejumlah kebijakan yang menguntungkan semua lapisan masyarakat, apa pun etnis dan agamanya. UMNO yang dominan etnis Melayu tidak hanya mengutamakan pembangunan untuk Melayu dan Islam, tetapi juga bagi etnis China dan India. Dengan demikian, nilai-nilai pluralisme di Malaysia dikelola dengan baik dalam prinsip kesatuan.
Bagi PAS sebagai partai oposisi, sejumlah kebijakan politik yang dibuat pemerintah/UMNO hanyalah strategi politik untuk memengaruhi masyarakat Melayu. Menurut PAS, dukungan UMNO terhadap Islam belum menyentuh esensi Islam.

Negara bernilai Islam

Perjuangan politik PAS adalah mendirikan negara yang konsisten dengan nilai-nilai Islam. Namun, idealisme itu tampaknya sulit diwujudkan di tengah pluralisme masyarakat. PAS dinilai sektarian sehingga sulit diterima masyarakat yang mendambakan keutuhan dan persatuan bangsa.
Melihat persaingan politik yang terjadi antara UMNO dan PAS dengan mengangkat isu-isu keislaman, sesungguhnya yang lebih dominan lagi adalah aspek penafsiran. Bagi UMNO, perjuangan politik untuk memajukan Islam di Malaysia tidak harus dengan menjadikan Malaysia negara Islam, tetapi yang lebih penting justru esensi nilai-nilai Islam bisa diaktualisasikan dalam berbagai kebijakan politik.
Bagi PAS, perjuangan Islam itu harus diwujudkan secara formal dengan menjadikan Malaysia negara Islam. Dalam hal ini, UMNO tampaknya lebih realistis strategi politiknya di tengah kondisi rakyat Malaysia yang majemuk.

PM VI Malaysia dan Presiden VII RI 

Oleh Christianto Wibisono[2]
Hasil pemilu Malaysia 5 Mei 2013 meredupkan karier politik Anwar Ibrahim yang gagal menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia. Versi klenik Notonegoro (yang dipaksakan di Indonesia sebagai Soekarno, Soeharto, dan seterusnya) punya ekuivalen Rahman (dari PM pertama Malaysia Tunku Abdul Rahman, lalu Tun Abdul Razak, Husein Onn [ipar Tun Razak], Mahathir Mohamad, Abdullah Ahmad Badawi, dan Najib Razak [putra Tun Razak]). Anwar Ibrahim selalu berusaha menempatkan dirinya pada abjad ”A” atau ”N” dari akhiran Rahman. Gagalnya Anwar menjatuhkan petahana Najib Razak mengisyaratkan pertarungan dinasti politik Malaysia akan dilanjutkan oleh Mukhriz Mahathir, yang dibantu ayahnya merebut Kedah dari oposisi Pakatan Rakyat.
Putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, bertahan dan akan mengulangi peran Megawati pada politik Malaysia. Namun, Khairy Jamaluddin, menantu Abdullah Ahmad Badawi, juga mengintai kursi PM. Sementara itu, ayah beranak Lim Kit Siang dan Lim Guan Eng memimpin Partai Aksi Rakyat (DAP) merebut 38 kursi, lebih besar daripada Partai Keadilan Rakyat (30) dan Partai Islam se-Malaysia (21). Koalisi Pakatan Rakyat hanya memperoleh 89 kursi dan Barisan Nasional menguasai 133 dari 222 kursi DPR, membuyarkan impian Anwar Ibrahim menjadi PM ketujuh Malaysia.

Selalu menjiplak

Dalam banyak hal, Malaysia selalu meniru dan menjiplak Indonesia, tetapi dengan sentuhan terakhir yang lebih baik sehingga murid mengalahkan guru. Bahkan, dalam hal yang kurang terpuji, seperti diskriminasi rasial dan etnis, Kuala Lumpur dan Ja- karta selalu merujuk atau menjiplak dan mengulangi kesalahan yang sama sebelum bertobat mengobati kekeliruan yang memacetkan kehidupan masyarakat keseluruhan. Lima puluh tahun yang lalu, mahasiswa ”asli” merusak sepeda motor mahasiswa keturunan Tionghoa di Bandung yang dikenal sebagai insiden rasialis 10 Mei 1963. Di antara korban yang frustrasi dan mengungsi ke luar negeri adalah anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Yap Tjwan Bing.
Empat tahun kemudian, Kuala Lumpur dilanda kerusuhan rasial akibat kekalahan UMNO dalam pemilu 13 Mei 1969 oleh DAP. Wakil Perdana Menteri Tun Abdul Razak mengudeta PM Tunku Abdul Rahman, mirip Soeharto menggulingkan Bung Karno, dan memperkenalkan New Economic Policy, aksi afirmatif untuk bumi putera Melayu, mengacu pada politik Benteng, proteksi pengusaha asli pribumi di Indonesia dasawarsa 1950-an. Hubungan etnis di Malaysia mirip dengan Lebanon, api dalam sekam, dan insiden 13 Mei selalu dipakai sebagai momok untuk tidak menerapkan demokrasi secara benar.
Indonesia di bawah Soeharto menyapu masalah di bawah karpet yang kemudian meledak dalam pemerkosaan di Jakarta, 13 Mei 1998, yang hingga detik ini belum terungkap dalang politiknya, kecuali peradilan terhadap polisi penembak mahasiswa Trisakti dan penculik aktivis mahasiswa. Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo adalah Kapolres Jakarta Barat waktu itu. Calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo, Pangkostrad waktu itu, sudah diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Militer di bawah KSAD Subagyo. Adapun Panglima TNI juga menjadi calon presiden dari Partai Hanura.
Menarik bahwa Wakil Menteri Hukum dan HAM mengungkapkan kembali isu peradilan HAM dalam rangka ratifikasi Statuta Roma oleh Pemerintah RI. Bersama media yang meliput luas, Wakil Menteri bertemu dengan Ketua Mahkamah Peradilan HAM Internasional di Den Haag. Di DPR trio Partai Demokrat, PDI-P, Golkar, menyiasati pembentukan peradilan HAM tentu saja untuk mendulang suara pemilih 2014 agar tak memilih capres bermasalah yang bisa tersandung Statuta Roma.
Politik tak pernah sepi dari pengkhianatan. Perubahan sikap bunglon membingungkan masyarakat yang polos dan lugu ser- ta perselingkuhan Ken Arok yang juga universal. Di Malaysia, Barisan Nasional selalu mengingatkan bahaya 13 Mei 1969 terulang jika golongan Tionghoa menuntut emansipasi hak dan menggugat privilese ketuanan Melayu. Namun, proteksi terhadap Bumiputera Melayu sejak Tun Razak sudah berlangsung 30 tahun dan harus diakhiri pada tahun 2000, ternyata dilestarikan oleh elite Mahathir dan konco-konconya sehingga rakyat menyebut dominasi UMNOputera, sedangkan bumiputera jelata tetap saja melarat.

Mahathir belajar dari Soeharto

Mahathir belajar jadi diktator seperti Soeharto dengan korban pesaing yang jatuh dari sampingnya, mulai dari Musa Hitam, Razaleigh Hamzah, Ghafar Baba, dan kemudian Anwar Ibrahim yang dituduh sodomi. Mahathir tidak memakai tuduhan korupsi karena akan ditertawakan orang bahwa Mahathir sendiri adalah biang koruptor. Karena itu, ia memakai jurus sodomi Anwar terhadap sopirnya sendiri. Mahathir melakukan jurus sodomi karena Anwar Ibrahim menggunakan jurus Reformasi Habibie untuk mendongkel Mahathir.
Di AS, Obama melakukan terobosan pada 2008 dengan menjadi presiden kulit hitam pertama. Di Indonesia, Basuki Tjahaja Purnama menjadi wakil gubernur terpilih DKI Jakarta, suatu preseden baru dalam sejarah politik RI. Sejak zaman revolusi sudah ada menteri dari keturunan Tionghoa. Namun, wakil gubernur terpilih adalah terobosan yang mungkin belum sekelas Obama: jelas Indonesia menjadi contoh sukses demokrasi yang kompatibel dengan Islam dan Islam Indonesia kompatibel dengan toleransi, multikultur, dan pluralisme.
Dengan kemenangan yang diprotes Anwar Ibrahim, Barisan Nasional Najib Razak mirip Soeharto yang ngotot pada Pemilu 1997 dan Harmoko yang mengangkat lagi Soeharto pada 12 Maret, kemudian berbalik memunggungi Soeharto 18 Mei 1998. Pemilihan presiden ketujuh RI juga diwarnai terobosan kebekuan oligarki kartel politik. Duet Jokowi-Basuki menghancurkan mitos koalisi parpol yang, meskipun bergelimang uang, tidak bisa membendung tsunami arus bawah rakyat yang sadar akan hak dan kualitas pemimpin. Konglomerat dikerahkan ke JIEP untuk mendukung petahana, tetapi suara karyawan dan masyarakat jauh lebih besar dari suara elite. Karena itu, tergusurlah simbol status quo oleh figur jelata Jokowi-Basuki.
Salah satu kritik kepada Jokowi, selain yang ditulis Sunny Tanuwidjaja di rubrik ini pada 6 Mei lalu, adalah bahwa dia kurang ”intelektual” untuk jadi calon presiden. Ronald Reagan adalah aktor kelas dua yang mungkin secara kualitas kalah dari Richard Burton sebagai aktor. Namun, Reagan adalah komunikator politik yang paham arus bawah dan mengantarkan program. Karena itu, dia terpilih dua kali masa jabatan dan dinilai sebagai salah satu presiden Amerika Serikat dengan kinerja terbaik. Lagi pula, di eranya komunisme bangkrut dan Perang Dingin selesai setelah Tembok Berlin dihancurkan oleh grass root antidiktator. Elite politik Indonesia harus belajar dari sejarah kepresidenan Republik Indonesia yang, harus diakui, selalu penuh intrik dan membingungkan masyarakat.


[1] Hamdan Daulay Dosen UIN Yogyakarta; Peneliti Politik UMNO dan PAS di Malaysia pada 2006-2010 (kompas 8 Mei 2013) 
[2] Christianto Wibisono Pendiri Institute Kepresidenan Indonesia (Kompas 8 Mei 2013)

Sabtu, 27 April 2013

Perang Semenanjung Korea Siapa Yang Berani Memulai, Wilayah Pertahanan | WilayahPertahanan.Com

Perang Semenanjung Korea Siapa Yang Berani Memulai, Wilayah Pertahanan | WilayahPertahanan.Com





Senin (15/4), ribuan rakyat Korut merayakan ulang tahun Kim Il-sung yang lahir pada 15 April 1912. Kim Il Sung mendirikan Korut pada 1948 dan memulai perang Semenanjung Korea pada 1950-1953. Kakek penguasa Korut Kim Jong-un itu meninggal pada 1994. KCNA melaporkan rakyat Korut berbondong-bondong mengunjungi patung Kim Il-sung.“Ayahku, pemimpin besar kami. Ini ekspresi tulus datang dari dasar hati mereka,” kata penyiar KCNA.
Kim Jong-un menghadiri perayaan tengah malam kelahiran kakeknya dengan para pejabat pemerintahan. Rakyat mendekorasi jalan-jalan untuk acara nasional itu, seperti tidak ada potensi perang. Militer Korut juga dijadwalkan akan menggelar parade militer untuk memperingati ulang tahun Kim Il-sung.
Korea Utara (Korut) membuat ancaman baru di saat negara itu merayakan ulang tahun ke-101 pendirinya Kim Il-sung, Selasa (16/4). Di saat ribuan rakyat Korut merayakan ulang tahun Kim Il-sung, ketegangan kembali naik dengan Korut mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan menyerang Korea Selatan (Korsel) tanpa peringatan. “Tindakan balasan kami akan dimulai tanpa pemberitahuan, dari sekarang,” kata kantor berita Korut, KCNA, yang menekankan bahwa tindakan akan segera dimulai.
Korut telah memperingatkan Korsel bahwa kemampuan militer nya akan sangat kuat menghantam setiap kekuatan musuh yang menyakiti martabat pemimpin tertinggi, apabila tidak ada permintaan maaf dari Korsel.  “Bila otoritas boneka sungguh-sungguh ingin dialog dan negosiasi, mereka harus meminta maaf,” kata Militer Korut.
Intelijen Korea Selatan (Korsel) melaporkan Pyongyang diperkirakan dapat sewaktu-waktu meluncurkan rudal balistik jarak menengah, untuk menunjukkan kekuatan militer pada hari ulang tahun Kim Il-sung. Rudal balistik yang akan diluncurkan oleh Pyongyang diyakini adalah rudal Musudan yang memiliki jangkauan hingga 4.000 kilometer, mampu menjangkau wilayah
Beberapa hari sebelumnya, Amerika Serikat (AS) mengecam keputusan Korea Utara (Korut) saluran komunikasi terakhir antara utara dan selatan (Korea Selatan). AS segera merespon ancaman dan tindakan terbaru Korut itu dengan menyebutnya sebagai provokatif dan tidak konstruktif, Rabu (27/3/2013). Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel menegaskan janji “tak tergoyahkan” untuk negara sekutunya Korsel. Hagel meneleponMenteri Pertahanan Korsel, Kim Kwan-jim mengkonfirmasi kembali aliansi kedua negara, yang disebut Hagel sebuah instrumental dalam mempertahankan stabilitas di Semenanjung Korea.
Korea Utara (Korut) secara resmi menyatakan negaranya memasuki “keadaan perang” dengan Korea Selatan (Korsel). Korut memperingati provokasi apa pun akan cepat meningkat menjadi perang nuklir. Pernyataan itu disiarkan oleh kantor berita resmi Korut (KCNA), Sabtu (30/3). “Sampai sekarang, hubungan antar-Korea memasuki sebuah situasi perang, dan semua hal menyangkut kedua negara Korea akan ditangani sesuai dengan protokol perang. Situasi lama dari Semenanjung Korea yang tidak damai atau perang akhirnya berakhir,” demikian pernyataan KCNA.
Korut dan Korsel secara teknis masih dalam situasi perang karena perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Jumat (29/3), Pemimpin Korut, Kim Jong-un telah memerintahkan angkatan bersenjatanya bersiap menembakkan rudal jarak jauh untuk menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Asia Pasifik, dan wilayah negara AS. Korut juga mengumumkan telah mengakhiri gencatan senjata dan pakta perdamaian bilateral yang ditandatangani dengan Seoul.

Korea Selatan Tidak Percaya Korut Berani

Sementara, Kementerian Unifikasi Korsel cenderung menganggap remeh ancaman Korut. Kementerian Pertahanan pun mengkonfirmasi tidak ada gerakan tertentu tentara Korut di sepanjang perbatasan. “Ini bukan sebuah ancaman baru, hanya bagian dari serangkaian ancaman provokatif,” kata Kementerian Unifikasi Korsel.
Korut telah melancarkan serangkaian ancaman melawan AS dan negara sekutunya Korsel, sejak resolusi sanksi baru terhadap Korut diloloskan Dewan Keamanan PBB, bulan Maret lalu. Meski Korut telah mengumumkan pembatalan perjanjian gencatan senjata, AS dan Korsel menolak pembatalan sepihak Korut.

Sistem persenjataan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik AS

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) akan menggelar baterei pertahanan peluru kendali THAAD untuk mempertahankan pangkalannya di Pulau Pasifik, Guam, kata Pentagon, Rabu (3/4), setelah ancaman dari Korea Utara. Berita-berita mengatakan bahwa sistem yang berbasis di darat itu akan tiba di tempat dalam waktu dekat, setelah dua kapal perusak Aegis anti-rudal dikirim ke Pasifik Barat untuk mencegat setiap serangan Korea Utara terhadap target AS atau sekutunya.
THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) adalah system artileri truk yang dapat menentukan suatu peluncuran rudal musuh, melacak hulu ledak, dan meluncurkan pencegat untuk menghancurkannya. Guam adalah pulau wilayah Amerika yang berjarak 2.100 mil (3.380 kilometer) di tenggara Korea Utara di Samudra Pasifik dan merupakan rumah bagi 6.000 tentara Amerika, termasuk Marinir dan awak kapal selam dan kru pembom.

korut

Komando Pasukan Gabungan AS-Korsel dilaporkan telah meningkatkan status koordinasi pengawasan militer, Rabu (10/4). Keputusan itu merespon ancaman termo-nuklir dari Korut yang diumumkan Selasa (9/4). Komando gabungan mengangkat status Watchcon dari tiga menjadi dua. Kantor berita Korsel, Yonhap, mengutip seorang pejabat senior militer menyatakan, hal itu mengindikasikan “ancaman vital.”
Berdasarkan tingkatannya Watchcon 4 berlaku selama masa damai, Watchcon 3 mencerminkan indikasi ancaman penting, dan Watchcon 1 digunakan dalam masa perang. Intelijen Korsel menyatakan Korut telah menyelesaikan persiapan untuk uji coba misil, kemungkinan pada peringatan ulang tahun pendiri Korut, Kim Il-Sung pada 15 April nanti.
Sementara Jepang dilaporkan telah memperkuat sistem pertahanannya karena khawatir Korut akan menyerang Jepang atau pangkalan militer AS yang berada di kepulauan Jepang. Media Jepang melaporkan Kementerian Pertahanan telah menempatkan kapal penghancur dengan sistem pencegat misil dalam kondisi waspada untuk menembak jatuh setiap misil atau reruntuhan misil yang muncul di teritorial Jepang.
Pemerintah Jepang telah memerintahkan penempatan dua sistem penangkal rudal Patriot untuk melindungi Tokyo. Sistem penangkal rudal canggih Patriot Advanced Capability 3 (PAC3) disiagakan di halaman Kementerian Pertahanan di Tokyo, untuk mengantisipasi serangan roket dari Korea Utara. Selain itu, dua sistem penangkal rudal disiagakan untuk melindungi Tokyo dan sekitarnya.

Sikap Sekutu Korea Utara

Rusia dan Tiongkok, negara sekutu Korut, menyerukan agar semua pihak tetap bekerja sama mencegah situasi semakin memburuk, Jumat (30/3/2013). Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyuarakan kekhawatiran, bahwa situasi di Semenanjung Koreaakan menjadi lingkaran setan. “Kami hanya bisa melihat situasi menjadi di luar kendali, itu akan berputar menjadi lingkaran setan,” kata Lavrov.
Sementara Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel menegaskan Washington menanggapi serius ancaman-ancaman dari Korut. Dia menekankan Washington tidak akan takut pada ancaman suka berperang Pyongyang, dan siap berdiri untuk menanggapi setiap kemungkinan. AS malah sudah memamerkan kekuatan militernya dengan secara terbuka mengumumkan bahwa mereka menggunakan pesawat siluman pembom B-52 dan B-2 berkemampuan nuklir dalam latihan militer dengan Korsel.
Washington mengerahkan pesawat pemboman dari pangkalan militer di Guam, dan daratan AS dimaksudkan memberi sinyal jelas komitmen AS untuk membela Korsel terhadap setiap tindakan agresi. AS dan Korsel telah menandatangani pakta kerja sama pertahanan yang menjabarkan kedua negara sekutu itu akan bereaksi dengan segera dan tegas terhadap setiap provokasi Korut.

Perang Kata-Kata dan Perkiraan Terhadap Situasi

Rezim Korea Utara dan Kim Jong-Un beberapa kali mengeluarkan ancaman akan menyerang Korea Selatan dan Jepang. Korea Utara diberitakan menempatkan sistem rudal di pantai timur.  Roket Korea Utara punya jangkauan 4.000 kilometer dan bisa mencapai Korea Selatan, Jepang, dan pangkalan militer Amerika di Pulau Guam.
Para pengamat umumnya memperkirakan serangan itu hanya taktik Kim Jong Un,  tetapi negara-negara tetangganya segera bereaksi. Para pengamat memperkirakan, Korea Utara bisa melakukan ujicoba roket pertengahan minggu ini.
Toshimitsu Shigemura, Profesor Universitas Waseda untuk hubungan internasional menerangkan, langkah Jepang murni hanya langkah pengamanan. Ia tidak percaya Korea Utara benar-benar akan menyerang Jepang.  “Ini perang kata-kata, yang tidak disertai dengan pengerahan militer,” kata Shigemura kepada kantor berita AFP. Juga bisa dilihat dari ancaman Korut yang mengatakan bahwa “setiap kekuatan musuh yang menyakiti martabat pemimpin tertinggi, apabila tidak ada permintaan maaf dari Korsel akan ditumpas habis”. Banyak pengamat bahwa pada kata-kata permintaan maaf dari Korsel adalah isyarat akan suatu dialog.
Pemerintah Jepang tahu dari data-data satelit, bahwa Pyongyang tidak mengerahkan pasukan, kecuali memindahkan peluncur roket ke pantai timur. Korea Utara melanjutkan provokasinya dan mendesak semua warga asing di Korea Selatan agar meninggalkan kawasan itu. Kantor berita KCNA mengutip pernyataan sebuah komisi dan menyebutkan, Korea Utara tidak ingin warga asing menjadi korban dalam konflik.
Sebelumnya, rezim Korut sudah mengumumkan akan menarik semua pekerjanya dari kawasan industri Kaesong. Sekitar 53.000 pekerja Korut bekerja di lebih dari 100 pabrik di Kaesong. Kawasan industri ini adalah proyek kerjasama ekonomi antara selatan dan utara. Proyek ini merupakan sumber devisa penting bagi Korea Utara.

Jumat, 19 April 2013

Berdayakan Militer Dalam Pembangunan Wilayah Perbatasan






Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengusulkan pola pembangunan seperti Shenzhen di China dengan memberdayakan militer untuk membangun infrastruktur di wilayah perbatasan, daerah tertinggal, terutama di wilayah pedesaan. Mendagri menjelaskan, pihaknya telah mempelajari sistem pembangunan daerah tertinggal itu.
”Shenzhen adalah kota kecamatan yang tertinggal. Pemerintah mengerahkan People’s Liberation Army untuk membangun infrastruktur seluruhnya sehingga kampung nelayan Shenzhen disulap menjadi window of the world di China. Pembangunan sebesar itu dalam waktu singkat mungkin dilakukan dengan mengerahkan militer,” kata Gamawan dalam rapat teknis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-90, di Jakarta, Rabu (17/4).
Dia berharap pola serupa dapat diterapkan untuk membangun pedesaan, kawasan kumuh kota, dan perbatasan Indonesia. Sejumlah daerah terisolasi tidak dapat diakses transportasi darat, seperti di pedalaman Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, yang berbatasan dengan Distrik Bakalalan, Sarawak, Malaysia.

Kontraktor tidak bisa membawa alat berat untuk membangun daerah itu.

”Saya baru saja mengunjungi daerah tersebut. Hanya TNI saja yang memiliki sarana angkut udara untuk membawa alat berat yang dibutuhkan. Mobil di daerah tersebut juga berpelat nomor Q (kode Sarawak) karena terisolasi dari wilayah pesisir Indonesia,” katanya.
Pada TMMD ke-90 ini, menurut Gamawan, fokusnya pada pembangunan 61 wilayah tertinggal. Fokus utama ditujukan di pedalaman Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Gamawan mengakui, di pemerintah provinsi dan kabupaten/kota ada kelemahan dalam komitmen membantu TMMD. Padahal, militer dapat mempercepat pembangunan dan bisa menekan biaya.
Wakil Kepala Staf TNI AD Letnan Jenderal Moeldoko yang mewakili KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo menyatakan siap mengerahkan personel militer untuk membangun daerah terisolasi, seperti dilakukan Pemerintah China yang berhasil membuka zona ekonomi baru.
”Kami punya Korps Zeni yang ahli membangun infrastruktur. Ini merupakan Operasi Militer Selain Perang yang diamanatkan undang-undang. Pengerahan militer akan menghemat biaya pembangunan yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain rakyat,” kata Moeldoko seraya mencontohkan rumah susun delapan lantai di kompleks RS Pusat Angkatan Darat yang dibangun Korps Zeni. (Kompas,18 april 2013,ONG)

Kota Shenzhen Simbol Kekuatan Sinergitas China

Kalau menyimak pidato sambutan Menteri Dalam Negeri tersebut sesaat kita juga ikut terpana. Karena apa? Karena model pembangunan ala kota Shenzhen itu, adalah master piece nya dan tekat bulat pimpinan Negara China Deng Xiaoping yang sekaligus jadi batu ujian bagi Kebijakan Reformasi Pemerintah China. Dan hasilnya dikagumi oleh Dunia. Jadi kalau Menteri menjadikannya sebagai idola pembangunan daerah perbatasan atau daerah tertinggal, sungguh sesuatu yang sangat baik. Tetapi tanpa dukungan dan keinginan yang kuat dari pimpinan negara ini, maka semua itu hanyalah sebuah ungkapan asal ngomong. Suatu tradisi yang diwariskan jendral Naga Bonar.


kota zheng
Kota  Shenzhen 2013
Shenzhen terletak di ujung selatan daratan Cina,  di tepi timur Sungai Pearl. Bertetangga dengan Hong Kong. Dengan luas 1,991.64 kilometer persegi, kota ini memiliki iklim subtropis laut dengan banyak hujan dan kaya akan sinar matahari serta buah tropis. Shenzhen, sebuah kota kecil di perbatasan dengan penduduk hanya lebih dari 30.000 orang pada tahun 1979, tetapi 32 tahun kemudian telah tumbuh menjadi kota metropolitan modern dengan penduduk lebih dari 10 juta jiwa. Pengalaman pertama dalam sejarah industrialisasi dunia, urbanisasi dan modernisasi yang belum ada duanya.
Shenzhen adalah sebuah kota yang teridir dari atas enam kabupaten dan empat daerah Kecamatan administrasi (baru): Luohu, Futian, Nanshan, Yantian, Bao’an, Longgang, serta Guangming, Pingshan, Longhua dan Dapeng. Pemerintah pusat memperluas zona ekonomi khusus untuk menutupi seluruh kota pada tanggal 1 Juli 2010. Inilah gagasan pertama para pimpinan negara china terkait zona ekonomi khusus di wilayah perbatasan yang dideklarasikan oleh Deng Xiaoping yang dimulai pada akhir tahun 1979 atau awal tahun 1980. Shenzhen telah menjadi batu ujian bagi reformasi Cina dan semua kebijakannya untuk membawa kemakmuran bagi warganya.
zheng kecilKota  Shenzhen di awal tahun 1980 an
Catatan paling awal terkait nama “Shenzhen” adalah dari 1410, zaman  Dinasti Ming. Shenzhen menjadi kota pada awal Dinasti Qing. Masyarakat setempat menyebutnya saluran air di sawah “zhen” atau “chong.” Shenzhen harfiah berarti “saluran air sawah” karena daerahnya memang penuh dengan aliran sungai yang saling silang siur. Kota Shenzhen didirikan pada tahun 1979. Pada bulan Agustus tahun berikutnya, inilah zona ekonomi khusus pertama di bangun di negara ini.
Pada 2012, Qianhai Shenzhen – Hong Kong menjalin Layanan Kerjasama layanan zona Industri modern sepenuhnya diluncurkan. Layanan Zona ini akan mengeksplorasi inovasi dalam industri jasa, kerjasama percontohan yang modern antara Hong Kong dan daratan Cina, memimpin peningkatan industri daerah Delta Sungai Pearl. Shenzhen akan melanjutkan peran sejarah sebagai pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan China. Salah satu gateway China kepada dunia, Shenzhen adalah salah satu kota yang paling maju di negara itu dan salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Kota ini adalah pusat teknologi tinggi dan manufaktur Cina bagian selatan, rumah bagi pelabuhan kontainer tersibuk keempat di dunia, dan bandara tersibuk keempat di daratan Cina. Ini adalah salah satu tujuan wisata paling populer di negara itu. Teknologi tinggi, jasa keuangan, logistik modern dan industri budaya adalah andalan kota. Industri baru kepentingan strategis dan industri jasa modern dengan cepat menjadi mesin baru untuk pertumbuhan ekonomi kota.
desa zhengKetika  Shenzhen Masih Desa
Sebagai Negara-tingkat inovatif kota, Shenzhen telah memilih inovasi independen sebagai strategi dominan untuk pembangunan masa depan. Jumlah PCT (Patent Cooperation Treaty) aplikasi Shenzhen menjadi nomr utama di China selama delapan tahun berturut-turut. Shenzhen peringkat pertama dalam Forbes 2011 daftar kota daratan inovatif. Kota ini juga terkenal karena desain, dengan lebih dari 6.000 perusahaan desain mempekerjakan lebih dari 60.000 orang. Pada 19 November 2008, UNESCO memberikan Shenzhen sebagai Creative Cities Network dan Shenzhen diberikan penghargaan sebagai  City of Design.
Shenzhen memiliki pesona budaya yang unik. Kota ini memiliki jaringan kelas, fasilitas budaya publik yang memungkinkan penduduk untuk menikmati ribuan pertunjukan budaya. Sejak tahun 2003, ketika Shenzhen memimpin nasional dalam membangun strategi untuk “kota berbasis budaya,” industri budaya dan kreatif telah mencapai ekspansi yang kuat dengan tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 20 persen dan menjadi mesin penting bagi kota yang cepat dan sehat pembangunan ekonomi.
Shenzhen adalah kota taman ekologi, dengan setengah dari luas total wilayahnya ada dalam perlindungan lingkungan dan bebas dari kegiatan konstruksi. Perkotaan greenbelt dengan liputan wilayah 45,05 persen. Shenzhen adalah kota China pertama yang memenangkan  Award Bloom, dan meraih United Nations Environment Program Global Top 500 Nobel Honor Roll. Pada tahun 2011, Shenzhen memiliki konsumsi energi dan air terendah per 10.000 yuan PDB di Cina.
Shenzhen adalah sebuah kota kasih sayang, dengan budaya relawan berakar. Terpilih sebagai Kota Paling Disukai oleh Pekerja Migran, mempromosikan Perawatan Proyek setiap tahun untuk meningkatkan perawatan bagi kelompok yang kurang beruntung, dan dengan demikian telah disebut “kota tanpa musim dingin.” Sebuah kota pantai yang indah, Shenzhen adalah tujuan wisata populer di Cina Selatan dan telah terdaftar oleh Pemerintah China sebagai Tourist City terbaik. Menjadi salah satu dari 31 tujuan wisata di dunia pada tahun 2010 oleh The New York Times.

Kita Punya Konsep Yang Bagus Tapi Tidak Jalan

Bagaimanapun konsep memanfaatkan potensi Militer dalam pembangunan wilayah perbatasan, adalah suatu ide yang sangat potensil. Tetapi kemudian menggambarkan pembangunan ala kota Shenzhen dengan hanya bermodalkan kekuatan Militer, sungguh jauh dari jangkauan. Bisa dibayangkan bagaimana pimimpin sekaliber Deng Xiaoping, mau mempertaruhkan reputasi dan kebijakan negara adi daya China, sesungguhnya itulah yang jadi pendorong utama pembangunan kota Shenzhen.
Bisa kita dibayangkan bahwa semua kekuatan nasional negara itu disinergikan, diberdayakan untuk melahirkan kota Shenzhen. Kalau hal seperti itu yang dimaksdukan Mendagri, maka kita patut bersukur. Meski kita juga memahami bahwa semua konsep pembangunan unggulan negara kita seperti pembangunan kawasan khusus ( 13 Kawasan Khusus), kawasan berikat dan bahkan MP3I untuk pembangunan wilayah Indonesia timur pada realitasnya hanya jadi ajang korupsi, hasilnya masih NOL BESAR. Pimpinan kita belum punya tekat sebagaimana tekad seperti pimpinan China, yang mau mempertaruhkan segalanya demi kemaslahatan warganya.