Minggu, 16 Januari 2022

Buku Perbatasan : Travel Ke Perbatasan Mencintai Ujung Negeri

 


Travel Ke Perbatasan Mencintai Ujung Negeri

 Travel ke perbatasan kini jadi menarik. Hal ini sejalan dengan pengembangan cross border tourism, meski belum popular, namun menunjukkan tren kenaikan kunjungan wisatawan setiap tahun. Pada sejumlah wilayah, di mana pemerintah tengah fokus mengeksplorasi pontesi wisata di perbatasan lewat beragam festival kebudayaan. Data BPS pada Juni 2019, menunjukkan bahwa turis terbanyak berasal dari ASEAN. Dari total akumulasi kedatangan pelancong per Januari-April 2019, wisman asal negara kawasan ASEAN dan Amerika masing-masing naik 16.77% dan 7.40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam kurun empat bulan tahun ini, jumlah turis mancanegara mencapai 5.22 juta, naik 3.22% atau 160.000 turis dibandingkan periode serupa tahun lalu sebanyak 4.96 juta. Dan, jumlah pelancong yang tercatat paling ramai berasal dari ASEAN melalui tiga pintu utama, yakni jalur udara, laut dan darat. Selama April 2019, total turis yang masuk ke Indonesia sebanyak 1.303 juta, sedikit naik dari 1.302 juta dibandingkan April 2018.

Tiga tetangga dekat ini, juga sebagai negara utama asal turis yang mengunjungi destinasi wisata melalui jalur darat di perbatasan (cross border tourism), seperti di Atambua, NTT, Aruk, Sambas, Kalbar. Dari lima jalur utama darat yang dicatat BPS yakni, Jayapura (Papua), Atambua (NTT), Entikong, Aruk, dan Nanga Badau (Kalimantan Barat), kedatangan turis terbanyak melalui jalur darat di Atambua (NTT), Aruk dan Nanga Badau (Kalbar).

Saat ini, di tiga jalur darat tersebut diketahui terjadi peningkatan kedatangan turis. Di Atambua, persentase kenaikan pelancong sebanyak 56.95% dari 19.221 menjadi 30.167 turis, di Aruk naik sebesar 118.21% dari 2.658 wisman menjadi 5.800 pelancong, dan di Nanga Badau naik sekira 65.68% dari 2.678 turis menjadi 4.437 wisman selama Januari-April 2018 ke periode yang sama tahun ini.

Kenaikan kunjungan turis di tiga pintu darat yang disebut di atas sinkron dengan upaya Kementerian Pariwisata yang terus memoles potensi destinasi wisata melalui beragam festival kebudayaan, produk kerajinan UKM dan kuliner lokal. Pada tahun ini, misalnya, pemerintah menargetkan secara ambisius kenaikan wisman cross border tourism dari 18% menjadi 20% atau sekitar 3.5 juta dari total target nasional 20 juta wisman (presidentpost.id). Tak bisa dimungkiri bahwa imbas dari menggeliatnya cross border tourism, yakni bertambahnya lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, khususnya di bidang akomodasi.

Berbagai kegiatan touris di perbatasan mendapat sambutan yang menyenangkan. Hal ini bisa kita lihat dari perhatian yang diberikan Sarawak Tourism Board (STB). STB Minta Festival Crossborder Digelar Tiap Bulan. Pada waktu itu, Event crossborder Festival Wonderful Indonesia baru akan digelar dua pekan lagi. Namun sikap antusias sudah diperlihatkan pihak Malaysia. Buktinya, Sarawak Tourism Board meminta event ini bisa digelar setiap bulan. Keinginan tersebut terungkap saat Konsulat Jenderal RI di Kuching, Yonny Tri Prayitno[1], melakukan koordinasi dengan Kementerian Pelancongan Sarawak, dan Direktur Sarawak Tourism Board (STB), Puan Sharzede Datu Hj Salleh Askor. Pertemuan dilangsungkan di Kuching, Malaysia, Kamis (14/2/2019). Yonny hadir didampingi Konsul Ekonomi Irhamna Fithriya.

“Pihak STB mengharapkan kegiatan Festival Wonderful Indonesia di border area dapat dilaksanakan setiap bulan. Terutama, di akhir bulan. Dan bila memungkinkan, tanggal pelaksanaannya sudah ditetapkan lebih awal, sehingga mereka bisa membuat perencanaan lebih baik mendukung event Festival Wonderful Indonesia,” tutur Yonny, Jumat (15/2). Dalam pertemuan tersebut, pihak Konjen RI juga menyampaikan undangan untuk Menteri Pelancongan Malaysia. Undangan untuk menghadiri Event Pariwisata di Kalbar, yaitu Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, dan Festival Wonderful Indonesia di Perbatasan Aruk dan Entikong.

“Sarawak dan Indonesia, khususnya Kalbar, dapat bekerjasama untuk mengembangkan pariwisata di perbatasan. Karena, akan menguntungkan kedua wilayah, dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke kedua wilayah. Sarawak secara geografis memiliki jarak yang lebih dekat ke Perbatasan. Sehingga, memudahkan para turis. Dan untuk wilayah border, Indonesia juga siap menyambut wisatawan dengan hiburan, rest area, centra UKM, perbelanjaan, dan objek wisata alam yang indah,” paparnya.

Direktur Sarawak Tourism Board (STB), Puan Sharzede Datu Hj Salleh Askor, menyambut baik tawaran tersebut. Festival Wonderful Indonesia dinilai menjadi awal yang baik dari kerjasama ini. STB akan mendukung event ini, dan siap membantu mempromosikan dan membawa stakeholders terkait dari Sarawak. Seperti agensi travel, pihak rumah sakit (Health Tourism), college, dan media dari Sarawak.

“Tahun 2019 juga merupakan Tahun Kunjungan Sarawak 2019 (Visit Sarawak Year). Sehingga, event-event ini, juga akan membantu meningkatkan jumlah wisatawan ke Sarawak dan ke Kalimantan Barat melalui perbatasan perbatasan yang ada,” katanya. Salah satu event yang paling menarik perhatian festival di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat (Kalbar), 23-24 Februari. Sebab, ada aksi penyanyi dangdut top Cita Citata dan Tika Zein. Selain itu, ada juga Tari Poco-Poco yang akan dibawakan secara massal.

“Dengan kehadiran, Cita Citata, kita sangat optimis mampu menarik banyak wisatawan perbatasan. Apalagi pihak Sarawak juga antusias menyambut event-event yang kita selenggarakan.  Ini sinyal yang sangat positif buat kita,” kata Sapto. Kita bersukur, ternyata Indonesia mempunyai daerah perbatasan yang unik dan menarik, baik itu dari keindahan alamnya maupun dari tradisi budayanya serta masyarakat yang ramah dan senang bersahabat. Beberapa Lokasi Perbatasan yang mearik itu seperti :

Cobalah Ke PLBN Yetetkun Tanah Merah, Papua


PLBN YetetKun Boven Digul Tanah Merah

Pemerintah kini tengah mengembangkan Wisata “Cross Border”, wisata yang menarik dan menjual keindahan Perbatasan. Perbatasan kini kian terbuka, di sinini anda akan menemukan Keindahan alam Indonesia yang dipadu dengan Kebanggan citra diri sebagai bangsa. Cobalah ke PLBN Yetetkun.

Pemerintah terus meningkatkan kualitas jalan perbatasan (Trans Papua) pada ruas Merauke-Boven Digoel, Tanah Merah untuk memperkuat konektivitas kawasan perbatasan. Di sana anda akan temukan PLBN Yetetkun , tujuannya, menjadikan kawasan perbatasan negara menjadi beranda depan terdepan yang dapat dibanggakan. PLBN ini dilengkapi dengan gedung utama PLBN, pos pemeriksaan, pos gerbang, power house, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), Peralatan X-Ray dan thermal detection, serta portal. Sedangkan untuk zona sub inti akan dibangun rumah pegawai dan zona pendukung seperti kios (pusat ekonomi), lanskap, dan infrastruktur lainnya seperti tempat pengolahan sampah dan penyediaan mandi, cuci, kakus (MCK).

Kalau sebut nama Boven Digoel Tanah Merah kita akan ingat tempat bersejarah, ingat Penjara Boven Digul.Tempat pembuangan dan pengasingan bagi pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa kolonial Belanda, seperti Wakil Presiden ke-1 RI Mohammad Hatta. Untuk diketahui, wilayah tersebut berjarak sekitar 422 kilometer dari Kota Merauke di Provinsi Papua.  Pengalaman penulis pada tahun 1994 jalan ini sudah ada dan berfungsi dengan baik. Masalahnya jarang ada kampung, jadi anda harus perhitungkan kebutuhan bensinnya, atau bawa sendiri semua keperluan yang dianggap perlu. Waktu itu jalannya meski sudah baik tetapi badan jalannya nyaris tertutup oleh pohon semak-semak dari  kiri kanan jalan, karena jarang dilalui kenderaan.

Di wilayah ini anda juga bisa menemukan Rumah Pohon.Wilayah Boven Digeol adalah lokasi wisata rumah pohon. Budaya masyarakat suku Korowai Papua. Masyarakat Suku Korowai. Mereka hidup di rumah pohon dengan ketinggian sekitar 12 sampai 35 meter dari permukaan tanah. Semakin tinggi rumah pohon, semakin aman keluarga yang tinggal di dalamnya dari ancaman “laleo” zombie hidup  pemangsa manusia, binatang buas, dan tidak terjangkau oleh nyamuk malaria.

Masyarakat Suku Korowai tak khawatir rumah pohon itu bakal runtuh tertiup angin karena sudah memperhitungkan diameter dan kekokohan pohon yang menjadi penopang. Yang penting, keluarga aman dari serangan  'laleo'. Dalam bahasa Suku Korowai, laleo adalah iblis yang kejam. Makhluk ini berjalan seperti mayat hidup dan berkeliran pada malam hari untuk mencari kerabat mereka. Menurut kisah turun-temurun, anggota Suku Korowai yang bersekutu dengan lalelo akan dibunuh dan dagingnya boleh dimakan. Suatu kegiatan Wisata Perbatasan yang menarik.



 



[1] https://kabar.sanggau.go.id/2019/02/15/kuching-event-crossborder-festival-wonderful-indonesia/


Jumat, 30 Juli 2021

Papua Adalah Milik Warga Asli Papua Pro Nkri

 


Papua Adalah Milik Warga Asli Papua Pro Nkri

Para pejuang KKB atau OPM selama ini selalu berdalih bahwa kaum elit terdidikPapua telah merencanakan penentuan nasib sendiri melalui pembentukan Nieuw Guinea Raad yang diresmikan pada April 1951. Maksudnya adalah bahwa Ketua Nieuw Guinea Raad  yaitu Nicolaas Jouwe  membentuk KOMITE NASIONAL dalam rangka mempersiapkan alatalat dan simbol kelengkapan negara. Negara Bangsa Papua. Negara bangsa Papua yang dipersiapkan itu dinamai Papua Barat (West Papua). Pada 1Desember 1961, Bintang Kejora, bendera nasional negara Papua Baratdikibarkan sejajar dengan bendera Belanda, dan lagu kebangsaan “HaiTanahku Papua”

Dalam perjuangannya yang anti Indonesia  sejak tahun 1960-an Nicolaas Jouwe[1] berjuang agar hak-hak orang Papua untuk menentukan nasibnya sendiri sebagai bangsa  merdeka yang dihormati. Perjuangan itu sudah dilakukannya hingga 1969. Menurut Nicolaas Jouwe, setelah 2/3 negara anggota dalam Sidang Umum PBB menerima hasil Pepera 1969, tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Suka atau tidak suka, bangsa Papua telah menjadi bagian resmi dari negara-bangsa Indonesia. Baginya, dia harus menerima secara realistis keadaan ini dan menghabiskan sisa hidupnya untuk membantu pemerintah Indonesia menyejahterakan rakyat Papua. Dia kembali kepangkuan NKRI.

Masih ingat  Nick Messet adalah  mantan Menteri Luar Negeri Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang juga memilih pulang setelah 40 tahun berjuang demi Papua Merdeka. Sebagai putra asli Papua, Nick Messet adalah seorang pilot berdarah Papua pertama, lulusan Cessnock, New South Wales, Australia yang bekerja untuk maskapai Papua Nugini. Ayahnya adalah Bupati Jayapura periode 1976-1982.  Setelah kembali ke NKRI, Nick Messet ditugasi membangun hubungan antara Indonesia dan negara-negara di Pasifik.Peran Nick Messet dahulu sebagai Menlu OPM dalam merangkul negara-negara di kawasan Pasifik kini diminta  untuk mendukung kepentingan diplomasi Indonesia. Tak heran sejak pertengahan 2018, Nick Messet ditetapkan sebagai Konsul Kehormatan dari Indonesia untuk Nauru. Selama ini negara-negara di Pasifik seperti Nauru, Kepulauan Marshall, Solomon, Vanuatu, Tuvalu dan Tonga serta Papua Nugini dipandang menjadi target untuk meraih dukungan bagi ide kemerdekaan Papua melalui referendum karena kesamaan ras yakni Melanesia. Dalam wawancara dengan BBC News Indonesia, Nick Messet melontarkan alasannya kembali ke NKRI.

Nick Messet meninggalkan Papua di tahun 1960-an. ”Saya tinggalkan Papua untuk berjuang dari luar negeri, dan selama lebih dari 40 tahun tapi hasilnya tidak ada. Setiap Negara yang saya minta dukungannya untuk Papua Merdeka. Mereka selalu bilang kalau Papua itu bagian yang sah dari Indonesia. Lalu saya kembali ke Indonesia dan  membangun Papua di dalam bingkai NKRI. Karena saya lihat hal seperti itu sudah jalan. Satu-satunya itu harus kerjasama dengan Indonesia untuk memperbaiki kehidupan, kesejahteraan sosial Papua,” kata Nicholas Messet.

OPM Mempermasalahkan New York Agreement

Para penggiat OPM itu sering menyebut bawa New York Agreemeny pada 15 Agustus 1962. Sebagai kesepakatan antara pemerintah Belanda dan pemerintah Indonesia itu berisi: (1) Belanda menyerahkan tanggung jawab administratif pemerintahan Papua Barat kepada PBB melalui UnitedNations Temporary Executive Authority (UNTEA); (2) Terhitung 1 Mei 1962 UNTEA menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia; (3) Pada akhir 1969, di bawah pengawasan PBB, dilakukan  Act of Free Choice  bagi rakyat Papua untuk dapat menentukan sendiri nasib atau kemerdekaannya sendiri.“The Act of self-determination will be completed before the end of 1969,” Pada 14 Juli hingga 2 Agustus 1969,  Act of Free Choice  bagi rakyat Irian Barat digelar lewat PEPERA (PenentuanPendapat Rakyat). PEPERA diwakili 1,025 warga Papua, menurut OPM itu  Act of self-determination  mengkaidahkan satu orang satu suara (One Man One Vote).

OPM tidak menerimanya, mereka tetap menuntut One Man One Vote. Mereka lupa, mereka seolah atau pura-pura Buta. Bahwa yang jadi pilihan waktu itu adalah “  Mau melilih Ikut Indonesia atau Bergabung Dengan Belanda”? Ternyata Orang Papua memilih Ikut Indonesia. Mereka juga lupa bahwa pada saat itu kondisi Papua masih sangat tertutup, sarana transportasi nyaris belum ada.  Semua serba terbatas. Mereka juga lupa bahwa cara pemilu di Papua yang memakai sistem NOKEN. Artinya suara warga dipercayakan penuh pada KEPALA SUKU. Padahal para penggiat OPM itu juga melihat bahwa bentuk Pemilihan Umum di Papua ya Sistem Noken itu. Hingga tahun 2021 ini di Papua kalau PEMILU ya masih dengan sistem “Noken”. Sistem NOKEN itu dalam pengertian budaya masih menganut asas musyawarah untuk mufakat. Dimana Noken dipakai sebagai simbol kebersamaan Suku atau keluarga besar yang diwakilkan oleh para kepala Suku. Jadi secara Hukum dan sesuai sejarahnya Papua itu adalah bagian syah dari NKRI. Apa yang dilakukan Belanda melalui UNTEA ini sebetulnya hanyalah pengulangan sejarah pengakuan kedaulatan wilayah NKRI. Karena jauh sebelum 1 Mei 1963, yaitu pada 27 Desember 1949 Belanda secara resmi telah menyerahkan KEDAULATAN atas seluruh wilayah jajahannya kepada Pemerintah Indonesia. Hal ini sejalan dengan menggunakan azas hukum internasional UTI POSSIDETIS JURIS : batas wilayah negara bekas jajahan yang kemudian merdeka, mengikuti batas wilayah sebelum negara tersebut merdeka, maka konsekuensi logisnya status politik wilayah Papua  menjadi bagian wilayah Republik Indonesia sejak saat proklamasi 17 Agustus 1945 itu dikumandangkan. Jadi sangat logis bagi mereka yang tidak suka NKRI ya sebaiknya jangan tinggal di wilayah itu. Jangan tinggal di Papua. Tetapi pergilah ke wilayah lain yang bisa menerima mereka.

Pembangunan Papua Masih Perlu Perjuangan

Papua dilihat dari segi territorial memang besar dan kaya akan sumber daya alamnya, tetapi kalau dilihat dari Sumber Daya Manusianya Papua justeru sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan daerah Indonesia lainnya. Sebagai informasi, jumlah penduduk di Tanah Papua[2] diperkirakan mencapai 4,3 juta jiwa pada 2019. Angka tersebut terdiri atas 963.600 jiwa penduduk Papua Barat dan 3,34 juta jiwa penduduk Papua dengan Perkiraan warga asli Papua tidak lebih dari 3 Juta jiwa. Jadi bisa dibayangkan seberapa besar perhatian pemerintah yang bisa diberikan ke wilayah ini, sementara Indonesia masih mempunyai 240 jutaan di daerah lainnya. Jadi secara logika pemerintah “ kedederan” dalam memperhatikan dan membangun Papua. Apalagi pembangun pemerintahan sebelum era Jokowi memang masih lebih fokus pada Pulau Jawa dan sekitarnya.

Tahun 2021 adalah tahun ahir masa berlakunya Otsus, berbagai pihak mengutarakan harapannya agar sebelum memperpanjang Otsus perlu terlebih dahulu Evaluasi menyeluruh terkait Otsus, suatu harapan yang sebenarnya sangat baik. Kini Otsus sudah selesai. Kini di lapangan serta bila dihadapkan dengan fakta di lapangan justeru banyak hal juga tengah berjalan kea rah yang lebih baik. Khususnya Gubernur dan Bupati, Pangdam dan Kapolda sudah dari warga Papua Asli. Harapan kita setelah pimpinannya dari warga asli Papua mestinya segala sesuatunya akan jauh lebih baik dan itu perlu waktu. Meski ada yang mengatakan untuk apa adanya Otsus sementara kekerasan masih terjadi?  Ya kita harus realistik dan melihat bahwa kekerasan yang terjadi itu adalah atas adanya kegiatan “kekerasan” yang dilakukan oleh KKB atau OPM diberbagai daerah. Pemerintah sudah mereseponnya sesuai dengan UU yang ada, serta melakukannya secara baik dan terbatas dilakukan oleh Polri dan TNI secara terkendali. Harapan kita demikian juga terhadap ASN, Lingkungan Pendidikan Tinggi Dll agar Pemda lebih fokus memberikan kesempatan kepada warga papua Asli yang pro NKRI. Sebaliknya terus mengeliminasi warga papua yang tidak pro NKRI. Papua memang adalah milik Orang Papua Asli Yang Pro NKRI. 





[1] https://www.wilayahperbatasan.com/nicolaas-jouwe-nick-messet-kembali-ke-nkri-membangun-papua/

[2] https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/08/22/jumlah-penduduk-di-tanah-papua-diproyeksi-mencapai-578-juta-jiwa-pada-2045

Sabtu, 12 Juni 2021

RI Irian Kapal Perang Andalan Indonesia Era Tahun 60 an


BUKU JEJAK LANGKAH TNI ANGKATAN LAUT
Kapal perang RI Irian sebelumnya dinamakan “Ordzhonikidze” dari kelas Sverdlov milik Angkatan Laut Uni Soviet. Karena diperuntukkan beroperasi di perairan tropis, kapal ini dimodifikasi secara khusus.
Di pengujung 1962, kapal penjelajah Republik Indonesia Irian atau RI Irian tiba di perairan Indonesia. Kapal perang RI itu disiapkan untuk kampanye perebutan Irian Barat dalam Operasi Mandala yang dicanangkan Presiden Soekarno di atas Kapal Perang RI atau KRI Teluk Tomini. KRI Tomini eks USS Bledsoe County adalah salah satu kapal angkut jenis landing ship tank yang terlibat saat pendaratan Jenderal Dwight D Eisenhower (Ike) dalam serangan yang dikenal dengan Hari-H (D-Day) di pantai Normandia, Perancis, 1944.
RI Irian sebelumnya bernama ”Ordzhonikidze” dari kelas Sverdlov milik Angkatan Laut Uni Soviet yang dimodifikasi khusus untuk beroperasi di perairan tropis. Tahun ini genap 55 tahun sejarah keberadaan kapal perang terbesar RI yang nasibnya berakhir tragis seiring pergantian rezim Soekarno ke Soeharto.
Sebelumnya, awal Indonesia merdeka dalam kurun 1945- 1950, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) hanya memiliki kapal-kapal kayu sisa rampasan dari Jepang. Pada 1950, barulah TNI AL memiliki kapal hibah eks Belanda setelah pengakuan kedaulatan RI, yakni korvet RI Hang Tuah dan RI Pati Unus. Kapal hibah lainnya adalah RI Rajawali dan RI Banteng, serta beberapa kapal lainnya. Kapal modern selanjutnya yang dihibahkan ke pemerintah adalah kapal perusak, destroyer RI Gadjah Mada. Kapal korvet berukuran panjang 60 meter dan diawaki 85 orang. Sementara kapal destroyer Gadjah Mada berbobot 1.700 ton dengan panjang 108 meter.
Sejarawan Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, Boogie Wibowo, menyebutkan, RI Irian adalah kapal perang terbesar di Asia saat itu. Kapal tersebut dibangun di galangan kapal Admiralty di Saint Petersburg. Saint Petersburg adalah pusat modernisasi Rusia zaman Tsar Peter. Kota tersebut adalah pusat modernisasi sektor maritim yang mengacu ke Eropa Barat, terutama Belanda dan Inggris.
Salah satu jejak modernisasi era Tsar tersebut adalah sebutan Matroos—bahasa Belanda—untuk kelasi di Rusia. Galangan Admiralty yang dibangun pada 1704 itu dapat menampung kapal dengan panjang 250 meter dan lebar 35 meter dengan bobot maksimal 70.000 ton.
Galangan tersebut, menurut Boogie, dalam kurun 1740-1917, memproduksi lebih dari 1.000 kapal. Pada 1959, di sana sudah diproduksi kapal sipil bertenaga nuklir dan kapal pemecah es terbesar yang diberi nama Lenin.
Kelahiran RI Irian alias ”Ordzhonikidze” diawali pada dekade 1950-an ketika Uni Soviet merencanakan pembangunan kapal penjelajah yang didasari desain Italia masa Perang Dunia II. Spesifikasi teknis kapal tersebut harus mampu melaju di perairan ganas Atlantik Utara dan dilengkapi radar dan artileri pertahanan udara. ”Semula dirancang 40 kapal bersama dengan pembangunan kapal perang Stalingrad dan kapal induk. Proyeksi tersebut untuk menyaingi kekuatan Inggris di Atlantik Utara. Namun, perkembangannya, pembangunan kapal tersebut dibatalkan Nikita Kruschev pada tahun 1954 setelah 14 unit kapal penjelajah selesai. Ke-14 unit kapal itu adalah bagian dari 21 unit kapal yang direncanakan dibuat pada tahap awal,” kata Boogie.
”Ordzhonikidze” dibangun mulai 19 Oktober 1949 dan diluncurkan 17 September 1950, serta beroperasi pada 18 Agustus 1952. Kapal itu kemudian bertugas di Armada Baltik Angkatan Laut Uni Soviet. Karena hubungan baik Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Nikita Kruschev, kapal itu dijual ke Indonesia pada tahun 1961. ”Kapal dimodifikasi di Armada Laut Hitam di Sevastopol hingga Juni 1962 agar cocok beroperasi di perairan tropis. Pada Juli hingga awal Agustus 1962, kapal berlayar dari Sevastopol hingga ke Surabaya,” kata Boogie.
Pada masa itu, Indonesia membeli pesawat pengebom Tu 16, jet tempur Mig dari berbagai varian, Ilyushin, peluru kendali, 12 unit kapal selam dan kapal penjelajah RI Irian dari Uni Soviet. Saat bersamaan, sejumlah perlengkapan militer dari Amerika Serikat juga dibeli. Misalnya, pesawat angkut dan kapal angkut, tank dan kendaraan taktis Perancis dan pesawat intai maritim Inggris. Tujuannya, kampanye merebut Irian Barat.
Sejarawan Maritim Pusat Sejarah Militer Kementerian Pertahanan Belanda, Anselm van der Piet, menceritakan adanya riset di Belanda tentang keberadaan perwira dan pelaut Uni Soviet dalam armada angkatan perang yang disiapkan untuk Operasi Mandala. Hal itu dibenarkan almarhum Laksamana Pertama (Pur) RP Poernomo, yang menjadi Komandan Satuan Kapal Selam ALRI saat itu.
Dalam satu kesempatan Poernomo mengakui memang ada personel Rusia dalam satgas yang dipimpinnya untuk berperang. Hal itu menarik mengingat di masa Perang Dingin, Uni Soviet hanya memberikan penasihat militer kepada negara sahabatnya, seperti Vietnam, Kuba, dan Yaman.
Spesifikasi RI Irian
Secara teknis, RI Irian punya dua turbin uap dan enam ketel uap yang menghasilkan daya 110.000 tenaga kuda sehingga dapat melaju hingga kecepatan 33,7 knot. Daya jelajahnya juga dapat mencapai jarak 5.220 mil laut pada kecepatan 18 knot atau setara lebih dari 8.500 kilometer dengan kecepatan jelajah hampir 30 kilometer per jam di darat. Kapal punya tangki bahan bakar berkapasitas 3.900 ton.
Kapal tersebut juga punya dua lunas sehingga lincah bermanuver ekstrem dalam kecepatan tinggi. Konstruksi lunas ganda tersebut sangat tak lazim di zamannya sehingga pihak NATO penasaran. Boogie menceritakan, seorang agen rahasia MI-6 Inggris, Lionel Crabb, hilang ketika berusaha menyelam memata- matai kapal tersebut saat AL Uni Soviet mengadakan muhibah ke Pelabuhan Portsmouth, Inggris, 1956.
RI Irian juga dilengkapi 12 meriam dalam empat kubah dengan laras berukuran 152 milimeter dan 6 meriam ganda dalam enam kubah ukuran 100 milimeter. Sebagai pembanding, baru pada tahun 2014 TNI kembali mempunyai meriam kaliber besar, yakni meriam Howitzer Caesar buatan Perancis ukuran 155 milimeter dan kanon pada tank tempur Leopard dengan ukuran sama. Selain itu, terdapat 16 pucuk meriam anti-serangan udara berukuran 37 milimeter dan berbagai radar pelacak serangan udara, radar permukaan laut, radar pembidik meriam, radar navigasi, dan sonar bawah laut. Singkat kata, dengan fasilitas itu, RI Irian ”Benteng Terapung” di Asia Tenggara.


Osa Kurniawan Ilham, pegiat sejarah asal Surabaya yang mengenal pelaku sejarah Irian Barat, menceritakan, kapal tersebut pada akhir 1962 bergabung di pangkalan depan Operasi Mandala di Bitung, Sulawesi Utara. Komandan pertamanya Frits Suak. ”Kapal dengan 1.250 awak itu diberi nomor lambung 2 untuk kelas Cruiser dan diberi nama pulau besar, yakni Irian. Hingga kini belum ada lagi kapal perang kita yang diberi nama pulau besar dan kode 2,” kata Osa.
RI Irian pernah bersenggolan dengan kapal selam sehingga harus menjalani perawatan di Galangan Dalzavod, Uni Soviet. Kapal RI Irian akhirnya mengantarkan Bung Karno mengunjungi Irian yang sudah kembali ke Indonesia. Sayangnya, saat peralihan ke Orde Baru, RI Irian ditelantarkan. Dari kapal sejenis buatan Uni Soviet, hanya RI Irian yang tak diketahui nasibnya.  Oleh : Iwan Santosa ( Kompas.id, 3 Desember 2017)




Selasa, 29 Desember 2020

Buku Perbatasan : Pengalaman Pribadi Ikut Seleksi Seskoad

 


Pengalaman Pribadi Ikut Seleksi Seskoad, Keras & Bergengsi

Oleh harmenBatubara

Lulus Seskoad bukanlah sebuah jaminan bahwa seorang perwira akan jadi seorang jenderal berbintang. Tetapi harus diakui bahwa bisa menjadi perwira siswa (Pasis) pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando TNI AD (Dikreg Seskoad) merupakan dambaan setiap Perwira TNI AD. Karena pendidikan Seskoad merupakan Jenjang karier kritis yang harus dilalui untuk pengembangan karier selanjutnya. Tanpa melalui pendidikan Seskoad, peluang perwira untuk mengembangkan karier di TNI AD khususnya maupun TNI umumnya menjadi sangat terbatas.

Banyak yang menyatakan masuk Seskoad itu ‘sulit’ dan melelahkan. Tapi itu semua tergantung dari posisi mana Anda menilainya. Kalau persiapannya hanya ala kadarnya saja, ya sudah lebih baik nggan usah ikutan. Tapi kalau anda mempersiapkan diri dengan baik, maka semuanya bisa berbeda. Karena kalau anda mempersiapkan diri dengan baik dan benar maka untuk lulus tes Seskoad adalah sesuatu yang biasa. Ya biasa saja. Begitu juga kalau Yang Maha Kuasa menghendaki maka semua jalan seolah terbuka dan anda bisa lolos dengan mudahnya. Tetapi di luar itu, maka semua jalan seolah buntu. Sebab kalau dengan uang, kemampuannya hanya bisa meloloskan anda sampai kebatas tertentu. Begitu juga dengan Katabelece, ia hanya akan didengar kalau hasil ujian anda memang bisa memenuhi standar kualitas tertentu; bahkan kalau lagi sial katabelece malah bisa jadi bumerang bagi diri anda sendiri. Karena bisa di klassifikasi sebagai menghina panitia seleksi sebuah lembaga pendidikan “terbaik” di Angkatan Darat negeri ini.

Dalam rangka peningkatan SDM, idealnya TNI AD memberikan kesempatan bagi setiap perwira yang telah memenuhi syarat (administrasi) untuk mengikuti pendidikan Seskoad. Namun terbatasnya alokasi  pendidikan membuat  tidak semua perwira yang telah memenuhi syarat administrasi dapat mengikuti pendidikan ini. Karena itulah maka harus dilakukan lewat seleksi. Hanya perwira yang berhasil melalui seleksi yang dapat mengikuti pendidikan. Terbatasnya alokasi   serta  demikian pentingnya  pendidikan ini membuat persaingan dalam mengikuti seleksi ini menjadi sangat bergengsi. 



Bisa dipastikan setiap perwira akan berusaha maksimal dan ALL OUT untuk mempersiapkan  diri untuk menghadapi seleksi Seskoad ini. Karena itu setiap informasi akan menjadi sangat penting dan berharga. Ketatnya persaingan dalam seleksi Seskoad membuat orang berpikir dengan berbagai cara, termasuk dengan memanfaatkan KKN dan Uang. Berbagai pendapat miring terkait seleksi Seskoad ini sering juga mengemuka khususnya dikalangan mereka yang selalu gagal dalam seleksi. Karena menurut beberapa pendapat, khususnya mereka yang sedang kesal,  bahwa Seleksi Seskoad bisa diatur dengan uang. Tetapi apakah itu masuk akal atau apakah hal seperti itu bisa diterima akal sehat? Terpulang pada penilaian anda.

Dari pengalama penulis ini kalau dihadapkan dengan soal-soal aplikasi pada waktu itu, maka penulis sangat yakin akan banyak para casis (calon siswa) yang bakal kesulitan. Terlebih lagi bagi mereka yang buta tentang peta Topografi, apa lagi bagi mereka yang tidak bisa membaca peta. Maksudnya bagi seorang perwira yang sudah terlatih dengan peta, maka sesungguhnya sudah bisa melihat dimana gunung, dimana aliran sungai dll sama halnya kalau anda melihat bentang alam itu secara langsung. Jadi kalau anda mengenal medan dan tahu teori taktik maka akan dengan mudah bagi anda untuk menentukan apakah pasukan anda akan menyerang atau bertahan. Anda akan mudah menentukan dimana garis pangkal serta melakukan berbagai taktik lainnya pada saat bertahan atau menyerang. Artinya dengan mengenal medan dan tahu teori taktik maka berbagai kemungkinan anda bisa lakukan terkait kondisi yang ada. Saya bisa bayangkan rekan-rekan dari korps keuangan, dari kesehatan dll yang tidak terbiasa dengan peta, apa lagi buta peta maka bisa dipastikan nilai aplikasi mereka akan jeblok.

Demikian juga dengan teori Taktik, saya menyarankan agar anda bisa menguasai taktik dan prosedur operasi mulai dari tingkat Danru sampai dengan Dan Brigif. Terus terang pada waktu itu saya melakukan hal itu. Karenanya saya masih hapal betul teori taktik dan SOP mulai dari menggerakkan satuan setingkat Regu sampai dengan Batalyon. Anda juga harus hati-hati. Anda juga perlu tahu cara membuat dan mengirimkan Berita, buat Telegram dll lewat Radio. Intinya anda harus benar-benar jadi seorang perwira cerdas berpangkat Mayor. Kenapa hal ini penulis lakukan? Pertama karena saya prajurit Korps Topografi. Saya tahu Seskoad itu sekolahnya Infantri. Saya juga tahu kalau saya seorang perwira Militer wajib yang bukan dari Akademi. Artinya, kalau nilai saya hanya sama dengan nilai rekan perwira dari Infantri maka secara logika mereka akan memilih yang Infantri. Kecuali mereka memang dari awal mau mencari seorang Casis Topografi.

Dalam buku ini Anda juga diberikan ketrampilan Menempa KUO atau Konsep Umum Operasi menjadi Perintah Operasi. Bagaimana anda mengkonsepkan Serangan atau Pertahanan secara tertulis dalam bentuk PERINTAH OPERASI. Anda dilihatkan visualisasinya; apa yang anda lakukan sebagai seorang Danyon sejak menerima  Perintah Operasi kemudian anda juga diberikan Pamhaman dan bagaimana cara Menuliskan Karmil yang benar; serta cara menulis Essay serta artikrl yang baik, benar dan menarik.

Dengan buku ini Anda akan tahu  seperti apa sih seleksi Seskoad itu, seperti apa penilaiannnya? Juga diberi tahu cara mudah memahami Psiko Tes; Buku ini juga memberi tahu anda tentang Jati Diri YNI; tentang UUD 1945, kenapa ada Amendemen UU 1945;  Kapan bisa menggunakan Kekuatan TNI dan bagaimana PEMBINAAN LATIHANNYA ( BinLat) Sebuah Buku yang perlu anda baca kalau mau Ikutan Seleksi Seskoad.

Pengalaman Pribadi Ikut Seleksi Seskoad

Mengikuti tes Seskoad bagi penulis sungguh sebuah kisah tersendiri dan menarik. Sejak selesai pendidikan Diklapa, saya sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti selesi pendidikan Seskoad. Karena apa?Semua Gumil dan instruktur selama ikut Diklapa selalu memberi penekanan bahwa pendidikan Seskoad merupakan Jenjang karier kritis yang harus dilalui seorang Perwira untuk pengembangan karier selanjutnya. Tanpa melalui pendidikan Seskoad, peluang perwira untuk mengembangkan karier di TNI AD khususnya maupun TNI umumnya menjadi sangat terbatas. Jadi ada semacam tantangan di sana, yang mampu menaikkan adrenalin untuk berbuat sesuatu yang lebih baik dari biasanya. Sejak saat itu, saya terus mengumpulkan bahan serta menysishkan waktu untuk belajar materi yang akan diujikan dalam seleksi Seskoad. Dalam hal Taktik saya memberikan koridor mempelajari serangan, pertahanan mulai dari pelibatan satuan setingkat Regu hingga Brigade. Saat itu saya perkirakan akan punya waktu kurang lebih 3-4 tahun, baru kesempatan ikut seleksi Seskoad itu datang. Suatu kesempatan yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik baiknya.

Tanpa terasa ternyata kesempatan itu datang juga. Gembiaranya bukan main. Bagaimana tidak. Penulis masih ingat betul, pada bulan Agustus sampai 28 November 1994 Tim penulis (Tim Pemetaan Topografi-AD yang di dalamnya penulis terlibat) masih melakukan “OPERASI PEMETAAN” di Merauke-Mindip Tanah-Tanah Merah dengan jadwal ketat. Kami waktu itu dibekali dua Helikopter Hawlet sebagai sarana mobiliasi di lapangan (kerja sama dengan Puspenerbad). Saya masih ingat pada bulan Oktober  Danyon (satuan penugasan) yang anggotanya jadi pengawal kami di lapangan berangkat ke Jayapura ikut PERSIAPAN MENGIKUTI SELEKSI SESKOAD. Meski sederhana kami ikut merayakan dan mendoakan keberangkatan Danyon ke Jayapura untuk seterusnya mempersiapkan diri ikut TES SESKOAD. Padahal kita sendiri sebenarnya akan ikut tes pada tahun dan waktu yang sama, tetapi karena dinamika tugas maka tidak bisa lain kita tetap bertugas di lapangan hingga waktu tes tiba.



Dalam Tim Pemetaan Topografi sendiri ada tiga calon casis yang bakal ikut tes Seskoad. Tetapi kami tidak mendapatkan fasilitas mengikuti persiapan tes tersebut, karena memang merupakan Tim Inti pemetaan. Pendek ceritra, tim baru sampai di Jakarta pada tanggal 30 November, dan hari itu juga baru mendapat kepastian dapat mengikuti seleksi. Tes Seskoad akan diadakan pada tanggal 6 Desember 1994 di Rindam Kodam Jaya. Boleh dikatakan kalau secara logika dan akal sehat, waktu yang tersedia sungguh tidak memberi angin. Tapi itu tadi pertolongan Yang Maha Kuasa itu datang. Penulis dan dua sahabat diajak oleh kawan dari Satuan Topografi sendiri untuk berkenan tinggal dan belajar bersama di rumahnya di Pondok Kopi Jakarta. Karena teman itu sendiri ikut seleksi.  Fasilitas rumahnya menurut saya lebih dari hotel bintang empat, satu pembantu dia sediakan khusus melayani keperluan belajar. Pakaian tinggal pakai, makan tinggal suap dan kopi tinggal tuang. Apalagi pada saat itu sahabat itu baru saja membeli mobil sedan baru. Luar biasa.

Rumah dinas penulis sendiri sebenarnya di Bandung, karena waktu yang terbatas, maka praktis penulis tidak bisa menemui keluarga tetapi sebaliknya fokus menghadapi tes. Saya bersyukur, bahwa teman-teman saya itu ternyata punya koleksi contoh soal dari beberapa tahun sebelumnya. Maklum salah satu senior kami itu sudah mengikuti tes Seskoad empat kali dan beliau abituren Akmil tapi belum berhasil. Penulis salut sekali pada senior tersebut, semangatnya untuk tes tidak pernah kendur. Yang menjadi kami kian solid adalah karena semua soal bisa kami jawab dengan baik. Persoalannya dalam hal aplikasi harus penulis akui teman-teman saya itu masih belum sepenuhnya siap, teori taktiknya masih ngambang. Sepertinya mereka belum paham tentang Serangan, begitu juga dengan Pertahanan, dengan Operasi Grilya, operasi lawan grillya serta berbgai Taktik yang melekat padanya seperti Pendel, Kirpat Dll. Kalau di awal tulisan ini, penulis sebut bahwa sebaiknya kita harus menguasai teori taktik sejak dari Danru hingga Dan Brigif, maka dalam keadaan seperti ini hal itu terasa benar bedanya. Tidak ada soal yang tidak bisa terjawab.

Hari pelaksanaan tes itupun datang juga, pagi itu kami berangkat ke Rindam Jaya dengan memakai mobil sedan baru, sahabat kami itu sendiri yang jadi sopirnya. Penulis saat itu benar-benar bersyukur, kalau tidak ada bantuan fasilitas se[erti itu, mana mungkin penulis bisa menghadapi ujian sebaik itu. Karena saya bandingkan dengan teman-teman lainnya, mereka tinggal di Mes Topografi Jakarta yang nyamuknya banyak, sudah gigitannya sakit nyamuknya juga besar-besar. Tidak ada AC, dan makannya beli sendiri, sementara panasnya Jakarta tiada ampun. Begitu juga saat mengikuti tes mereka paling paling hanya diantar mobil kantor yang kondisinya juga tidak kalah menyedihkan. Mobilnya sudah tua dan tidak punya AC lagi. Sungguh bedanya sangat kontras. Tapi itu nyata.

Setiap kami pulang dari tes saya menahan diri untuk tidak memperlihatkan kegembiraan bathin saya. Sebab apa? Karena saya merasakan apa yang ditanyakan itu saya bisa jawab dengan baik. Para sahabat saya itu juga sangat gembira dan bercerita bahwa 60 persen di tangan. Kalau mereka menanyakan pada penulis, maka saya selalu sampaikan ya kira-kira begitulah. Pendek kata, suasana gembira ada diantara kami. Tetapi pada hari terahir, selesai ujian Aplikasi, maka terlihatlah keraguan pada para sahabat penulis itu. Memang ada satu hal yang selalu saya temukan selama ini. Karena itu pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan para Casis untuk mengerti dan paham tentang perannya seperti apa dalam mengikuti proses seleksi ini. Untuk lebih jelasnya, maka dalam ujian seleksi para CASIS harus bertindak hanya sebagai STAF BRIGIF atau DANYONIF sehingga produk Casis hanya berkisar pada 2 subyek itu saja. Casis akan bertindak sebagai Danyonif atau staf Brigif (TIDAK MUNGKIN SEBAGAI DAN BRIGIF). Jangan salah sangka, banyak casis yang belum tahu sebagai apa ia dalam proses penempaan Analisa Tugas Pokok. Ya bisa dibayangkan akan jadi apa jawaban soal aflikasinya.

Ada satu hal yang juga perlu saya sampaikan pada para pembaca pada para Casis. Dalam mengikuti tes Seskoad tersebut saya juga punya perhitungan sebagai berikut. Untuk bisa lolos, anda harus bisa masuk minimal “the best 50%”. Jadi kalau jumlah atau alokasi Casis itu adalah sekitar 200. Dari 200 itu 100 diantaranya dapat masuk karena alasan ini dan itu. Maksudnya dari jumlah 100 itu, didalamnya ada yang masuk karena kebijakan Kasad sendiri. Misalnya untuk para perwira pilihan yang sangat cemerlang di lapangan. Ada karena disebabkan kebijakan pemerintah bagi daerah tertentu yang perlu mendapat perhatian dan lain sebagainya. Nah kalau anda bisa mendapatkan posisi the best 50% dari 200, maka secara logika anda akan dapat lolos dengan aman dalam seleksi. Tapi ini juga sifatnya analisis penulis saja, benar tidaknya sama sekali tidak bisa dipastikan. Oh ya terkait Danyon yang ikut persiapan Tes di Jayapura ternyata tidak lolos. Terahir saya mengucapkan banyak terimakasih pada semua sahabat yang telah memberikan dorongan sehingga saya tetap meneruskan penulisan Buku ini. Terus terang tadinya saya sudah segan. Tetapi para sahabat itu bilang akan lebih bermanfaat kalau Buku ini bisa dibaca oleh mereka yang akan mengikuti Seleksi Seskoad.

Untuk bisa lolos Seleksi ini sebaiknya anda harus tahu persis penguasaan masalah dari setingkat Danru hingga sampai Dan Brig. Tahu tugas, tanggung Jawab para Dinas Staf; mulai dari staf Intel, Staf Operasi, Staf Personil, Staf Logistik dan Staf Teritrial. Anda juga harus menguasai Teori Serangan, begitu juga dengan Pertahanan, juga Operasi Grilya, operasi lawan grillya serta Operasi Lawan Insurjensi serta berbgai Taktik yang melekat padanya seperti PENDEL, KIRPAT Dll. Ya sebaiknya memang anda perlu menguasai TEORI TAKTIK sejak dari Danru hingga Dan Brigif, dan mahir meng Olah Yudhakannya dan tentu saja menuangkannya dalam berbagai Perkiraan Cara Bertindaknya sehingga berbentuk suatu Perintah Oprasi. 

Anda juga diberikan ketrampilan Menempa KUO atau Konsep Umum Operasi menjadi Perintah Operasi. Bagaimana anda mengkonsepkan Serangan atau Pertahanan secara tertulis dalam bentuk PERINTAH OPERASI. Anda dilihatkan visualisasinya; apa yang anda lakukan sebagai seorang Danyon sejak menerima  Perintah Operasi kemudian anda juga diberikan Pamhaman dan bagaimana cara Menuliskan Karmil yang benar; serta cara menulis Essay serta artikrl yang baik, benar dan menarik.

Dengan buku ini Anda akan tahu  seperti apa sih seleksi Seskoad itu, seperti apa penilaiannnya? Juga diberi tahu cara mudah memahami Psiko Tes; Buku ini juga memberi tahu anda tentang Jati Diri YNI; tentang UUD 1945, kenapa ada Amendemen UU 1945;  Kapan bisa menggunakan Kekuatan TNI dan bagaimana PEMBINAAN LATIHANNYA ( BinLat) Sebuah Buku yang perlu anda baca kalau mau Ikutan Seleksi Seskoad.